Senin, 01 Mei 2006

Gerak Maju

Apa yang membedakan sesuatu itu mati atau hidup? Jawabannya ada banyak tanda yang bisa dijadikan patokan. Tapi satu hal yang pasti adalah adanya pertumbuhan dan gerak yang konsisten. Secara umum kita akan sangat menikmati, bangga dan senang saat melihat tanda-tanda ini ada dalam hidup kita. Ibu yang mengandung anaknya melihat perkembangan kandungannya, bisnismen yang memulai usaha melihat apa yang dikerjakan berkembang, petani yang menanam melihat tumbuhan segar dan menghasilkan buah, pelajar yang sekolah belajar sesuatu yang baru dan mengetahui lebih banyak hal, perintis gereja mengalami pertumbuhan gereja: jemaat bukan hanya bertambah tapi juga dewasa, pelayanan makin berkembang, dan ada ribuan contoh lain

Gereja mula-mula memiliki pengalaman di atas, Lukas di bawah ilham Roh Kudus menuliskannya: “Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: “Kaami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja..…dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.” Dalam ayat-ayat sebelumnya kita melihat bagaimana gereja mengalami pertumbuhan yang dramatis. Ada lebih dari 3000 jiwa ditambahkan dalam jemaat Tuhan diluar 120 orang yang dipenuhi Roh Kudus. “Good problem” seringkali pak gembala ngomong waktu kita kewalahan menghadapi jiwa-jiwa yang berbondong-bondong datang mencari Tuhan.

Saya percaya dengan sepenuh hati anugerah Tuhan limpah atas kita. Saya sungguh-sungguh merasakan langit yang terbuka, “favor”Nya ada di atas kita, berkatNya menyertai bahkan perlindunganNya ada pada kita. Justru karena itulah kita perlu bijak menyikapi semuanya ini. Sebab saat “badai” (baca: revival) datang “bangunan” (baca:Gereja) yang tidak dibangun di atas batu karang yang kokoh akan hancur berantakan. Ini saatnya kita perlu belajar membagi waktu dan enerji yang dikaruniakan Tuhan agar kita bisa menjalankan setiap fungsi sesuai panggilanNya yang spesifik dalam hidup kita.

John Maxwell memberi nasehat praktis tentang hal ini dalam bukunya “The 21 Indispensable Qualities of a Leader” :
1. Fokus 70% dalam pengembangan kekuatan (pemimpin yang efektifnyang meraih potensinya memakai waktunya fokus kepada apa yang dia kuasai untuk dikerjakan daripada yang dia tidak kuasai)
2. Fokus 25% untuk hal-hal yang baru (mendedikasikan waktu untuk hal-hal baru yang berkaitan dengan area yang dikuasai akan menghasilakan pengembangan yang luar biasa)
3. Fokus 5% dalam kelemahan-kelemahan (minimalkan kelemahan-kelemahan dengan bekerjasama dan pendelegasian tugas-tugas)

Saya berdoa minggu yang baru ini terjadi pertambahan, pertumbuhan, dan perkembangan yang nyata sebagaimana doa Yabes: “perluas daerah kami.” Hanya jadilah bijak agar hal ini tidak menjadi bumerang melainkan sebaliknya pemicu untuk terus mengalami “gerak maju.” Bersama dengan Tuhan kita melakukan perkara-perkara besar. Soli Deo Gloria.

Waktu

Waktu sangat berharga, mengapa? Karena waktu yang sudah berlalu tidak bisa ditebus kembali. Waktu yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita bisa diisi dan dipakai untuk sesuatu yang baik dan berharga. Tetapi juga bisa diisi dan dipakai untuk sesuatu yang buruk dan sia-sia. Secara umum kita semua tahu tentang hal ini, masalahnya banyak di antara kita yang tidak sadar tentang hal ini. Akibatnya sementara waktu berlalu dan tidak bisa diulangi lagi, kita sudah kehilangan banyak hal yang penting dan berharga dalam hidup kita.

Alkitab mengatakan dalam Pengkhotbah 3:1-8, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.

Ayat-ayat di atas memberikan pengertian kepada kita tentang pentingnya waktu. Pertanyaannya hari ini kita sedang berada dalam waktu yang seperti apa? Saat-saat dan masa-masa yang ada harus kita sadari dengan sungguh-sungguh agar kita terus berjalan dalam hal-hal yang baik dan berharga. Satu hari pada saatNya kita akan terheran-heran akan apa yang Tuhan kerjakan bagi kita semua.

Doa saya hari ini, saat kita ada di hari yang baru dan minggu yang baru kita cukup peka dan menyadari kita ada di waktu yang seperti apa. Pakai waktu hari ini dan minggu ini dengan bijaksana, pakai semua untuk kemuliaanNya. Tuhan memberkati.

Power of Thoughts and Words

Kuasa Pikiran dan Perkataan

1. Mengenali pikiran dan perkataan yang menjatuhkan (Kejadian 3:1-13)
- Mengandalkan / fokus pada pikiran sendiri (ay.6a)
- Pikiran pasif / bodoh (Adam diam saja) (ay.6b)
- Pikiran yang tertutup (menutup diri / malu) (ay.7)
- Pikiran yang dipenuhi ketakutan (sembunyi) (ay.8&10)
- Pikiran dan bahasa yg sangat egois & tdk bertanggung jwb (mereka saling menyalahkan & menuduh) (ay.12,13)
Pikiran & bahasa spt ini efektif untuk menghancurkan diri sendiri & orang lain

2. Kuasa pembebasan (2 Korintus 5:17)
Dengan kematian dan kebangkitan Kristus, segala sesuatu telah diubahkan menjadi baru, termasuk cara berpikir kita!! Sebagai ciptaan yang baru, darah Yesus telah membersihkan dan menyucikan pikiran dan perkataan kita.

3. Memperbaharui pikiran (Roma 12:2)
Peperangan rohani bermula dari dalam pikiran kita (2 Korintus 10:3-5)
Ochuroma “meaning to fortify, through the idea of holding safely”
Anything on which one relies/of the arguments & reasonings by which a disputant endeavours to fortify his opinion and defend it against his opponent

4. Mengetahui cara untuk berpikir benar
- Mencintai & mengerti pentingnya firman Tuhan (Amsal 2:6; Mazmur 1:1-3; Yosua 1:8)

- Memfokuskan pikiran kita pada hal-hal surgawi (Kolose 3:1,2)
Anda dapat memilih apa yang ingin anda pikirkan. Inilah waktunya untuk memikirkan apa yang anda pikirkan.

- Fokuskan pada hal-hal yang positif (Amsal 23:7; Filipi 4:8)
Ketika anda berpikir positif, memikirkan pikiran-pikiran yang terbaik, anda akan terdorong kepada keberhasilan dan kemenangan. Jika anda merubah cara berpikirmu, maka Tuhan akan merubah kehidupanmu.

5. Mengerti akan kuasa perkataan (Yakobus 3:3,4)
- Jaga dan perhatikanlah apa yang anda katakan (Amsal 18:21)
Baiklah kita berhati-hati dengan apa yang keluar dari mulut kita, sebab perkataan mempunyai kuasa baik negative maupun positif.. Oleh sebab itu perkatakanlah firman Tuhan yang senantiasa membawa dampak positif.
Markus 11:23  Berkata-katalah kepada gunung-gunung
Yoel 3:10  Biarlah yang lemah berkata “aku kuat”
1 Yohanes 4:4  Dia yang ada didalammu lebih besar dari ….…
Yesaya 54:17  Setiap senjata yang ditempa terhadapku tidak akan berhasil ..

- Memperkatakan kata-kata yang dapat merubah hidup (Amsal 6:2)
Anda terjebak atau terikat dengan perkataan-perkataan dari mulutmu
Roma 10:10  Dengan hati orang percaya dibenarkan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan

- Memperkatakan berkat
Suatu berkat bukanlah berkat jika tidak diucapkan
Deklarasikan kemurahan Tuhan
Deklarasikan kebaikan Tuhan

Kemenangan di Padang Gurun

Maz 63:1-6  Padang Gurun Membawa Kemenangan

Paradoks dalam ayat 1 dan 6:

Daud ada di padang gurun Yehuda (Ay.1)
- Ciyah (Ibrani): dry land, wild beats, without form, empty space, empty place, waste, nothing, confusion, wasteland, to go astray
- Menurut tradisi Yahudi: Daud melarikan diri dari Yerusalem akibat pemberontakan Absalom anaknya (I Sam 15,16)
- Menurut tafsir lain: Daud sedang dalam pelarian karena dikejar-kejar oleh Saul yang ingin membunuhnya
- Intinya Daud dalam keadaan yang sangat tidak baik dan dalam masalah besar

Daud mendapatkan damai sejahtera dan sukacita(Ay.6)
“I eat my fill of prime rib and gravy; I smack my lips. It’s time to shout praise” (The Message)
- Daud berkata “jiwaku dikenyangkan” :
Jiwa (Nephesh): life, mind, heart, desire, appetite, will, etc
Kenyang (Saba): fill, full, plenty, enough, satiate, enrich, fulfilled
- Daud juga berkata mulutnya “bersorak-sorai dan memuji-muji”
Bersorak (Rananah): joyful, triumphing, shout
Memuji (Halal): glory, boast, shine, celebrate
- Intinya Daud sperti seseorang yang baru saja menerima dan mengalami berkat Tuhan yang luar biasa

Beberapa pertanyaan penting:
1. Apakah anda sedang mengalami padang gurun ?
2. Apa yang anda rasakan dan bagaimana sikap anda ?
3. Daud memiliki pengalaman yang jarang dimiliki kebanyakan kita, suatu paradoks – saat di padang gurun dia menang. Bagaimana dengan anda?
4. Maukah anda mengalami pengalaman yang dialami oleh Daud?

Rahasia kemenangan di padang gurun:
1. Ay.2a  Ya Allah, Engkaulah Allahku (Kis 2:21)

Daud memanggil TuhanNya, tanda bahwa Dia mengenal Tuhan dengan sangat baik (tidak sekedar tahu) (Hos 6:3; I Kor 8:3)
Do you really know Him personaly?
Do you have any personal experience with Him?
Can you call/ask/pray/cry out unto Him freely?

2. Ay.2b  Aku mencari Engkau (Early will I seek You)
Daud menjadikan Tuhan prioritas utama dalam hidupNya
Saat kita bangun pagi: apa yang kita pikirkan? Ucapkan? Lakukan? Kerjakan? Menunjukkan prioritas kita
Prioritas utama kita adalah TUHAN dalam hidup kita
Prioritas utama kita adalah yang menjadi HARTA & HATI dalam hidup kita (Luk 12:34)

3. Ay.2c  Jiwa haus &Tubuhku rindu kepadaMu
Daud menyatakan kebergantungannya yang total akan Tuhan
Siapa yang kita andalkan saat masalah datang?
Rahasia kemenangan Daud dalam setiap peperangan adalah Tuhan dan bukan “pasukan, perwira2 dan jendral2nya” (Zakh 4:6; Maz 51:12,13)

4. Ay.3  Aku memandangMu di tempat kudus
(I am in the place of worship – The Message)
Daud sangat menyadari arti penting ibadah dalam hidupnya
Daud melihat & menaruh keintiman dengan Tuhan pada tempat utama dalam hidupNya (Maz 84:2,3,11)
Didalam hadiratNya Daud mendapatkan:
a. KekuatanNya (memberi kesanggupan untuk terus maju)
b. KemuliaanNya (menjamin kemenangan atas setiap musuh-musuhnya)
Ibr 10:25  Nasehat FT tentang ibadah (KU, SB, KM)

5. Ay.4a  Sebab kasih setiaMu lebih baik daripada hidup
(In your generous love I am really living at last – The Message)
Daud menyadari & hidup dalam anugerahNya yang limpah
Anugerah & kasih karunia memampukan kita melakukan yang tidak mampu kita lakukan (I Kor 15:9,10)
Kita umat PB harus lebih mengerti kebenaran ini (Yoh 1:16,17)

6. Ay.4b,5  Bibirku memegahkan, memuji seumur hidup
(I bless you every time I take a breath – The Message) & menaikkan tanganku demi namaMu
Daud memberikan korban pujian kepada Tuhan
Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan untuk memberkati Tuhan adalah dengan memberikan puji2an kepada Dia (Maz 103:1,2)
Korban pujian adl rahasia kemenangan saat menghadapi kesukaran (Kis 16:24-26)

Rabu, 01 Maret 2006

Sudut Pandang Kerajaan Allah

Sudut pandang sangat menentukan “keberadaan” seseorang; yang saya maksudkan adalah cara dia melihat diri sendiri, orang lain, lingkungan, masa depannya dan bahkan hubungannya dengan Tuhan. Sudut pandang yang salah akan menyeret kita masuk dalam kondisi yang buruk dan berbahaya. Kita meyakini sesuatu yang kita pikir benar dan ternyata salah. Kita, pada akhirnya harus membayar mahal harga yang seharusnya tidak perlu kita bayar.

Sudut pandang yang benar sebaliknya akan membawa kita bukan hanya dalam jalan-jalan yang benar. Tetapi juga menjamin adanya hasil yang baik dan masa depan yang cerah. Harga yang kita harus bayarpun dalam pergumulan hidup akan sangat pantas dengan apa yang kita akan dapatkan.

Sebagai umat yang ditebus oleh darah Yesus yang mahal dan masuk dalam KerajaanNya, kita harus memiliki sudut pandang yang baru dan berbalik bahkan membuang yang lama. Rasul Paulus dalam Fil 3:13 mengatakan: “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku.”

Selanjutnya dalam Efesus 4:24 Paulus mengatakan: “…dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” Lebih jelas lagi dalam Kol 3:10 dikatakan: “…dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khaliknya…”

Dari beberapa ayat di atas, jelas sekali sebagai “umat Kerajaan” kita harus memiliki sudut pandang yang baru. Momen dimana kita melangkah masuk ke dalam KerajaanNya, momen yang sama kita harus hidup dengan sudut pandang KerajaanNya. Saya berdoa sesuai dengan nama yang kita dapat untuk pelayanan di tempat ini yaitu ROCK (Representative Of Christ’ Kingdom), “Perwakilan Kerajaan Kristus” maka perspektif, cara berpikir, dan cara hidup kita haruslah berdasarkan sudut pandang Kerajaan Allah. Sehingga apa yang menjadi doa Yesus “datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu dibumi seperti di surga” terjadi secara nyata dalam setiap aspek kehidupan kita. Tuhan memberkati.

Developing a Kingdom Perspective

Membangun Perspektif Kerajaan Allah

Kerajaan Allah bukan berasal dari dunia ini, oleh karena itu dunia tidak dapat mengerti akan prisnip-prinsip kerajaanNya. Oleh karena itu untuk dapat mengerti dan masuk dalam kerajaan Allah, kita harus mengetahui beberapa pemikiran penting tentang kerajaanNya.

Matius 4: 23 – “Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan bangsa itu.”
Misi Yesus adalah untuk memproklamasikan kerajaanNya dimuka bumi ini. Pesan yang disampaikanNya selama hidupnya di muka bumi ini adalah mengenai kerajaan Allah. Injil dan pengajaranNya disertai dengan tanda-tanda ajaib.
Kisah 1: 3 – “Kepada mereka ia menunjukkan diriNya setelah penderitaanNya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama 40 hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”

Kristus mengorbankan diriNya untuk satu tujuan yaitu menyediakan jalan masuk kedalam kerajaanNya. Kejadian 1:26, Allah menciptakan manusia serupa dan segambar dengan Allah, supaya manusia berkuasa memiliki otoritas dan punya kekuasaan. Dosa membuat manusia kehilangan kuasa dan kemuliaan Allah. Akan tetapi kabar baiknya adalah, Yesus telah datang Oleh karena itu asalah kita menjadi orang percaya bukanlah sekedar untuk masuk surga melainkan untuk adalah untuk kembali masuk dalam kerajaanNya, dan memerintah bersama dengan Dia. Eden menggambarkan kesempurnaan; dan kita semua sedang menuju kedalam kesempurnaan. Kita diciptakan untuk menjadi lebih dari pemenang lewat Dia (kuasa kebangkitanNya) yang mengasihi kita.

Apa itu kerajaan Allah?
Yohanes 18:36 – Jawab Yesus: “KerajaanKu bukan dari dunia ini; jika kerajaanKu dari dunia ini, pastihamba-hambaKu telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi kerajaanKu bukan dari sini.” Roma 14:17 – “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

Kerajaan Allah adalah soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus; bukan soal harta atau hal-hal duniawi. Tujuan kita menjadi orang percaya adalah karena kebenaranNya dan bukan karena hal-hal duniawi. Sebab itu penampilan dan keberadaan kita bukan ditentukan dari hal-hal duniawi, melainkan oleh karena kebenaran, damai sejahtera dan sukacita.

1 Korintus 15:50 – “… daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.”

Hal-hal duniawi tidak mempengaruhi atau menentukan arti pribadi kita dimata Tuhan. Jika kebenaranNya, damai sejahtera dan sukacita surgawi ada dalam kehidupan kita, maka dari kehidupan kita terpancar kemuliaanNyadan dengan hidup kita, kita menyatakan kerajaanNya. Ketika kita percaya dan berharap kepadaNya maka kehidupan kita menjadi kehidupan yang terbaik, karena kita percaya akan tuntunan tangan Tuhan dan penyertaan Tuhan yang akan selalu membuatnya berhasil.

Bagaimana caranya masuk dalam kerajaan Allah?
Yohanes 3:5 – Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Satu-satunya jalan untuk seseorang dapat masuk dalam kerajaan Allah adalah dengan Lahir Baru. Dan Kelahiran baru hanya dapat dilakukan dengan percaya dengan hati dan mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan. Yesus adalah pintu menuju kepada kerajaan Allah; Yesus adalah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup.

Matius 18:3-5 – “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu, ia menyambut Aku.”
Selain itu yang harus kita lakukan adalah bertobat, merendahkan diri, dan bermentalitas seperti anak kecil.

Markus 10:23 – Lalu Yesus memandang murid-muridNya di sekeliling Nya dan berkata kepada mereka: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam kerajaan Allah.” Murid-muridNya tercengang mendengar perkataanNya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: “Anak-anakKu, alangkah sukarnya masuk ke dalam kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewato lobang jarum dari pada seorang kaua masuk ke dalam kerajaan Allah.” Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu adalah tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

Ayat-ayat diatas berbicara mengenai gaya hidup yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan; gaya hidup yang tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tidak ego-sentris (berpusat pada diri sendiri).
Fokus kita bukan pada diri kita, fokus kita adalah kepada Tuhan. Oleh sebab itu ubahlah pikiranmu dan sudut pandangmu. Ketika kita semakin fokus kepada Tuhan, maka tidak ada hal apapun yang perlu dikuatirkan, karena Tuhan menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan.

Budaya kerajaan.
Matius 5:3-10 – The Up side down Kingdom – Kingdom values (Nilai-nilai kerajaan Allah).
Pasal ini berisikan dengan nilai-nilai kerajaan Allah. Jika kita mengaku berada dalam kerajaan Allah, maka nilai-nilai ini harus kita miliki dalam hidup kita.

Galatia 5:22-23 – Kingdom Character (Karakter kerajaan Allah).
Buah Roh merupakan karakter-karakter yang seharusnya kita miliki. Orang yang sudah dilahirkan kembali dan berada dalam kerajaan Allah pasti mengalami perubahan karakter. Kita diciptakan serupa dan segambar dengan Kristus, oleh sebab itu kita harus memiliki karakter seperti Kristus. Kita harus terus dan terus belajar untuk menjadi sempurna sesuai dengan karakter ilahi.

Matius 6:31-33 – Kingdom Provision (Penyediaan Tuhan)
Tuhan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan; tidak pernah sekalipun Ia tidak memperhatikan kita. Oleh karena itu utamakanlah kerjaan dan kebenaranNya, karena Ia akan menambahkan segala sesuatu yang engkau perlukan, bahakan lebih dari yang engkau banyangkan.

Matius 16:19 – Kingdom Power (Kuasa kerajaan Surga)
Kuasa kerajaan diberikan kepada kita; apapun yang kita ikat dibumi akan terikat disurga, dan apapun yang kita lepaskan dibumi akan terlepas disurga. Sebagai warga kerajaan sorga, kita memiliki jaminan yang kuat dari Tuhan.

Key

Kunci

Semua kita adalah warga kerajaan surga, namun jika kita tidak memegang kunci maka kita tidak akan pernah bisa masuk dalam kerajaan surga.
Kunci dalam bahasa Ibrani disebut = Maftayah -Alat untuk membuka dan menutup; dalam bahasa yunani disebut = klashi -juru kunci (the door keeper), dan juru kunci mempunyai otoritas. Menurut Kejadian 1:26 kita diciptakan untuk berkuasa, karena kita diciptakan sesuai dengan gambaran Allah. Orang yang berkuasa adalah orang yang memegang kunci.

Ada beberapa kunci yang terdapat didalam Alkitab:

1. Wahyu 9:1; 17:8 Anak kunci jurang maut yang tak berdasar. Iblis adalah raja pendusta. Oleh karena itu jangalah bermain atau berkompromi dengan iblis. Kenalilah iblis dan jangan membangun hubungan dengannya, karena kita bisa terseret dan masuk kedalam jurang maut yang tak berdasar. Media saat ini sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia, sebab itu kita harus lebih berhati-hati dengan apa yang anda lihat, dengar dan lakukan, karena dunia semakin jahat dan semakin menyesatkan. Jangan sampai kita terseret kedalam jurang maut.

2. Wahyu 1:17,18 Kunci maut dan kerajaan maut. Ini berbicara tentang kendali dosa, kematian yang kekal. Yang paling ditakuti orang yang tidak percaya kepada Tuhan adalah kematian, karena tidak ada kepastian akan kehidupan yang kekal. Dulu kunci maut ini dipegang oleh Iblis, akan tetapi ketika Yesus mati dan turun kedunia orang mati, Ia mengambil kembali otoritas atas dunia orang mati. Ini berbicara tentang sifat dosa, dan hanya kematian Kristus yang dapat melepaskan kita dari tubuh maut. Oleh karena itu setiap hari kita harus berdoa untuk menyalibkan sifat dosa yang mengikat kita, kita harus mati dari dosa; dan kemudian mengenakan manusia baru, dan membiarkan Roh Kudus untuk menuntun kehidupan kita.

3. Kunci Daud
Marilah kita menguatkan manusia baru kita dengan mengkonsumsi firman Tuhan setiap hari, dan mengikuti ibadah-ibadah, persekutuan bersama saudara-saudara seiman untuk menguatkan iman kita, dan saling menguatkan sesama kita.

4. Yesaya 22:20-2 kunci Rumah Daud, ini berbicara tentang kedudukan yang tinggi, kekuasaan/ kepemimpinan, kehormatan.

5. Lukas 11:52 Kunci pengetahuan, hikmat. Faktor Isakhar (1 Tawarikh 12:32 – suku yang mengetahui tentang masa). Kita harus memiliki kunci ini dalam kehidupan kita, sehingga kita berhikmat dalam setiap langkah kita mencapai keberhasilan. Kita sebagai warga kerajaan Allah, harus mempunyai etos kerja yang jauh lebih baik dari dunia ini. Ibrani 11:1 – Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Mintalah kunci pengetahuan!!

6. Matius 16:18-19 Kunci-kunci kerajaan surga. Ini adalah Master key dan apa yang terikat dibumi akan terikat di surga, dan apa yang dilepaskan dibumi akan terlepas di surga. Ini adalah masanya bagi Tuhan untuk membukakan pintu-pintu bagi kita dalam kehidupan ini. Jika Tuhan yang membukakan pintu bagi kita, maka tidak ada yang dapat menutupnya; dan kehidupan kita akan disertai oleh keberhasilan demi keberhasilan.