Filipi 3:12-14
“Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Tidak ada seorangpun diantara kita yang sempurna, tetapi kita semua sedang menuju kepada kesempurnaan. Kita bisa hidup dan menjadi orang percaya saat ini semata-mata karena kasih karunia Allah. Kita harus terus bergerak maju, dan melupakan apa yang telah ada di belakang kita (masa lalu). Mungkin kita pernah mengalami peristiwa yang memalukan, kegagalan, penyakit, akan tetapi semua itu sudah terjadi dan menjadi masa lalu kita yang harus kita lupakan karena kita telah masuk dalam masa yang baru (masa sekarang dan masa depan). Jangan terintimidasi dengan hal-hal dimasa lalu, karena dengan terfokus pada masa lalu kita tidak akan mengalami kemajuan dalam kehidupan kita. Saat ini adalah waktunya untuk kita melihat dan terus maju untuk menangkap masa depan yang tersedia didepan kita. Pertahanan yang paling baik adalah menyerang, oleh karena itu kita harus terus dan terus bergerak maju menuju masa depan.
Jika kehidupan kita tidak memiliki goal / tujuan dan tidak terus bergerak maju maka kita tidak akan mendapat apa-apa dalam hidup kita. Yeremia 29:11, janji Allah bagi kita, yakni rancangan masa depan yang sejahtera dan penuh pengharapan.
Setiap orang percaya harus tahu apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam kehidupan kita.
Tujuan Tuhan bagi kita adalah:
1. Efesus 2:19 – Tuhan mau kita harus menjadi anggota keluarga Allah. Kita bukanlah orang asing, melainkan saudara sedarah, sebab kita telah ditebus oleh darah Kristus dan dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Perjanjian ini merupakan perjanjian yang tidak dapat dibatalkan oleh apapun juga. Kita tidak pernah sendirian sebab kita memiliki keluarga yang selalu menerima kita. Menjadi anggota dalam suatu keluarga sangatlah penting, sebab:
• Anak dilatih, dididik dan dibersarkan didalam keluarga. Tanpa keluarga anak akan menjadi liar. Kebanyakan orang hidup tanpa aturan sebab dalam hidupnya ia tidak mengenal dan tidak diberikan aturan.
• Warisan hanya diberikan kepada anggota keluarga. Berkat keturunan dijamin pasti akan diturunkan kepada mereka yang adalah anggota keluarga.
2. 1 Timotius 4:12 – Kita harus menjadi teladan karakter Kristus. Dalam kehidupan kita, kita harus menjadi model dari karakter Krsitus. Kita harus mengenakkan Kristus dalam kehidupan kita setiap hari, melalui pemenuhan Roh Kudus dan dalam kebenaran firman Tuhan. Sehingga dunia dapat melihat adanya perbedaan dalam hidup kita, sebab karakter Kristus hidup di dalam kita. Oleh sebab itu diperlukan adanya pertumbuhan yang sempurna dalam kehidupan kita.
3. 1 Petrus 4:10 – Kita harus menjadi pelayan dari kasih karunia. Dunia tidak mengerti akan kasih karunia, sebab dunia menilai dengan prestise, prestasi, dan hal-hal lain yang fana. Sedangkan Tuhan melihat kita dengan kasih karuniaNya. Oleh sebab itu jangan pernah memandang rendah diri anda, sebab anda berharga dimata Tuhan. Kita harus terus belajar dan melatih diri kita, mempersiapkan diri menjadi yang terbaik untuk melayani Tuhan. Kita harus menjadi orang percaya yang rendah hati dan bukan rendah diri.
4. 2 Korintus 5:19-20 – Kita harus menjadi utusan Kristus, yang mewakili kerajaanNya dimuka bumi. Kita harus selalu bersaksi kepada dunia, menyaksikan kebaikan dan kebenaran Tuhan dalam kehidupan kita. Tugas kita adalah bersaksi dan Roh Kuduslah yang bertugas untuk menginsyafkan dunia.
Yohanes 4:23,24 – Kita harus menjadi penyembah-penyembah yang benar dalam Roh dan Kebenaran. Tuhan ingin kita membesarkan namaNya dengan menjadi penyembah yang benar. Penyembah yang benar tidak hanya dengan pujian, melainkan juga melakukan kebenaran dan hidup dalam kasih.
Tampilkan postingan dengan label kotbah 2006. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kotbah 2006. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 01 Juli 2006
Kamis, 01 Juni 2006
Shavuot Pentecost
Kisah 1: 5-8
Kisah 2: 1-4, 12-18; 32-33
Apakah itu Pentakosta?
Kata Pentakosta berasal dari kata Penta yang berarti 50. Dalam tradisi orang Yahudi, mereka merayakan hari raya Shavuot, yang dirayakan 2 hari setelah Pesach (Paskah), yaitu pada hari ke enam bulan Shivan; dan berlangsung salama 7 minggu (49hari). Pada hari yang ke 50 mereka merayakan Shavuot atau dikenal juga dengan nama Pesta Tuaian, atau hari raya buah sulung, Di hari ini, orang Israel merayakan bagaimana Tuhan telah memberkati mereka, dan bagaimana mereka melihat apa yan gmereka tanam berbuah, dan ap ayang mereka lakukan berhasil. Dan pada saat perayaan itu berlangsung, di Sinagoga, kitab Rut dibacakan untuk mengingat masa-masa tuaian. Dan ketika mereka pulang kerumah, mereka akan makan kue keju dan kue madu untuk mengingatkan mereka bagaimana Tuhan membawa mereka dari perbudakan masuk ke tanah yang berlimpah susu dan madu. Sebelum dikusi Torah, madu di oleskan ke mulut bayi dan anak-anak untuk menyatakan belajar Torah itu manis. Juga untuk mengingat bagaimana Musa menerima 10 Perintah Allah di Sinai.
Perjanjian lama menekankan atau berfokus pada Firman, akan tetapi dalam perjanjian baru, ketika 120 pengikut Yesus dilawat oleh Roh kudus, perjanjian baru menekankan pada kehidupan Roh. Firman dan Roh berjalan bersama dan harus ada keseimbangan. Kita harus selalu bersiap sedia, sebab seringkali Tuhan melawat kita di saat yang tidak terduga!! Sama juga dengan kedatanganNya yang kedua kali, tidak ada yang tahu, oleh sebab itu kita harus bersiap sedia dan menjaga hati agar ketika IA datang kita didapatiNya setia.
3 tempat utama Yesus:
• Betlehem berarti Allah Bersama kita. (Yesus lahir)
• Calvary berarti Allah bagi kita. (Yesus mati)
• Pentecost berarti Allah di dalam kita. (Yesus naik ke sorga)
Kisah 19:2 tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Roh Kudus? Diri kita adalah bait Roh Kudus, oleh karena itu kita harus menjaga hati dan diri kita, dan juga tinggal di dalam DIA.
I. Janji Pentakosta
- Apa janji Pentakosta? – “Diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Lukas 24:29)
Janji Pentakosta. Dalam kotbah Petrus – “Janji akan Roh Kudus diperuntukkan kepada semua orang yang menerima panggilan dan pertobatan. “(Kisah 2:38-39)
II. Tujuan dari Pentakosta
Tujuan dari Pentakosta adalah – PENUAIAN --
(SHAVOUT – The Feast of Harvest/ Perayaan Penuaian)
Tuaian jiwa-jiwa adalah Hati dari Pentakosta (Yoel 2:23-27).
Dua hal yang penting untuk penuaian:
1. Hujan awal, mempersiapkan tanah untuk menaburkan benih.
2. Hujan akhir, mempersiapkan tanaman untuk menjadi matang dan siap dituai.
Yoel 3:9
Hujan Roh Kudus mempersiapkan buah di dunia ini untuk siap dituai. Sekarang waktunya semakin sempit, begitu banyak tuaian yang harus dituai!! Tujuan Pentakosta tidak lain, tetapi tuaian jiwa-jiwa. Jika kita dipenuhi Roh kudus, dan kuasaNya ada didalam kita, maka kita akan memanifestasikan kuasanya dan menjadi saksi bagi dunia.
III. Kekuatan Pentakosta
(Kisah 1:8) Kamu akan menerima kuasa
ay. 4,5 → dibaptis Roh Kudus
POWER : Dunamis / Dunamos
1. Dinamis (lawan Statis membosankan & membuat tidur)
2. Dinamit (ledakan & kekuatan untuk menghancurkan) – jika Roh kudus ada di dalam kita, maka segala area kehidupan kita yang keras dan tidak benar akan dihancurkan; dijadikanNya baru, dan berbuah)
3. Dinamo (memproduksi arus listrik menyalakan lampu) – Jika Roh kudus ada didalam kita maka ada arus listrik dalam hidup kita, tidak perlu lagi untuk dipompa untuk menyala; karena sekali menyala, akan terus menyala!!
(Kisah 2: 17-18 ; Yoel 2:28-29)
Kita harus memiliki kuasa Roh Kudus hari ini!! Banyak gereja masa kini yang kehilangan kuasa Roh Kudus. Gereja menjadi agamawi dan tidak rohani. Kerohanian bukanlah Agama!!
Religion/Agama : orang yang tidak kenal Tuhan berbicara dengan orang lain yang juga tidak kenal Tuhan tentang orang yang mengenal Tuhan. Yesus datang bukan membawa Agama, tetapi Yesus datang membawa Roh Kudus; sehingga menjadikan kita Rohani dan bukan Agamawi.
Hakim 16:18-21 – Simson adalah seorang yang diurapi Tuhan, akan tetapi ia kenakan-kanaknan (tidak bertumbuh). Orang yang diurapi Tuhan tidak memiliki rasa takut akan apapun, karena perlindungan Tuhan ada atasnya. Akan tetapi jika ia tidak dewasa dan tidak mau bertumbuh maka Roh Tuhan dapat pergi meninggalkan dia, sebab Roh Kudus adalah Pribadi. Dan ini yang terjadi pada Simson, Roh kudus meninggalkan dirinya. Simson terbujuk oleh Delilah untuk tidur dipangkuannya, dan kemudian rambutnya dicukur, sehingga Simson kehilangan kekuatannya dan ia:
1. Ditundukkan oleh bujuk rayu musuh (ay.19)
2. Terjebak rutinitas (“seperti yg sudah-sudah”) (ay.20a)
3. Tidak menyadari akan hadirat Tuhan (ay.20b)
4. Tertawan musuh (ay.21)
5. Tidak memiliki Visi (matanya dicungkil) (ay.21)
6. Hidup dan tinggal dalam daerah kekuasaan musuh (ay.21)
7. Mengalami perbudakan (ay.21)
8. Bekerja untuk musuh (ay.21) Tidak ada masa depan
Akan tetapi hari ini adalah saat Tuhan melakukan Restorasi!! Tuhan memulihkan kuasa Roh Kudus bagi gerejaNya.
IV. Mempraktekkan pengalaman Pentakosta
Kisah 2: 41-47
Apa yang mereka alami setelah Roh Kudus tinggal di dalam hidup kita:
Ay. 41 (Repentance) -- mereka memberi diri untuk dibatis dan bertobat sungguh-sungguh.
Bersedia dan mau untuk menerima dan merubah hidup kita.
Ay. 42 (Worship) -- mereka berkumpul bersekutu dan berdoa dan menyembah
Ay. 43 \(Sign & wonder) – karunia-karunia Roh Kudus akan dimanifestasikan dalam hidup kita
Ay. 44,45 (Generous Living) – hidup dengan kemurahan hati, menjadi berkat bagi orang lain
Ay. 46,47a (Harmonious Living) – hidup dengan tekun dan sehati
Ay. 47b (Witnessing) – hidup sebagai saksi Kristus
Kisah 2: 1-4, 12-18; 32-33
Apakah itu Pentakosta?
Kata Pentakosta berasal dari kata Penta yang berarti 50. Dalam tradisi orang Yahudi, mereka merayakan hari raya Shavuot, yang dirayakan 2 hari setelah Pesach (Paskah), yaitu pada hari ke enam bulan Shivan; dan berlangsung salama 7 minggu (49hari). Pada hari yang ke 50 mereka merayakan Shavuot atau dikenal juga dengan nama Pesta Tuaian, atau hari raya buah sulung, Di hari ini, orang Israel merayakan bagaimana Tuhan telah memberkati mereka, dan bagaimana mereka melihat apa yan gmereka tanam berbuah, dan ap ayang mereka lakukan berhasil. Dan pada saat perayaan itu berlangsung, di Sinagoga, kitab Rut dibacakan untuk mengingat masa-masa tuaian. Dan ketika mereka pulang kerumah, mereka akan makan kue keju dan kue madu untuk mengingatkan mereka bagaimana Tuhan membawa mereka dari perbudakan masuk ke tanah yang berlimpah susu dan madu. Sebelum dikusi Torah, madu di oleskan ke mulut bayi dan anak-anak untuk menyatakan belajar Torah itu manis. Juga untuk mengingat bagaimana Musa menerima 10 Perintah Allah di Sinai.
Perjanjian lama menekankan atau berfokus pada Firman, akan tetapi dalam perjanjian baru, ketika 120 pengikut Yesus dilawat oleh Roh kudus, perjanjian baru menekankan pada kehidupan Roh. Firman dan Roh berjalan bersama dan harus ada keseimbangan. Kita harus selalu bersiap sedia, sebab seringkali Tuhan melawat kita di saat yang tidak terduga!! Sama juga dengan kedatanganNya yang kedua kali, tidak ada yang tahu, oleh sebab itu kita harus bersiap sedia dan menjaga hati agar ketika IA datang kita didapatiNya setia.
3 tempat utama Yesus:
• Betlehem berarti Allah Bersama kita. (Yesus lahir)
• Calvary berarti Allah bagi kita. (Yesus mati)
• Pentecost berarti Allah di dalam kita. (Yesus naik ke sorga)
Kisah 19:2 tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Roh Kudus? Diri kita adalah bait Roh Kudus, oleh karena itu kita harus menjaga hati dan diri kita, dan juga tinggal di dalam DIA.
I. Janji Pentakosta
- Apa janji Pentakosta? – “Diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Lukas 24:29)
Janji Pentakosta. Dalam kotbah Petrus – “Janji akan Roh Kudus diperuntukkan kepada semua orang yang menerima panggilan dan pertobatan. “(Kisah 2:38-39)
II. Tujuan dari Pentakosta
Tujuan dari Pentakosta adalah – PENUAIAN --
(SHAVOUT – The Feast of Harvest/ Perayaan Penuaian)
Tuaian jiwa-jiwa adalah Hati dari Pentakosta (Yoel 2:23-27).
Dua hal yang penting untuk penuaian:
1. Hujan awal, mempersiapkan tanah untuk menaburkan benih.
2. Hujan akhir, mempersiapkan tanaman untuk menjadi matang dan siap dituai.
Yoel 3:9
Hujan Roh Kudus mempersiapkan buah di dunia ini untuk siap dituai. Sekarang waktunya semakin sempit, begitu banyak tuaian yang harus dituai!! Tujuan Pentakosta tidak lain, tetapi tuaian jiwa-jiwa. Jika kita dipenuhi Roh kudus, dan kuasaNya ada didalam kita, maka kita akan memanifestasikan kuasanya dan menjadi saksi bagi dunia.
III. Kekuatan Pentakosta
(Kisah 1:8) Kamu akan menerima kuasa
ay. 4,5 → dibaptis Roh Kudus
POWER : Dunamis / Dunamos
1. Dinamis (lawan Statis membosankan & membuat tidur)
2. Dinamit (ledakan & kekuatan untuk menghancurkan) – jika Roh kudus ada di dalam kita, maka segala area kehidupan kita yang keras dan tidak benar akan dihancurkan; dijadikanNya baru, dan berbuah)
3. Dinamo (memproduksi arus listrik menyalakan lampu) – Jika Roh kudus ada didalam kita maka ada arus listrik dalam hidup kita, tidak perlu lagi untuk dipompa untuk menyala; karena sekali menyala, akan terus menyala!!
(Kisah 2: 17-18 ; Yoel 2:28-29)
Kita harus memiliki kuasa Roh Kudus hari ini!! Banyak gereja masa kini yang kehilangan kuasa Roh Kudus. Gereja menjadi agamawi dan tidak rohani. Kerohanian bukanlah Agama!!
Religion/Agama : orang yang tidak kenal Tuhan berbicara dengan orang lain yang juga tidak kenal Tuhan tentang orang yang mengenal Tuhan. Yesus datang bukan membawa Agama, tetapi Yesus datang membawa Roh Kudus; sehingga menjadikan kita Rohani dan bukan Agamawi.
Hakim 16:18-21 – Simson adalah seorang yang diurapi Tuhan, akan tetapi ia kenakan-kanaknan (tidak bertumbuh). Orang yang diurapi Tuhan tidak memiliki rasa takut akan apapun, karena perlindungan Tuhan ada atasnya. Akan tetapi jika ia tidak dewasa dan tidak mau bertumbuh maka Roh Tuhan dapat pergi meninggalkan dia, sebab Roh Kudus adalah Pribadi. Dan ini yang terjadi pada Simson, Roh kudus meninggalkan dirinya. Simson terbujuk oleh Delilah untuk tidur dipangkuannya, dan kemudian rambutnya dicukur, sehingga Simson kehilangan kekuatannya dan ia:
1. Ditundukkan oleh bujuk rayu musuh (ay.19)
2. Terjebak rutinitas (“seperti yg sudah-sudah”) (ay.20a)
3. Tidak menyadari akan hadirat Tuhan (ay.20b)
4. Tertawan musuh (ay.21)
5. Tidak memiliki Visi (matanya dicungkil) (ay.21)
6. Hidup dan tinggal dalam daerah kekuasaan musuh (ay.21)
7. Mengalami perbudakan (ay.21)
8. Bekerja untuk musuh (ay.21) Tidak ada masa depan
Akan tetapi hari ini adalah saat Tuhan melakukan Restorasi!! Tuhan memulihkan kuasa Roh Kudus bagi gerejaNya.
IV. Mempraktekkan pengalaman Pentakosta
Kisah 2: 41-47
Apa yang mereka alami setelah Roh Kudus tinggal di dalam hidup kita:
Ay. 41 (Repentance) -- mereka memberi diri untuk dibatis dan bertobat sungguh-sungguh.
Bersedia dan mau untuk menerima dan merubah hidup kita.
Ay. 42 (Worship) -- mereka berkumpul bersekutu dan berdoa dan menyembah
Ay. 43 \(Sign & wonder) – karunia-karunia Roh Kudus akan dimanifestasikan dalam hidup kita
Ay. 44,45 (Generous Living) – hidup dengan kemurahan hati, menjadi berkat bagi orang lain
Ay. 46,47a (Harmonious Living) – hidup dengan tekun dan sehati
Ay. 47b (Witnessing) – hidup sebagai saksi Kristus
Senin, 01 Mei 2006
Power of Thoughts and Words
Kuasa Pikiran dan Perkataan
1. Mengenali pikiran dan perkataan yang menjatuhkan (Kejadian 3:1-13)
- Mengandalkan / fokus pada pikiran sendiri (ay.6a)
- Pikiran pasif / bodoh (Adam diam saja) (ay.6b)
- Pikiran yang tertutup (menutup diri / malu) (ay.7)
- Pikiran yang dipenuhi ketakutan (sembunyi) (ay.8&10)
- Pikiran dan bahasa yg sangat egois & tdk bertanggung jwb (mereka saling menyalahkan & menuduh) (ay.12,13)
Pikiran & bahasa spt ini efektif untuk menghancurkan diri sendiri & orang lain
2. Kuasa pembebasan (2 Korintus 5:17)
Dengan kematian dan kebangkitan Kristus, segala sesuatu telah diubahkan menjadi baru, termasuk cara berpikir kita!! Sebagai ciptaan yang baru, darah Yesus telah membersihkan dan menyucikan pikiran dan perkataan kita.
3. Memperbaharui pikiran (Roma 12:2)
Peperangan rohani bermula dari dalam pikiran kita (2 Korintus 10:3-5)
Ochuroma “meaning to fortify, through the idea of holding safely”
Anything on which one relies/of the arguments & reasonings by which a disputant endeavours to fortify his opinion and defend it against his opponent
4. Mengetahui cara untuk berpikir benar
- Mencintai & mengerti pentingnya firman Tuhan (Amsal 2:6; Mazmur 1:1-3; Yosua 1:8)
- Memfokuskan pikiran kita pada hal-hal surgawi (Kolose 3:1,2)
Anda dapat memilih apa yang ingin anda pikirkan. Inilah waktunya untuk memikirkan apa yang anda pikirkan.
- Fokuskan pada hal-hal yang positif (Amsal 23:7; Filipi 4:8)
Ketika anda berpikir positif, memikirkan pikiran-pikiran yang terbaik, anda akan terdorong kepada keberhasilan dan kemenangan. Jika anda merubah cara berpikirmu, maka Tuhan akan merubah kehidupanmu.
5. Mengerti akan kuasa perkataan (Yakobus 3:3,4)
- Jaga dan perhatikanlah apa yang anda katakan (Amsal 18:21)
Baiklah kita berhati-hati dengan apa yang keluar dari mulut kita, sebab perkataan mempunyai kuasa baik negative maupun positif.. Oleh sebab itu perkatakanlah firman Tuhan yang senantiasa membawa dampak positif.
Markus 11:23 Berkata-katalah kepada gunung-gunung
Yoel 3:10 Biarlah yang lemah berkata “aku kuat”
1 Yohanes 4:4 Dia yang ada didalammu lebih besar dari ….…
Yesaya 54:17 Setiap senjata yang ditempa terhadapku tidak akan berhasil ..
- Memperkatakan kata-kata yang dapat merubah hidup (Amsal 6:2)
Anda terjebak atau terikat dengan perkataan-perkataan dari mulutmu
Roma 10:10 Dengan hati orang percaya dibenarkan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan
- Memperkatakan berkat
Suatu berkat bukanlah berkat jika tidak diucapkan
Deklarasikan kemurahan Tuhan
Deklarasikan kebaikan Tuhan
1. Mengenali pikiran dan perkataan yang menjatuhkan (Kejadian 3:1-13)
- Mengandalkan / fokus pada pikiran sendiri (ay.6a)
- Pikiran pasif / bodoh (Adam diam saja) (ay.6b)
- Pikiran yang tertutup (menutup diri / malu) (ay.7)
- Pikiran yang dipenuhi ketakutan (sembunyi) (ay.8&10)
- Pikiran dan bahasa yg sangat egois & tdk bertanggung jwb (mereka saling menyalahkan & menuduh) (ay.12,13)
Pikiran & bahasa spt ini efektif untuk menghancurkan diri sendiri & orang lain
2. Kuasa pembebasan (2 Korintus 5:17)
Dengan kematian dan kebangkitan Kristus, segala sesuatu telah diubahkan menjadi baru, termasuk cara berpikir kita!! Sebagai ciptaan yang baru, darah Yesus telah membersihkan dan menyucikan pikiran dan perkataan kita.
3. Memperbaharui pikiran (Roma 12:2)
Peperangan rohani bermula dari dalam pikiran kita (2 Korintus 10:3-5)
Ochuroma “meaning to fortify, through the idea of holding safely”
Anything on which one relies/of the arguments & reasonings by which a disputant endeavours to fortify his opinion and defend it against his opponent
4. Mengetahui cara untuk berpikir benar
- Mencintai & mengerti pentingnya firman Tuhan (Amsal 2:6; Mazmur 1:1-3; Yosua 1:8)
- Memfokuskan pikiran kita pada hal-hal surgawi (Kolose 3:1,2)
Anda dapat memilih apa yang ingin anda pikirkan. Inilah waktunya untuk memikirkan apa yang anda pikirkan.
- Fokuskan pada hal-hal yang positif (Amsal 23:7; Filipi 4:8)
Ketika anda berpikir positif, memikirkan pikiran-pikiran yang terbaik, anda akan terdorong kepada keberhasilan dan kemenangan. Jika anda merubah cara berpikirmu, maka Tuhan akan merubah kehidupanmu.
5. Mengerti akan kuasa perkataan (Yakobus 3:3,4)
- Jaga dan perhatikanlah apa yang anda katakan (Amsal 18:21)
Baiklah kita berhati-hati dengan apa yang keluar dari mulut kita, sebab perkataan mempunyai kuasa baik negative maupun positif.. Oleh sebab itu perkatakanlah firman Tuhan yang senantiasa membawa dampak positif.
Markus 11:23 Berkata-katalah kepada gunung-gunung
Yoel 3:10 Biarlah yang lemah berkata “aku kuat”
1 Yohanes 4:4 Dia yang ada didalammu lebih besar dari ….…
Yesaya 54:17 Setiap senjata yang ditempa terhadapku tidak akan berhasil ..
- Memperkatakan kata-kata yang dapat merubah hidup (Amsal 6:2)
Anda terjebak atau terikat dengan perkataan-perkataan dari mulutmu
Roma 10:10 Dengan hati orang percaya dibenarkan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan
- Memperkatakan berkat
Suatu berkat bukanlah berkat jika tidak diucapkan
Deklarasikan kemurahan Tuhan
Deklarasikan kebaikan Tuhan
Kemenangan di Padang Gurun
Maz 63:1-6 Padang Gurun Membawa Kemenangan
Paradoks dalam ayat 1 dan 6:
Daud ada di padang gurun Yehuda (Ay.1)
- Ciyah (Ibrani): dry land, wild beats, without form, empty space, empty place, waste, nothing, confusion, wasteland, to go astray
- Menurut tradisi Yahudi: Daud melarikan diri dari Yerusalem akibat pemberontakan Absalom anaknya (I Sam 15,16)
- Menurut tafsir lain: Daud sedang dalam pelarian karena dikejar-kejar oleh Saul yang ingin membunuhnya
- Intinya Daud dalam keadaan yang sangat tidak baik dan dalam masalah besar
Daud mendapatkan damai sejahtera dan sukacita(Ay.6)
“I eat my fill of prime rib and gravy; I smack my lips. It’s time to shout praise” (The Message)
- Daud berkata “jiwaku dikenyangkan” :
Jiwa (Nephesh): life, mind, heart, desire, appetite, will, etc
Kenyang (Saba): fill, full, plenty, enough, satiate, enrich, fulfilled
- Daud juga berkata mulutnya “bersorak-sorai dan memuji-muji”
Bersorak (Rananah): joyful, triumphing, shout
Memuji (Halal): glory, boast, shine, celebrate
- Intinya Daud sperti seseorang yang baru saja menerima dan mengalami berkat Tuhan yang luar biasa
Beberapa pertanyaan penting:
1. Apakah anda sedang mengalami padang gurun ?
2. Apa yang anda rasakan dan bagaimana sikap anda ?
3. Daud memiliki pengalaman yang jarang dimiliki kebanyakan kita, suatu paradoks – saat di padang gurun dia menang. Bagaimana dengan anda?
4. Maukah anda mengalami pengalaman yang dialami oleh Daud?
Rahasia kemenangan di padang gurun:
1. Ay.2a Ya Allah, Engkaulah Allahku (Kis 2:21)
Daud memanggil TuhanNya, tanda bahwa Dia mengenal Tuhan dengan sangat baik (tidak sekedar tahu) (Hos 6:3; I Kor 8:3)
Do you really know Him personaly?
Do you have any personal experience with Him?
Can you call/ask/pray/cry out unto Him freely?
2. Ay.2b Aku mencari Engkau (Early will I seek You)
Daud menjadikan Tuhan prioritas utama dalam hidupNya
Saat kita bangun pagi: apa yang kita pikirkan? Ucapkan? Lakukan? Kerjakan? Menunjukkan prioritas kita
Prioritas utama kita adalah TUHAN dalam hidup kita
Prioritas utama kita adalah yang menjadi HARTA & HATI dalam hidup kita (Luk 12:34)
3. Ay.2c Jiwa haus &Tubuhku rindu kepadaMu
Daud menyatakan kebergantungannya yang total akan Tuhan
Siapa yang kita andalkan saat masalah datang?
Rahasia kemenangan Daud dalam setiap peperangan adalah Tuhan dan bukan “pasukan, perwira2 dan jendral2nya” (Zakh 4:6; Maz 51:12,13)
4. Ay.3 Aku memandangMu di tempat kudus
(I am in the place of worship – The Message)
Daud sangat menyadari arti penting ibadah dalam hidupnya
Daud melihat & menaruh keintiman dengan Tuhan pada tempat utama dalam hidupNya (Maz 84:2,3,11)
Didalam hadiratNya Daud mendapatkan:
a. KekuatanNya (memberi kesanggupan untuk terus maju)
b. KemuliaanNya (menjamin kemenangan atas setiap musuh-musuhnya)
Ibr 10:25 Nasehat FT tentang ibadah (KU, SB, KM)
5. Ay.4a Sebab kasih setiaMu lebih baik daripada hidup
(In your generous love I am really living at last – The Message)
Daud menyadari & hidup dalam anugerahNya yang limpah
Anugerah & kasih karunia memampukan kita melakukan yang tidak mampu kita lakukan (I Kor 15:9,10)
Kita umat PB harus lebih mengerti kebenaran ini (Yoh 1:16,17)
6. Ay.4b,5 Bibirku memegahkan, memuji seumur hidup
(I bless you every time I take a breath – The Message) & menaikkan tanganku demi namaMu
Daud memberikan korban pujian kepada Tuhan
Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan untuk memberkati Tuhan adalah dengan memberikan puji2an kepada Dia (Maz 103:1,2)
Korban pujian adl rahasia kemenangan saat menghadapi kesukaran (Kis 16:24-26)
Paradoks dalam ayat 1 dan 6:
Daud ada di padang gurun Yehuda (Ay.1)
- Ciyah (Ibrani): dry land, wild beats, without form, empty space, empty place, waste, nothing, confusion, wasteland, to go astray
- Menurut tradisi Yahudi: Daud melarikan diri dari Yerusalem akibat pemberontakan Absalom anaknya (I Sam 15,16)
- Menurut tafsir lain: Daud sedang dalam pelarian karena dikejar-kejar oleh Saul yang ingin membunuhnya
- Intinya Daud dalam keadaan yang sangat tidak baik dan dalam masalah besar
Daud mendapatkan damai sejahtera dan sukacita(Ay.6)
“I eat my fill of prime rib and gravy; I smack my lips. It’s time to shout praise” (The Message)
- Daud berkata “jiwaku dikenyangkan” :
Jiwa (Nephesh): life, mind, heart, desire, appetite, will, etc
Kenyang (Saba): fill, full, plenty, enough, satiate, enrich, fulfilled
- Daud juga berkata mulutnya “bersorak-sorai dan memuji-muji”
Bersorak (Rananah): joyful, triumphing, shout
Memuji (Halal): glory, boast, shine, celebrate
- Intinya Daud sperti seseorang yang baru saja menerima dan mengalami berkat Tuhan yang luar biasa
Beberapa pertanyaan penting:
1. Apakah anda sedang mengalami padang gurun ?
2. Apa yang anda rasakan dan bagaimana sikap anda ?
3. Daud memiliki pengalaman yang jarang dimiliki kebanyakan kita, suatu paradoks – saat di padang gurun dia menang. Bagaimana dengan anda?
4. Maukah anda mengalami pengalaman yang dialami oleh Daud?
Rahasia kemenangan di padang gurun:
1. Ay.2a Ya Allah, Engkaulah Allahku (Kis 2:21)
Daud memanggil TuhanNya, tanda bahwa Dia mengenal Tuhan dengan sangat baik (tidak sekedar tahu) (Hos 6:3; I Kor 8:3)
Do you really know Him personaly?
Do you have any personal experience with Him?
Can you call/ask/pray/cry out unto Him freely?
2. Ay.2b Aku mencari Engkau (Early will I seek You)
Daud menjadikan Tuhan prioritas utama dalam hidupNya
Saat kita bangun pagi: apa yang kita pikirkan? Ucapkan? Lakukan? Kerjakan? Menunjukkan prioritas kita
Prioritas utama kita adalah TUHAN dalam hidup kita
Prioritas utama kita adalah yang menjadi HARTA & HATI dalam hidup kita (Luk 12:34)
3. Ay.2c Jiwa haus &Tubuhku rindu kepadaMu
Daud menyatakan kebergantungannya yang total akan Tuhan
Siapa yang kita andalkan saat masalah datang?
Rahasia kemenangan Daud dalam setiap peperangan adalah Tuhan dan bukan “pasukan, perwira2 dan jendral2nya” (Zakh 4:6; Maz 51:12,13)
4. Ay.3 Aku memandangMu di tempat kudus
(I am in the place of worship – The Message)
Daud sangat menyadari arti penting ibadah dalam hidupnya
Daud melihat & menaruh keintiman dengan Tuhan pada tempat utama dalam hidupNya (Maz 84:2,3,11)
Didalam hadiratNya Daud mendapatkan:
a. KekuatanNya (memberi kesanggupan untuk terus maju)
b. KemuliaanNya (menjamin kemenangan atas setiap musuh-musuhnya)
Ibr 10:25 Nasehat FT tentang ibadah (KU, SB, KM)
5. Ay.4a Sebab kasih setiaMu lebih baik daripada hidup
(In your generous love I am really living at last – The Message)
Daud menyadari & hidup dalam anugerahNya yang limpah
Anugerah & kasih karunia memampukan kita melakukan yang tidak mampu kita lakukan (I Kor 15:9,10)
Kita umat PB harus lebih mengerti kebenaran ini (Yoh 1:16,17)
6. Ay.4b,5 Bibirku memegahkan, memuji seumur hidup
(I bless you every time I take a breath – The Message) & menaikkan tanganku demi namaMu
Daud memberikan korban pujian kepada Tuhan
Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan untuk memberkati Tuhan adalah dengan memberikan puji2an kepada Dia (Maz 103:1,2)
Korban pujian adl rahasia kemenangan saat menghadapi kesukaran (Kis 16:24-26)
Rabu, 01 Maret 2006
Developing a Kingdom Perspective
Membangun Perspektif Kerajaan Allah
Kerajaan Allah bukan berasal dari dunia ini, oleh karena itu dunia tidak dapat mengerti akan prisnip-prinsip kerajaanNya. Oleh karena itu untuk dapat mengerti dan masuk dalam kerajaan Allah, kita harus mengetahui beberapa pemikiran penting tentang kerajaanNya.
Matius 4: 23 – “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan bangsa itu.”
Misi Yesus adalah untuk memproklamasikan kerajaanNya dimuka bumi ini. Pesan yang disampaikanNya selama hidupnya di muka bumi ini adalah mengenai kerajaan Allah. Injil dan pengajaranNya disertai dengan tanda-tanda ajaib.
Kisah 1: 3 – “Kepada mereka ia menunjukkan diriNya setelah penderitaanNya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama 40 hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”
Kristus mengorbankan diriNya untuk satu tujuan yaitu menyediakan jalan masuk kedalam kerajaanNya. Kejadian 1:26, Allah menciptakan manusia serupa dan segambar dengan Allah, supaya manusia berkuasa memiliki otoritas dan punya kekuasaan. Dosa membuat manusia kehilangan kuasa dan kemuliaan Allah. Akan tetapi kabar baiknya adalah, Yesus telah datang Oleh karena itu asalah kita menjadi orang percaya bukanlah sekedar untuk masuk surga melainkan untuk adalah untuk kembali masuk dalam kerajaanNya, dan memerintah bersama dengan Dia. Eden menggambarkan kesempurnaan; dan kita semua sedang menuju kedalam kesempurnaan. Kita diciptakan untuk menjadi lebih dari pemenang lewat Dia (kuasa kebangkitanNya) yang mengasihi kita.
Apa itu kerajaan Allah?
Yohanes 18:36 – Jawab Yesus: “KerajaanKu bukan dari dunia ini; jika kerajaanKu dari dunia ini, pastihamba-hambaKu telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi kerajaanKu bukan dari sini.” Roma 14:17 – “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”
Kerajaan Allah adalah soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus; bukan soal harta atau hal-hal duniawi. Tujuan kita menjadi orang percaya adalah karena kebenaranNya dan bukan karena hal-hal duniawi. Sebab itu penampilan dan keberadaan kita bukan ditentukan dari hal-hal duniawi, melainkan oleh karena kebenaran, damai sejahtera dan sukacita.
1 Korintus 15:50 – “… daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.”
Hal-hal duniawi tidak mempengaruhi atau menentukan arti pribadi kita dimata Tuhan. Jika kebenaranNya, damai sejahtera dan sukacita surgawi ada dalam kehidupan kita, maka dari kehidupan kita terpancar kemuliaanNyadan dengan hidup kita, kita menyatakan kerajaanNya. Ketika kita percaya dan berharap kepadaNya maka kehidupan kita menjadi kehidupan yang terbaik, karena kita percaya akan tuntunan tangan Tuhan dan penyertaan Tuhan yang akan selalu membuatnya berhasil.
Bagaimana caranya masuk dalam kerajaan Allah?
Yohanes 3:5 – Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Satu-satunya jalan untuk seseorang dapat masuk dalam kerajaan Allah adalah dengan Lahir Baru. Dan Kelahiran baru hanya dapat dilakukan dengan percaya dengan hati dan mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus adalah pintu menuju kepada kerajaan Allah; Yesus adalah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup.
Matius 18:3-5 – “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia menyambut Aku.”
Selain itu yang harus kita lakukan adalah bertobat, merendahkan diri, dan bermentalitas seperti anak kecil.
Markus 10:23 – Lalu Yesus memandang murid-muridNya di sekeliling Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam kerajaan Allah.” Murid-muridNya tercengang mendengar perkataanNya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anakKu, alangkah sukarnya masuk ke dalam kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewato lobang jarum dari pada seorang kaua masuk ke dalam kerajaan Allah.” Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu adalah tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”
Ayat-ayat diatas berbicara mengenai gaya hidup yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan; gaya hidup yang tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tidak ego-sentris (berpusat pada diri sendiri).
Fokus kita bukan pada diri kita, fokus kita adalah kepada Tuhan. Oleh sebab itu ubahlah pikiranmu dan sudut pandangmu. Ketika kita semakin fokus kepada Tuhan, maka tidak ada hal apapun yang perlu dikuatirkan, karena Tuhan menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan.
Budaya kerajaan.
Matius 5:3-10 – The Up side down Kingdom – Kingdom values (Nilai-nilai kerajaan Allah).
Pasal ini berisikan dengan nilai-nilai kerajaan Allah. Jika kita mengaku berada dalam kerajaan Allah, maka nilai-nilai ini harus kita miliki dalam hidup kita.
Galatia 5:22-23 – Kingdom Character (Karakter kerajaan Allah).
Buah Roh merupakan karakter-karakter yang seharusnya kita miliki. Orang yang sudah dilahirkan kembali dan berada dalam kerajaan Allah pasti mengalami perubahan karakter. Kita diciptakan serupa dan segambar dengan Kristus, oleh sebab itu kita harus memiliki karakter seperti Kristus. Kita harus terus dan terus belajar untuk menjadi sempurna sesuai dengan karakter ilahi.
Matius 6:31-33 – Kingdom Provision (Penyediaan Tuhan)
Tuhan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan; tidak pernah sekalipun Ia tidak memperhatikan kita. Oleh karena itu utamakanlah kerjaan dan kebenaranNya, karena Ia akan menambahkan segala sesuatu yang engkau perlukan, bahakan lebih dari yang engkau banyangkan.
Matius 16:19 – Kingdom Power (Kuasa kerajaan Surga)
Kuasa kerajaan diberikan kepada kita; apapun yang kita ikat dibumi akan terikat disurga, dan apapun yang kita lepaskan dibumi akan terlepas disurga. Sebagai warga kerajaan sorga, kita memiliki jaminan yang kuat dari Tuhan.
Kerajaan Allah bukan berasal dari dunia ini, oleh karena itu dunia tidak dapat mengerti akan prisnip-prinsip kerajaanNya. Oleh karena itu untuk dapat mengerti dan masuk dalam kerajaan Allah, kita harus mengetahui beberapa pemikiran penting tentang kerajaanNya.
Matius 4: 23 – “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan bangsa itu.”
Misi Yesus adalah untuk memproklamasikan kerajaanNya dimuka bumi ini. Pesan yang disampaikanNya selama hidupnya di muka bumi ini adalah mengenai kerajaan Allah. Injil dan pengajaranNya disertai dengan tanda-tanda ajaib.
Kisah 1: 3 – “Kepada mereka ia menunjukkan diriNya setelah penderitaanNya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama 40 hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”
Kristus mengorbankan diriNya untuk satu tujuan yaitu menyediakan jalan masuk kedalam kerajaanNya. Kejadian 1:26, Allah menciptakan manusia serupa dan segambar dengan Allah, supaya manusia berkuasa memiliki otoritas dan punya kekuasaan. Dosa membuat manusia kehilangan kuasa dan kemuliaan Allah. Akan tetapi kabar baiknya adalah, Yesus telah datang Oleh karena itu asalah kita menjadi orang percaya bukanlah sekedar untuk masuk surga melainkan untuk adalah untuk kembali masuk dalam kerajaanNya, dan memerintah bersama dengan Dia. Eden menggambarkan kesempurnaan; dan kita semua sedang menuju kedalam kesempurnaan. Kita diciptakan untuk menjadi lebih dari pemenang lewat Dia (kuasa kebangkitanNya) yang mengasihi kita.
Apa itu kerajaan Allah?
Yohanes 18:36 – Jawab Yesus: “KerajaanKu bukan dari dunia ini; jika kerajaanKu dari dunia ini, pastihamba-hambaKu telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi kerajaanKu bukan dari sini.” Roma 14:17 – “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”
Kerajaan Allah adalah soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus; bukan soal harta atau hal-hal duniawi. Tujuan kita menjadi orang percaya adalah karena kebenaranNya dan bukan karena hal-hal duniawi. Sebab itu penampilan dan keberadaan kita bukan ditentukan dari hal-hal duniawi, melainkan oleh karena kebenaran, damai sejahtera dan sukacita.
1 Korintus 15:50 – “… daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.”
Hal-hal duniawi tidak mempengaruhi atau menentukan arti pribadi kita dimata Tuhan. Jika kebenaranNya, damai sejahtera dan sukacita surgawi ada dalam kehidupan kita, maka dari kehidupan kita terpancar kemuliaanNyadan dengan hidup kita, kita menyatakan kerajaanNya. Ketika kita percaya dan berharap kepadaNya maka kehidupan kita menjadi kehidupan yang terbaik, karena kita percaya akan tuntunan tangan Tuhan dan penyertaan Tuhan yang akan selalu membuatnya berhasil.
Bagaimana caranya masuk dalam kerajaan Allah?
Yohanes 3:5 – Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Satu-satunya jalan untuk seseorang dapat masuk dalam kerajaan Allah adalah dengan Lahir Baru. Dan Kelahiran baru hanya dapat dilakukan dengan percaya dengan hati dan mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus adalah pintu menuju kepada kerajaan Allah; Yesus adalah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup.
Matius 18:3-5 – “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia menyambut Aku.”
Selain itu yang harus kita lakukan adalah bertobat, merendahkan diri, dan bermentalitas seperti anak kecil.
Markus 10:23 – Lalu Yesus memandang murid-muridNya di sekeliling Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam kerajaan Allah.” Murid-muridNya tercengang mendengar perkataanNya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anakKu, alangkah sukarnya masuk ke dalam kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewato lobang jarum dari pada seorang kaua masuk ke dalam kerajaan Allah.” Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu adalah tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”
Ayat-ayat diatas berbicara mengenai gaya hidup yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan; gaya hidup yang tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tidak ego-sentris (berpusat pada diri sendiri).
Fokus kita bukan pada diri kita, fokus kita adalah kepada Tuhan. Oleh sebab itu ubahlah pikiranmu dan sudut pandangmu. Ketika kita semakin fokus kepada Tuhan, maka tidak ada hal apapun yang perlu dikuatirkan, karena Tuhan menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan.
Budaya kerajaan.
Matius 5:3-10 – The Up side down Kingdom – Kingdom values (Nilai-nilai kerajaan Allah).
Pasal ini berisikan dengan nilai-nilai kerajaan Allah. Jika kita mengaku berada dalam kerajaan Allah, maka nilai-nilai ini harus kita miliki dalam hidup kita.
Galatia 5:22-23 – Kingdom Character (Karakter kerajaan Allah).
Buah Roh merupakan karakter-karakter yang seharusnya kita miliki. Orang yang sudah dilahirkan kembali dan berada dalam kerajaan Allah pasti mengalami perubahan karakter. Kita diciptakan serupa dan segambar dengan Kristus, oleh sebab itu kita harus memiliki karakter seperti Kristus. Kita harus terus dan terus belajar untuk menjadi sempurna sesuai dengan karakter ilahi.
Matius 6:31-33 – Kingdom Provision (Penyediaan Tuhan)
Tuhan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan; tidak pernah sekalipun Ia tidak memperhatikan kita. Oleh karena itu utamakanlah kerjaan dan kebenaranNya, karena Ia akan menambahkan segala sesuatu yang engkau perlukan, bahakan lebih dari yang engkau banyangkan.
Matius 16:19 – Kingdom Power (Kuasa kerajaan Surga)
Kuasa kerajaan diberikan kepada kita; apapun yang kita ikat dibumi akan terikat disurga, dan apapun yang kita lepaskan dibumi akan terlepas disurga. Sebagai warga kerajaan sorga, kita memiliki jaminan yang kuat dari Tuhan.
Key
Kunci
Semua kita adalah warga kerajaan surga, namun jika kita tidak memegang kunci maka kita tidak akan pernah bisa masuk dalam kerajaan surga.
Kunci dalam bahasa Ibrani disebut = Maftayah -Alat untuk membuka dan menutup; dalam bahasa yunani disebut = klashi -juru kunci (the door keeper), dan juru kunci mempunyai otoritas. Menurut Kejadian 1:26 kita diciptakan untuk berkuasa, karena kita diciptakan sesuai dengan gambaran Allah. Orang yang berkuasa adalah orang yang memegang kunci.
Ada beberapa kunci yang terdapat didalam Alkitab:
1. Wahyu 9:1; 17:8 Anak kunci jurang maut yang tak berdasar. Iblis adalah raja pendusta. Oleh karena itu jangalah bermain atau berkompromi dengan iblis. Kenalilah iblis dan jangan membangun hubungan dengannya, karena kita bisa terseret dan masuk kedalam jurang maut yang tak berdasar. Media saat ini sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia, sebab itu kita harus lebih berhati-hati dengan apa yang anda lihat, dengar dan lakukan, karena dunia semakin jahat dan semakin menyesatkan. Jangan sampai kita terseret kedalam jurang maut.
2. Wahyu 1:17,18 Kunci maut dan kerajaan maut. Ini berbicara tentang kendali dosa, kematian yang kekal. Yang paling ditakuti orang yang tidak percaya kepada Tuhan adalah kematian, karena tidak ada kepastian akan kehidupan yang kekal. Dulu kunci maut ini dipegang oleh Iblis, akan tetapi ketika Yesus mati dan turun kedunia orang mati, Ia mengambil kembali otoritas atas dunia orang mati. Ini berbicara tentang sifat dosa, dan hanya kematian Kristus yang dapat melepaskan kita dari tubuh maut. Oleh karena itu setiap hari kita harus berdoa untuk menyalibkan sifat dosa yang mengikat kita, kita harus mati dari dosa; dan kemudian mengenakan manusia baru, dan membiarkan Roh Kudus untuk menuntun kehidupan kita.
3. Kunci Daud
Marilah kita menguatkan manusia baru kita dengan mengkonsumsi firman Tuhan setiap hari, dan mengikuti ibadah-ibadah, persekutuan bersama saudara-saudara seiman untuk menguatkan iman kita, dan saling menguatkan sesama kita.
4. Yesaya 22:20-2 kunci Rumah Daud, ini berbicara tentang kedudukan yang tinggi, kekuasaan/ kepemimpinan, kehormatan.
5. Lukas 11:52 Kunci pengetahuan, hikmat. Faktor Isakhar (1 Tawarikh 12:32 – suku yang mengetahui tentang masa). Kita harus memiliki kunci ini dalam kehidupan kita, sehingga kita berhikmat dalam setiap langkah kita mencapai keberhasilan. Kita sebagai warga kerajaan Allah, harus mempunyai etos kerja yang jauh lebih baik dari dunia ini. Ibrani 11:1 – Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Mintalah kunci pengetahuan!!
6. Matius 16:18-19 Kunci-kunci kerajaan surga. Ini adalah Master key dan apa yang terikat dibumi akan terikat di surga, dan apa yang dilepaskan dibumi akan terlepas di surga. Ini adalah masanya bagi Tuhan untuk membukakan pintu-pintu bagi kita dalam kehidupan ini. Jika Tuhan yang membukakan pintu bagi kita, maka tidak ada yang dapat menutupnya; dan kehidupan kita akan disertai oleh keberhasilan demi keberhasilan.
Semua kita adalah warga kerajaan surga, namun jika kita tidak memegang kunci maka kita tidak akan pernah bisa masuk dalam kerajaan surga.
Kunci dalam bahasa Ibrani disebut = Maftayah -Alat untuk membuka dan menutup; dalam bahasa yunani disebut = klashi -juru kunci (the door keeper), dan juru kunci mempunyai otoritas. Menurut Kejadian 1:26 kita diciptakan untuk berkuasa, karena kita diciptakan sesuai dengan gambaran Allah. Orang yang berkuasa adalah orang yang memegang kunci.
Ada beberapa kunci yang terdapat didalam Alkitab:
1. Wahyu 9:1; 17:8 Anak kunci jurang maut yang tak berdasar. Iblis adalah raja pendusta. Oleh karena itu jangalah bermain atau berkompromi dengan iblis. Kenalilah iblis dan jangan membangun hubungan dengannya, karena kita bisa terseret dan masuk kedalam jurang maut yang tak berdasar. Media saat ini sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia, sebab itu kita harus lebih berhati-hati dengan apa yang anda lihat, dengar dan lakukan, karena dunia semakin jahat dan semakin menyesatkan. Jangan sampai kita terseret kedalam jurang maut.
2. Wahyu 1:17,18 Kunci maut dan kerajaan maut. Ini berbicara tentang kendali dosa, kematian yang kekal. Yang paling ditakuti orang yang tidak percaya kepada Tuhan adalah kematian, karena tidak ada kepastian akan kehidupan yang kekal. Dulu kunci maut ini dipegang oleh Iblis, akan tetapi ketika Yesus mati dan turun kedunia orang mati, Ia mengambil kembali otoritas atas dunia orang mati. Ini berbicara tentang sifat dosa, dan hanya kematian Kristus yang dapat melepaskan kita dari tubuh maut. Oleh karena itu setiap hari kita harus berdoa untuk menyalibkan sifat dosa yang mengikat kita, kita harus mati dari dosa; dan kemudian mengenakan manusia baru, dan membiarkan Roh Kudus untuk menuntun kehidupan kita.
3. Kunci Daud
Marilah kita menguatkan manusia baru kita dengan mengkonsumsi firman Tuhan setiap hari, dan mengikuti ibadah-ibadah, persekutuan bersama saudara-saudara seiman untuk menguatkan iman kita, dan saling menguatkan sesama kita.
4. Yesaya 22:20-2 kunci Rumah Daud, ini berbicara tentang kedudukan yang tinggi, kekuasaan/ kepemimpinan, kehormatan.
5. Lukas 11:52 Kunci pengetahuan, hikmat. Faktor Isakhar (1 Tawarikh 12:32 – suku yang mengetahui tentang masa). Kita harus memiliki kunci ini dalam kehidupan kita, sehingga kita berhikmat dalam setiap langkah kita mencapai keberhasilan. Kita sebagai warga kerajaan Allah, harus mempunyai etos kerja yang jauh lebih baik dari dunia ini. Ibrani 11:1 – Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Mintalah kunci pengetahuan!!
6. Matius 16:18-19 Kunci-kunci kerajaan surga. Ini adalah Master key dan apa yang terikat dibumi akan terikat di surga, dan apa yang dilepaskan dibumi akan terlepas di surga. Ini adalah masanya bagi Tuhan untuk membukakan pintu-pintu bagi kita dalam kehidupan ini. Jika Tuhan yang membukakan pintu bagi kita, maka tidak ada yang dapat menutupnya; dan kehidupan kita akan disertai oleh keberhasilan demi keberhasilan.
Minggu, 01 Januari 2006
Experiencing God's Glory
Mengalami Kemuliaan Tuhan
Yesaya 60:1-3
Di tahun 2006 ini kita memasuki tahun kemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan pasti dinyatakan dalam kehidupan kita. Kesukaran, tantangan, tekanan yang kita hadapi akan semakin besar, akan tetapi bersama dengan Tuhan kita akan melihat bahwa masalah hanyalah alat yang digunakan Tuhan untuk, menguatkan kita, membentuk kita menjadi lebih baik.
Yesaya 60:1-3, adalah janji Tuhan bagi kita umatNya dalam memasuki tahun yang baru ini. Di dalam kesesakan dan kesukaran, bangkitlah dan bersinarlah karena Kemuliaan Tuhan nyata dalam kehidupan kita, dan Allah akan bangkit dan menyatakan kemuliaanNya atas kita. Bangsa-bangsa akan datang kepada kita karena Terang Tuhan nyata atas kita.
Kita harus memiliki dan mengisi hidup kita dengan Firman Tuhan, maka ketika dunia menekan kita yang keluar dari mulut kita adalah Firman Tuhan, yang penuh kuasa. Biarlah Firman Tuhan itu menjadi rhema dalam kehidupan kita yang selalu menguatkan kita untuk bertahan dan menang atas segala tekanan.
Mazmur 72:18,19; Janji Tuhan bagi kita adalah KemuliaanNya memenuhi seluruh bumi (memancar keluar). Bagaimana kemuliaan Tuhan memancar keluar? 1 Tawarikh 16:23-29: Di dalam kesukaran akan ada mujizat Tuhan yang dinyatakan. Ketika kita berharap dan bersandar kepada Tuhan sepenuhnya, Tuhan akan selalu menolong kita, membuka jalan bagi kita, mengadakan banyak mujizat bagi kita. Dan kemuliaanNya akan muncul dan menerangi bangsa-bangsa ketika kita menceritakan kemuliaan dan mujizatNya yang telah kita alami kepada bangsa-bangsa.
I. Apakah Kemuliaan Allah
Definisi Umum:
The distinctive feature of the presence of God often compared to power, weight or brightness.
Suatu tampilan yang khusus/khas dari hadirat Tuhan seringkali dibandingkan dengan kuasa, “kemantapan,” atau terang yang memancar
Dalam Bahasa Ibrani:
Kabod – Weight, Honour, Riches, Splendour (Kemantapan, Hormat, Kekayaan, Kualitas diatas rata-rata)
Dalam Bahasa Yunani:
Doxa – Honour, Brightness, Magnificence, Excellence (Hormat, Terang, Ajaib, Sempurna)
Ketika Kemuliaan Tuhan ada dalam kehidupan kita, kehidupan kita akan berubah dan kita menjadi orang yang hidupnya penuh dengan kualitas diatas rata-rata (terbaik).
II. Mengapa Kemuliaan Penting
1. Karena Kemuliaan adalah Atribut Allah
Ketika kita melihat Tuhan maka kita akan melihat kemuliaanNya. Oleh karena itu jika Tuhan ada dalam kehidupan kita, maka kemuliaan Tuhan juga ada dalam kehidupan kita.
2. Manusia Diciptakan Untuk Memancarkannya
Salah satu tugas yang sangat penting yang harus dilakukan Adam dan Hawa dalah menyatakan kemuliaan Tuhan. Tuhan ingin kita memancarkan kemuliaanNya diantara bangsa-bangsa.
III. Saat Bagaimana KemuliaanNya Dinyatakan
1. Saat Masalah/Pergumulan Terjadi
- Masalah adalah alat untuk kuasaNya dinyatakan
- Elia dan janda Sarfat (I Raja 17:12-16)
- Elisa dan air yang terpolusi (2 Raja 2:19-22)
- Daniel dan mimpi Raja (Daniel 2:10-19)
Setiap orang benar tidak akan kekurangan segala sesuatu yang baik karena Tuhan ada dipihak mereka, mujizat dinyatakan.
Orang tidak akan tahu bahwa kita punya Allah yang hidup sampai masalah datang dalam kehidupan kita dan kita mengalami kemenangan yang nyata di dalam Tuhan.
2. Saat Kita Alami Aniaya
- Aniaya adalah bukti bahwa kita bukan milik dunia
- Stefanus dibunuh (Kisah 7:54-57)
- Pemercaya jemaat mula-mula (Kisah 8:1b-4)
- Petrus keluar dari penjara (Kisah 12:5-11)
Aniaya adalah bukti bahwa sebentar lagi Tuhan akan menyatakan kemuliaanNya di dalam hidup kita.
3. Saat Kita Menghadapi Kemustahilan
- Kemustahilan adalah undangan terhadap mujizatNya
- Perempuan Sunem yg mandul (2 Raja 4:14-17)
- Yosafat dikepung 3 raja (2 Tawarikh 20:1-3, 22-25)
- Yesus memberi makan 5000 orang (Lukas 9:12-17)
- Lazarus dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:38-44)
Ketika mengalami kemustahilan, ingatlah bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh dengan mujizat. Seringkali Tuhan bawa kita menghadapi kemustahilan untuk melatih kita menjadi kuat. Ingatlah bahwa Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh-roh yang ada didalam dunia.
4. Saat PanggilanNya (Assignment) Datang
- Saat Dia memanggil Dia menyatakan diriNya
- Musa dan semak yg menyala (Keluaran 3:2)
- Yesaya dan peneguhan panggilan (Yesaya 6:1-8)
- Paulus ketika dipanggil (Kisah 9:3-5)
5. Saat Kita Melakukan KehendakNya
- Saat paling tepat untuk merasakan penyertaanNya adalah saat kita berjalan dalam kehendakNya
- Daud vs Goliat (I Samuel 17:40-52)
- Daniel di gua singa (Daniel 6:11-29)
- Sadrakh, Mesakh & Abednego di dapur api (Daniel 3:19-30)
- Yesus bukti utama (Filipi 2:5-11)
Tidak ada tempat yang paling aman di dalam dunia ini selain berada di dalam kehendak Allah.
6. Saat Injil Diberitakan
- Injil adalah Kuasa Tuhan sendiri
- Janji KuasaNya (Matius 28:19-20; Markus 16:17,18)
- Rasul2 & mujijat (Kisah 5:12-16)
- Filipus naik TWA (Kisah 8:39,40a)
(TWA = Travelling with Angel)
Ini adalah masanya dimana semua orang kudus (kita) memberitakan injil, melakukan perkara-perkara yang ajaib (mujizat-mujizat) dan Kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui kehidupan kita dan melawat orang-orang disekitar kita, membebaskan mereka, meyembuhkan mereka, memenangkan dan menyelamatkan mereka.
Yesaya 60:1-3
Di tahun 2006 ini kita memasuki tahun kemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan pasti dinyatakan dalam kehidupan kita. Kesukaran, tantangan, tekanan yang kita hadapi akan semakin besar, akan tetapi bersama dengan Tuhan kita akan melihat bahwa masalah hanyalah alat yang digunakan Tuhan untuk, menguatkan kita, membentuk kita menjadi lebih baik.
Yesaya 60:1-3, adalah janji Tuhan bagi kita umatNya dalam memasuki tahun yang baru ini. Di dalam kesesakan dan kesukaran, bangkitlah dan bersinarlah karena Kemuliaan Tuhan nyata dalam kehidupan kita, dan Allah akan bangkit dan menyatakan kemuliaanNya atas kita. Bangsa-bangsa akan datang kepada kita karena Terang Tuhan nyata atas kita.
Kita harus memiliki dan mengisi hidup kita dengan Firman Tuhan, maka ketika dunia menekan kita yang keluar dari mulut kita adalah Firman Tuhan, yang penuh kuasa. Biarlah Firman Tuhan itu menjadi rhema dalam kehidupan kita yang selalu menguatkan kita untuk bertahan dan menang atas segala tekanan.
Mazmur 72:18,19; Janji Tuhan bagi kita adalah KemuliaanNya memenuhi seluruh bumi (memancar keluar). Bagaimana kemuliaan Tuhan memancar keluar? 1 Tawarikh 16:23-29: Di dalam kesukaran akan ada mujizat Tuhan yang dinyatakan. Ketika kita berharap dan bersandar kepada Tuhan sepenuhnya, Tuhan akan selalu menolong kita, membuka jalan bagi kita, mengadakan banyak mujizat bagi kita. Dan kemuliaanNya akan muncul dan menerangi bangsa-bangsa ketika kita menceritakan kemuliaan dan mujizatNya yang telah kita alami kepada bangsa-bangsa.
I. Apakah Kemuliaan Allah
Definisi Umum:
The distinctive feature of the presence of God often compared to power, weight or brightness.
Suatu tampilan yang khusus/khas dari hadirat Tuhan seringkali dibandingkan dengan kuasa, “kemantapan,” atau terang yang memancar
Dalam Bahasa Ibrani:
Kabod – Weight, Honour, Riches, Splendour (Kemantapan, Hormat, Kekayaan, Kualitas diatas rata-rata)
Dalam Bahasa Yunani:
Doxa – Honour, Brightness, Magnificence, Excellence (Hormat, Terang, Ajaib, Sempurna)
Ketika Kemuliaan Tuhan ada dalam kehidupan kita, kehidupan kita akan berubah dan kita menjadi orang yang hidupnya penuh dengan kualitas diatas rata-rata (terbaik).
II. Mengapa Kemuliaan Penting
1. Karena Kemuliaan adalah Atribut Allah
Ketika kita melihat Tuhan maka kita akan melihat kemuliaanNya. Oleh karena itu jika Tuhan ada dalam kehidupan kita, maka kemuliaan Tuhan juga ada dalam kehidupan kita.
2. Manusia Diciptakan Untuk Memancarkannya
Salah satu tugas yang sangat penting yang harus dilakukan Adam dan Hawa dalah menyatakan kemuliaan Tuhan. Tuhan ingin kita memancarkan kemuliaanNya diantara bangsa-bangsa.
III. Saat Bagaimana KemuliaanNya Dinyatakan
1. Saat Masalah/Pergumulan Terjadi
- Masalah adalah alat untuk kuasaNya dinyatakan
- Elia dan janda Sarfat (I Raja 17:12-16)
- Elisa dan air yang terpolusi (2 Raja 2:19-22)
- Daniel dan mimpi Raja (Daniel 2:10-19)
Setiap orang benar tidak akan kekurangan segala sesuatu yang baik karena Tuhan ada dipihak mereka, mujizat dinyatakan.
Orang tidak akan tahu bahwa kita punya Allah yang hidup sampai masalah datang dalam kehidupan kita dan kita mengalami kemenangan yang nyata di dalam Tuhan.
2. Saat Kita Alami Aniaya
- Aniaya adalah bukti bahwa kita bukan milik dunia
- Stefanus dibunuh (Kisah 7:54-57)
- Pemercaya jemaat mula-mula (Kisah 8:1b-4)
- Petrus keluar dari penjara (Kisah 12:5-11)
Aniaya adalah bukti bahwa sebentar lagi Tuhan akan menyatakan kemuliaanNya di dalam hidup kita.
3. Saat Kita Menghadapi Kemustahilan
- Kemustahilan adalah undangan terhadap mujizatNya
- Perempuan Sunem yg mandul (2 Raja 4:14-17)
- Yosafat dikepung 3 raja (2 Tawarikh 20:1-3, 22-25)
- Yesus memberi makan 5000 orang (Lukas 9:12-17)
- Lazarus dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:38-44)
Ketika mengalami kemustahilan, ingatlah bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh dengan mujizat. Seringkali Tuhan bawa kita menghadapi kemustahilan untuk melatih kita menjadi kuat. Ingatlah bahwa Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh-roh yang ada didalam dunia.
4. Saat PanggilanNya (Assignment) Datang
- Saat Dia memanggil Dia menyatakan diriNya
- Musa dan semak yg menyala (Keluaran 3:2)
- Yesaya dan peneguhan panggilan (Yesaya 6:1-8)
- Paulus ketika dipanggil (Kisah 9:3-5)
5. Saat Kita Melakukan KehendakNya
- Saat paling tepat untuk merasakan penyertaanNya adalah saat kita berjalan dalam kehendakNya
- Daud vs Goliat (I Samuel 17:40-52)
- Daniel di gua singa (Daniel 6:11-29)
- Sadrakh, Mesakh & Abednego di dapur api (Daniel 3:19-30)
- Yesus bukti utama (Filipi 2:5-11)
Tidak ada tempat yang paling aman di dalam dunia ini selain berada di dalam kehendak Allah.
6. Saat Injil Diberitakan
- Injil adalah Kuasa Tuhan sendiri
- Janji KuasaNya (Matius 28:19-20; Markus 16:17,18)
- Rasul2 & mujijat (Kisah 5:12-16)
- Filipus naik TWA (Kisah 8:39,40a)
(TWA = Travelling with Angel)
Ini adalah masanya dimana semua orang kudus (kita) memberitakan injil, melakukan perkara-perkara yang ajaib (mujizat-mujizat) dan Kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui kehidupan kita dan melawat orang-orang disekitar kita, membebaskan mereka, meyembuhkan mereka, memenangkan dan menyelamatkan mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)