Jumat, 01 Februari 2008

Menghancurkan "Tikus-Tikus" Dalam Kehidupan

I Samuel 6: 4-5 Sesudah itu bertanyalah mereka: "Apakah tebusan salah yang harus kami bayar kepada-Nya?" Jawab mereka: "Menurut jumlah raja-raja kota orang Filistin, lima borok emas dan lima tikus emas, sebab tulah yang sama menimpa kamu sekalian dan raja-raja kotamu.
Jadi buatlah gambar borok-borokmu dan gambar tikus yang merusak tanahmu, dan sampaikanlah hormatmu kepada Allah Israel. Mungkin Ia akan mengangkat dari padamu, dari pada allahmu dan dari pada tanahmu tangan-Nya yang menekan dengan berat. Borok berbicara tentang penyakit, tikus itu berbicara tentang hama, tikus itu menghancurkan tanah, mencuri, dan memakan sedikit demi sedikit sampai habis. Tikus ternyata sangat berbahaya sekali tetapi Firman memberikan hikmat apa yang harus kita lakukan untuk menghancurkannya :

1. Mengawasi kehidupan kita - Mengamati (Watch)
I Timotius 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau. Tikus itu berkembang biak di tempat kotor, tempat-tempat dimana banyak sampah berserakan, mereka tumbuh dan tinggal di situ. Secara rohani, tikus berbicara tentang roh jahat. Roh jahat ini tinggal di tempat yang “kotor” itu sebabnya kita harus menjaga kehidupan kita. Firman Tuhan dalam I Timotius berkata tidak hanya mengenai kepemimpinan tetapi juga berbicara secara pribadi untuk kehidupan kita. Di dalam posisi kepemimpinan diterangkan bagaimana kita harus mengawasi semua ajaran yang kita berikan kepada jemaat, tetapi untuk setiap kita bicara tentang “pesan” apa yang kita sampaikan lewat hidup kita. Contoh: bagaimana dan cara kita tersenyum itu dapat memberkati orang tetapi dapat juga membuat orang tersinggung. Kita harus mengawasi kehidupan kita supaya bersih, bukan hanya lingkungan atau apa yang ada di sekeliling kita saja. Kalau dulu kita pergi ke bengkel, kita akan melihat banyak onderdil yang berserakan dan juga oli yang berserakan tetapi sekarang sudah berbeda semua onderdil tertata rapi, karyawan-karyawannya memakai seragam dan bahkan kalau ada tamu disambut dengan baik dan dipersilahkan duduk di tempat yang baik. Adanya kebersihan dan juga pelayanan yang baik menarik banyak pelanggan. Sebenarnya manusia itu diciptakan untuk hidup di tempat yang bersih dan bukan di tempat yang kotor. Daud meminta Tuhan bahkan untuk menjaga perkataannya.
Mzm 141: 3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

2. Menjaga kehidupan - Memperingatkan (Warn)
I Petrus 5:8-9 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Matius 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. Kita harus menjaga kehidupan kita karena kita tahu bahwa tikus itu pandai, kalau kita lengah sedikit dia bisa masuk dan tikus itu binatang yang berkembang-biaknya sangat cepat sekali. Misalnya kita lengah dalam membaca Alkitab karena terlambat bangun pagi dan kita berpikir “yah nanti siang saja lalu nanti malam saja dan akhirnya 1 hari terlewati”. Kita tidak bisa meminta agar waktu itu diulangi, karena waktu akan pergi begitu saja dan tidak mungkin dapat diulangi. Kalau kita tidak bisa menjaga waktu yang Tuhan berikan kepada kita, maka kita akan menyesal dikemudian hari. Kita harus sadar dan mengingatkan diri kita senantiasa, khususnya dalam doa-doa, Paulus memberi nasehat Kolose 4:2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.

3. Menghancurkan Iblis - Memerangi (War)
Jangan kompromi dengan dosa. Berhala apapun itu harus dihancurkan, keintiman tidak bisa terjadi kalau ada berhala. Suami istri tidak bisa intim kalau ada apa pun atau siapa pun diantara mereka. Kita dengan Tuhan juga tidak bisa intim kalau ada penghalang-penghalang. Apapun penghalang itu “ketakutan” atau “masalah” dalam hidup kita, tidak boleh menguasai diri kita. Yak 4:6-8 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
Kita diberi kuasa untuk mengalahkan musuh-musuh kita (Iblis). Ada 3 kunci untuk mendapatkan kuasa tersebut yaitu:
- “humility” (kerendahan hati)
- “intimacy” (keintiman)
- “purity” (tahir/kemurnian)

4. Hidup Dalam Hikmat - Bijaksana (Wisdom)
Tikus ternyata binatang yang tergolong cerdas karena itu seringkali digunakan dalam beberapa penelitian. Tikus yang dimasukkan didalam kotak “maze” (kotak yang berselang-seling) setelah beberapa kali “trial and error” (mencoba-coba), dia akan menemukan jalan keluarnya. Iblis itu ciptaan yang sudah tua dan dia ada lebih dulu dari kita jadi kita perlu hikmat dari Allah untuk mengalahkannya. Masalahnya orang sering berpikir jadi orang pintar saja cukup. Pandai dan bijaksana itu berbeda, orang pandai belum tentu bijak tetapi orang bijak itu pasti pandai.
Kitab Amsal memberikan janji yang luar biasa bagi setiap orang yang hidup dalam hikmat.

Amsal 3:13-16
Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata; apa pun yang kau inginkan, tidak dapat menyamainya. Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

Power of Attitude

Bulan yang pertama adalah bulan hati dan bulan yang kedua ini adalah bulan sikap. Didalam bulan hati, kita banyak berbicara mengenai hati dan Alkitab mengatakan jagalah hatimu karena dari situlah terpancar kehidupan terjemahan lain mengatakan guard your heart with all your dilligent yaitu dengan segala kerajinanmu. Kalau Alkitab mengatakan dengan kerajinan itu berarti hati itu sangat penting sekali dan kalau Firman Tuhan mengatakan tentang hati itu tidak hanya mengatakan tentang perasaan (emosi) tetapi itu sebetulnya berbicara tentang mind heart. Ada kesinambungan yang tidak dapat dipisahkan antara pikiran kita dan hati kita. Semuanya itu berkaitan satu sama lain dalam fungsinya. Dan apa yang dihasilkan dari fungsi itu akan menghasilkan sikap kita (attitude). Karena itu kalau seseorang hatinya diubahkan maka sikapnya juga pasti berubah. Sikap kita memainkan peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan ataupun kegagalan kita.

Attitude determine altitude (sikap menentukan ketinggian). Orang disenangi atau orang tidak disenangi itu tergantung dari sikap kita. Sikap itu bisa menghancurkan dan juga bisa membangun diri kita. Orang yang pemikirannya negative sesuai penelitian dikatakan bahwa kesehatannya lebih buruk dibandingkan orang yang positive. Alkitab mengatakan hati yang gembira adalah obat tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Hidup itu tidak pernah lepas dari masalah, tetapi banyak orang yang berpikir bahwa dia adalah orang mempunyai masalah yang paling berat padahal ada banyak yang mempunyai masalah lebih berat tetapi dapat mempunyai sikap yang baik.
Attitude bisa menyembuhkan kita tetapi juga bisa menghancurkan kita. 95% sikap kita dihasilkan dari diri kita dan bukan karena lingkungan di sekitar kita. Bulan ini adalah bulan sikap, mari kita ubah sikap kita menjadi baru yang dulunya negative menjadi positive atau lebih tepatnya mengubah sikap yang salah menjadi benar.

Efesus 4:21-24
Didalam dunia ini yang masuk didalam berita selalu hal-hal yang tidak baik sehingga tanpa kita sadari kita masuk dalam hal-hal yang negative. Di dalam suatu Kerajaan pasti ada yang namanya School of Royalty (Sekolah Kebangsawanan) yang mengajarkan bagaimana harus bersikap sebagai pangeran dan putri kerajaan. Wilson Churchill mengangkat topinya kepada seorang wanita yang bukan wanita baik-baik ketika dia ditanya oleh anggota kongres mengapa dia melakukan hal tersebut, dengan mudah Wilson Churchill mengatakan saya melakukan hal tersebut bukan karena siapa dia tetapi karena siapa saya, I’m a genteleman. Orang bisa saja jahat terhadap kita tetapi kita tetap bersikap baik kepada dia. Yesus memberikan rumus yang sangat sederhana yaitu apa yang engkau ingin orang perbuat kepada dirimu, lakukanlah itu kepada mereka. Kesombongan bisa dilawan dengan kerendahan hati.

FAKTA MENGENAI SIKAP
1. Sikap kita itu menyatakan siapa diri kita sebenarnya. Ams 23:7

Karakter inti kita adalah sikap kita. Sebagaimana manusia berpikir didalam hatinya, begitulah ia.
Mat 15:16
Seseorang dapat memanipulasi sikapnya tetapi apabila tekanan dating maka sifat aslinya akan terlihat. Biarlah Roh Kudus mengubahkan sikap kita. Jangan biarkan sikap orang lain mempengaruhi sikap kita. Alasan kita bersikap buruk karena sebenarnya kita sudah bersikap buruk didalam hati kita dan bukan karena apa yang terjadi di sekeliling kita.

2. Sikap kita menentukan keberhasilan atau kegagalan.
Dalam hal ini adalah hubungan kita dengan manusia dan hubungan kita dengan Tuhan.
Kain mempunyai hubungan yang tidak baik dengan saudaranya lalu dengan Tuhan. Kain mempunyai roh pemberontakan. Tuhan bertanya kepada Kain mengapa hatimu panas …. mengapa wajahmu muram …. Satu kekeliruan akan diikuti dengan kekeliruan yang lain. Sikap itu juga menentukan suatu generasi. Generasi dari Kain semuanya menjadi pemberontak sedangkan generasi Set (pengganti dari Habil) dikatakan sebagai Godly generation.

3. Sikap kita adalah pilihan kita.
Kehormatan kita tidak tergantung dengan orang lain atau apa yang ada disekitar kita. Victor Frankle ketika dipermalukan di kamp konsentrasi mengatakan mereka dapat menyobek pakaian saya tetapi tidak dapat menyobek kehormatan saya. Mulut yang terlalu manis yang selalu memuji-muji itu juga tidak bias dipercaya. Kita bias memilih memilih sikap apa yang akan kita ambil dan dari pilihan itu kita akan menjalani hari-hari yang sesuai dengan keputusan kita tadi. Alkitab mengatakan kita tidak berjalan dengan apa yang kita lihat tetapi dengan iman kita. Petrus dan Yudas mendapatkan pengampunan dari Tuhan. Perbedaannya Petrus menerima pengampunan itu sedangkan Yudas tidak menerima pengampunan itu bahkan menghukum dirinya sendiri. Kalaupun kita menghadapi kesukaran dalam hidup kita seberapa besar kesukaran dan tekanan itu kalau kita punya sikap yang baik dan benar, problem itu akan jadi berkat buat kita. Amin.

Selasa, 01 Januari 2008

Jagalah Hatimu

(GUARDING YOUR HEART)

Tahun ini adalah the year of new beginning. Memang angka 7 adalah angka yang sempurna dan angka 8 adalah angka suatu awal yang baru. Saya percaya bahwa ada level yang baru, tingkatan yang baru, dimensi yang baru yang Tuhan mau kerjakan dalam kehidupan kita. Pada tahun yang lalu kita banyak bicara mengenai menakhlukkan, mengenai dominion, mengenai Kingly authority (otoritas Kerajaan). Kita sadar bahwa setiap daripada kita diberi kuasa dan musuh yang paling besar yang hadir kita hadapi adalah diri kita sendiri. Ketika Musa mati dan Yosua menggantikan untuk memasuki tanah yang Tuhan janjikan – tanah Kanaan. Yosua adalah generasi yang baru tetapi masih merasakan akan generasi yang lama sehingga dia adalah orang yang cukup mengerti bagaimana sifat Israel yang akan dibawanya untuk memasuki tanah Kanaan sesuai dengan perintah Tuhan kepadanya. Kata yang dipakai untuk mengambil-alih adalah possess the land. Untuk mencapai tanah itu ada bagian yang juga harus kita kerjakan, dan bagian itu adalah percaya. Untuk menikmati tanah perjanjian, Yosua harus mengalami berbagai-bagai rintangan dan halangan. Dalam Yosua 1, beberapa kali Tuhan mengatakan untuk tidak berkecil hati, jangan takut. Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri karena itu tema bulan ini adalah new heart.

Yeremia 17:9 Betapa liciknya hati lebih licik dari segala sesuatu. Tahun yang lalu kita tutup dengan menyembah Allah yang benar supaya kita tidak hidup dalam penipuan. Hati itu lebih licik dari segala sesuatu, hatinya sudah membatu siapakah yang dapat mengetahuinya, itulah keadaan hati manusia menurut Firman Allah. Seringkali didalam konseling terutama konseling keluarga, si istri bercerita saya kira saya kenal suami saya ternyata saya tidak kenal suami saya, saya tidak menyangka dia melakukan itu. Karena itu hati kita perlu diperbaharui senantiasa, kita perlu memelihara hati kita. Di dalam Firman Tuhan dikatakan bagaimana pentingnya kita untuk memelihara atau memperhatikan hati kita.

Mat 15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Tuhan itu tidak pernah berubah dan Dia mengubahkan kita dari dalam ke luar (from inside out). Kita tidak akan pernah bisa berubah kalau dari luar ke dalam. Perjanjian Lama itu adalah hukum dan hukum itu berusaha mengubahkan manusia dari luar ke dalam. Peraturan itu baik tapi kalau hati tidak diubahkan maka akan tetap ada yang namanya pelanggaran. Ada seorang istri yang berkata kepada saya, “saya harus menjaga suami saya pak kalau tidak dia bisa hilang, yah mau bagaimana lagi kita kan sudah menikah”. Hal ini bukan sesuatu yang mudah, bahkan Alkitab mengatakan ini adalah usaha menjaring angin, usaha yang sia-sia dan sangat melelahkan. Tetapi begitu suaminya dijamah Tuhan dan hidup dalam pertobatan, semuanya diubahkan.

Saya akan tunjukkan betapa pentingnya memiliki hati yang baru. Kemarin saya diminta oleh ROCK Mojokerto untuk berbicara mengenai Kingdom Paradigm (paradigma kerajaan). Paradigma kerajaan ini sangat berhubungan dengan hati. Paradigma adalah cara pandang kita terhadap segala sesuatu, cara kita memandang rekan kita, cara kita memandang keluarga kita, cara kita memandang suami/istri dan anak-anak kita, cara kita memandang pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, cara kita memandang relationship/hubungan kita dengan siapa pun, cara kita memandang keuangan/ekonomi kita, cara kita memandang Tuhan dan hubungannya dengan hidup kita, cara kita memandang setiap aspek dalam kehidupan kita, itu akan menentukan apakah kita akan menang atau kalah. Paradigma yang diubahkan dimulai dari perubahan hati, sebab kalau hati kita diubahkan maka seluruh aspek kehidupan kita akan diubahkan. Waktu hati kita diubahkan, maka cara bicara kita menjadi lain.

Lukas 6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik, dari perbendaharaan hatinya yang baik. Orang yang jahat akan mengeluarkan harta yang jahat. Karena yang keluar dari mulutnya keluar dari hatinya. Tuhan hanya membedakan manusia yaitu yang baik dan yang jahat. Perkataan itu penting, perkataan itu punya kuasa untuk mengubah karena itu perhatikan apa yang keluar dari mulutmu.

Amsal mengatakan Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan (Guard your heart). Kita harus selalu memperhatikan keadaan hati kita oleh karena apa yang ditulis dalam Yeremia tadi. Amsal mengatakan kita harus menjaga dengan segala kewaspadaan terutama pada setiap ucapan, bahasa, kalimat yang kita keluarkan. Orang yang sedang marah tidak bisa berbicara lemah lembut tetapi orang yang bisa menguasai diri, dia masih bisa menjaga hatinya dan menahan perkataannya. Jaga hati itu tidak mudah terutama bagi yang temperamental. Karena sebagaimana hati kita seperti itu juga hidup kita, dunia medis sudah membuktikan bahwa hati yang gembira adalah obat.

Hati yang baru itu adalah karya Tuhan karena Dia yang menciptakannya.

Amsal 15:13 Hati yang gembira membuat muka yang berseri-seri. ‘Muka’ disini maksudnya adalah warna wajah dan warna wajah itu yang menunjukkan bagaimana hati kita.

Menyembah Allah Yang Benar

Salah satu tantangan yang akan kita hadapi pada akhir zaman ini adalah penyesatan. Dalam Matius 24 Tuhan Yesus menceritakan kepada murid-muridNya peristiwa-peristiwa yang akan terjadi menjelang kedatanganNya yang kedua kali. Ada hamba Tuhan yang mengatakan bahwa kita bukan berada di akhir zaman tetapi ada di penghujung dari akhir zaman, jadi kedatanganNya sudah sangat dekat.

Mengapa harus ada penyesatan? Yaitu untuk membedakan antara yang asli dan yang palsu. Penyesatan itu adalah sepertinya asli tapi palsu dan manusia itu pada dasarnya tidak suka yang aspal. Contohnya kalau kita disodorkan untuk memilih antara berlian yang asli dengan berlian sirkon maka kita akan memilih berlian yang asli walaupun untuk sehari-hari mungkin ibu-ibu lebih banyak memilih berlian sirkon untuk segi keamanan dan juga tidak terlalu kelihatan bedanya kalau dipakai. Kita sebenarnya tidak suka dengan yang palsu baik itu sikap yang palsu, cinta yang palsu, omongan yang palsu atau info yang palsu, tetapi kadang-kadang kita mengijinkan hal itu terjadi

Pada akhir zaman ini mulai banyak pengajaran-pengajaran yang palsu yang mulai disebarkan, untuk itu kita harus hati-hati. Ada sebuah buku berjudul “the Secret”, buku ini kecil tetapi berisikan cara-cara menjadi sukses yang sebenarnya rahasia sukses itu adalah di dalam Firman Tuhan. Buku tersebut menonjolkan “man power” (kekuatan manusia).

Jadi kalau kita mau sukses, mau hidup enak, mau segalanya berhasil, semuanya itu tergantung dari cara berpikir kita “the way of thinking”.

Cara berpikir kita harus positif dan melihat hal-hal yang baik saja, bahkan salah satu penyumbang mengatakan bahwa dia tidak mau melihat berita lagi karena isinya adalah hal-hal yang buruk yang terjadi di dalam dunia. Karena kalau kita melihat hal-hal yang buruk itu maka hal-hal yang buruk itu nantinya dapat terjadi dalam kehidupanmu.

Apakah buku itu benar? TIDAK. Karena buku itu mengajarkan sukses tanpa Tuhan, istilah yang dipakai di situ adalah semesta. Idenya mungkin betul tetapi arahnya salah, karena Yesus berkata “without Me, you can do nothing” (tanpa Aku, engkau tidak dapat melakukan apa-apa) maksudnya tanpa Tuhan apapun yang kita lakukan tidak ada artinya apa-apa dihadapan Tuhan. Asaf didalam Mazmur mengatakan orang-orang yang diluar Tuhan kelihatannya lebih enak lebih makmur sampai dia melihat bahwa Tuhan menempatkan mereka ditempat-tempat yang sliperry (tempat yang licin sehingga orang mudah jatuh) tetapi Tuhan mengatakan bahwa dia akan hilang seperti sekam yang ditiup angin.

Alkitab mengatakan ada 2 macam sukses yaitu sukses yang baik (good success) dan sukses yang jelek (bad success).

Yos 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (KJV - This book of the law shall not depart out of thy mouth; but thou shalt meditate therein day and night, that thou mayest observe to do according to all that is written therein: for then thou shalt make thy way prosperous, and then thou shalt have good succes).

Bahasa Gerika dari meditasi adalah mengunyah jadi seperti memamahbiak. Misalnya domba yang memakan rumput, dia akan makan lalu ditelan nanti dia akan keluarkan lagi makanan itu dan dia kunyah lagi. Yang diambil yaitu sari-sari makanan tersebut sehingga setelah sari-sari makanan itu habis baru sisa makanan itu dibuang.

Demikian juga kalau kita merenungkan Firman Tuhan, kita tidak sekedar membaca tetapi apa yang sudah kita baca itu kita simpan dalam hati kita lalu pada saat-saat tertentu Firman itu kita kunyah kembali sehingga benar-benar intisari dari Firman itu merasuk dalam kehidupan kita. Tetapi seringkali kita setelah membaca lalu lupa apa yang sudah kita baca.

Belajar untuk merenungkan Firman, menghafalkan dan berdoa itu tidak mudah karena ini adalah membentuk suatu kebiasaan yang baru. Kita harus mengisi pikiran kita dengan Firman Tuhan sehingga kalau ada beban yang menghimpit kehidupan kita, maka yang keluar yaitu Firman dan bukan emosi atau pun hal-hal yang negative. Seperti dikatakan dalam Yosua 1 kalau engkau bertindak hati-hati dan melakukan semua yang dikatakan oleh Firman maka jaminannya adalah engkau akan prosperous/sukses.


Siapakah Tuhan kita?

Yang Kudus dan Yang Benar

Wahyu 6:10 Dan mereka berseru dengan suara nyaring katanya berapa lama lagi ya penguasa yang kudus dan benar (holy and true).
Kekudusan dan kebenaran itu adalah satu. Tidak ada kepalsuan di dalam Dia karena itu Dia mengajarkan ya di atas ya dan tidak di atas tidak. Kebanyakan orang Surabaya sulit melakukan ini karena ada budaya sungkan, sehingga ya itu belum tentu ya dan tidak belum tentu tidak.

Tuhan Yesus ketika bertemu dengan orang-orang Farisi, Dia tidak mengatakan dengan lemah lembut tetapi mengatakan dengan keras dan apa adanya tetapi ketika Dia bertemu dengan orang kusta yang minta kesembuhan, Dia mengatakan dengan lembut Ya Aku mau mentahirkan engkau. Dia sentuh orang kusta itu dan dia menjadi sembuh.

Yang Adil dan Yang Benar
Wahyu 15:3 dan mereka menyanyikan Musa hamba Allah dan nyanyian Anak Domba bunyinya besar dan ajaib segala pekerjaanMu ya Tuhan Allah yang maha kuasa. Adil dan benar segala jalanMu ya Raja segala bangsa.
Nama Tuhan bukan hanya kudus dan benar tetapi juga adil dan benar. Nama itu menunjukkan siapa kita sebenarnya. Kalau kita mengingat-ingat pada waktu masih kecil seringkali kita mempunyai julukan sesuai dengan apa yang kita pernah lakukan atau kondisi dari tubuh kita. Misalnya tiangli (tiang listrik karena anaknya tinggi dan kurus).

I Yohanes 5:20
Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
Tuhan Yesus tidak pernah menyembunyikan identitasnya bahkan Dia mau untuk dilahirkan di Nazareth yang mempunyai cap “tidak ada nabi yang keluar dari Nazaret” Sehingga ketika orang-orang tahu bahwa Yesus yang dari Nazaret itu adalah Mesias, mereka menjadi kecewa karena mereka mengetahui Yesus sebagai tukang kayu. Tetapi Yesus tidak pernah menyembunyikan identitasnya kalau Dia dilahirkan di kota kecil Nazareth di sebuah kandang dan bahkan tempat tidurnya adalah tempat makan binatang yang kotor.

Kita percaya bahwa Alkitab itu mengatakan dengan jujur, karena Dia adalah Yang Benar. Didalam Alkitab, hal-hal yang baik atau hal-hal yang buruk semuanya ditulis dengan apa adanya.
Masa lalu kita tidak menentukan masa depan kita. Tidak jadi masalah bagaimana latar belakang kita tetapi yang penting bagaimana kita saat ini dan yang akan datang.

Terang yang Benar
Yohanes 1:9
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
Kenapa terang itu penting? Dan mengapa Dia mengatakan bahwa Dia adalah terang? Karena manusia itu diciptakan untuk tempat yang terang. Kita tidak suka kalau masuk ke tempat yang suram atau ke tempat yang gelap. Sebuah penelitian memasukkan ke kamar gelap maka yang terjadi pada Minggu I, orang tersebut mengalami disorientasi (tulalit) – kehilangan arah. Minggu berikutnya – fungsi-fungsi syarat melemah dan kalau diteruskan dapat menjadi gila.
Di dalam terang kita mempunyai daya pembeda.

Roti yang benar turun dari Surga
Yohanes 6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.

Roti itu perlu untuk mengenyangkan. Didalam dunia ini banyak orang yang lapar bukan saja lapar secara jasmani tetapi secara rohani juga. Ada yang karena lapar penghargaan, lapar cinta kasih, lapar perhatian dan lain sebagainya. Kalau seseorang tidak mendapatkan sesuatu untuk mengenyangkan kelaparannya maka ia akan mencari sampai dia mendapatkan entah bagaimana caranya. Anak-anak yang tidak mendapat perhatian di dalam keluarganya akan mempunyai efek yang sangat besar, tetapi ada satu pribadi yang dapat memuaskan kita, memuaskan orang-orang yang lapar yaitu pribadi dari Tuhan Yesus.

Sabtu, 01 September 2007

Sudut Pandang Kerajaan Allah

Sudut pandang sangat menentukan “keberadaan” seseorang; yang saya maksudkan adalah cara dia melihat diri sendiri, orang lain, lingkungan, masa depannya dan bahkan hubungannya dengan Tuhan. Sudut pandang yang salah akan menyeret kita masuk dalam kondisi yang buruk dan berbahaya. Kita meyakini sesuatu yang kita pikir benar dan ternyata salah. Kita, pada akhirnya harus membayar mahal harga yang seharusnya tidak perlu kita bayar.

Sudut pandang yang benar sebaliknya akan membawa kita bukan hanya dalam jalan-jalan yang benar. Tetapi juga menjamin adanya hasil yang baik dan masa depan yang cerah. Harga yang kita harus bayarpun dalam pergumulan hidup akan sangat pantas dengan apa yang kita akan dapatkan.

Sebagai umat yang ditebus oleh darah Yesus yang mahal dan masuk dalam KerajaanNya, kita harus memiliki sudut pandang yang baru dan berbalik bahkan membuang yang lama. Rasul Paulus dalam Fil 3:13 mengatakan: “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku.”

Selanjutnya dalam Efesus 4:24 Paulus mengatakan: “…dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” Lebih jelas lagi dalam Kol 3:10 dikatakan: “…dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khaliknya…”

Dari beberapa ayat di atas, jelas sekali sebagai “umat Kerajaan” kita harus memiliki sudut pandang yang baru. Momen dimana kita melangkah masuk ke dalam KerajaanNya, momen yang sama kita harus hidup dengan sudut pandang KerajaanNya. Saya berdoa agar setiap dari pada kita adalah “Perwakilan Kerajaan Kristus” maka perspektif, cara berpikir, dan cara hidup kita haruslah berdasarkan sudut pandang Kerajaan Allah. Sehingga apa yang menjadi doa Yesus “datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu dibumi seperti di surga” terjadi secara nyata dalam setiap aspek kehidupan kita.

Lalu bagaimana cara kita hidup sebagai perwakilan Kerajaan Kristus? Mari pikirkan hidup kita sekarang sementara kita ada di dunia ini, bukan dari sudut pandang dunia fana ini tetapi dari sudut pandang kekekalan. Mengapa? Jawabannya jelas karena apa yang ada di dunia ini tidak bisa dibandingkan dengan apa yang akan terjadi dan kita alami dalam kekekalan. Lebih dari itu kita sangat percaya adanya sorga (baca: hidup kekal dalam kerajaannya) dan neraka. Cobalah bandingkan waktu di dunia ini dengan kekekalan, jawabannya tentu saja amat sangat tidak sebanding. Kekekalan berarti tanpa batas, tidak terhitung atau tidak terhingga sementara waktu didunia ini sangat terbatas.Sorga dan neraka bukanlah suatu legenda atau cerita yang belum tentu ada kebenarannya. Sorga dan neraka itu sangat nyata sebab Alkitab menulis dengan jelas tentang hal-hal ini.

Lewat salah satu perumpamaan yang Yesus sampaikan dalam Lukas 9:19-31 kita melihat gambaran yang begitu nyata tentang sorga dan neraka. Saya percaya apa yang Yesus sampaikan itu tidak hanya sebuah cerita melainkan suatu kebenaran. Dengan kata lain dalam kekekalan kita memang hanya memiliki dua pilihan: melewati kekekalan dalam kemuliaan (sorga) atau dalam kesengsaraan yang tiada akhir. Jujur saja saya tidak bisa membayangkan melewati kekekalan dalam kesengsaraan. Lautan api menyala-nyala, ulat-ulat yang “memakan” tubuh, bau belerang yang sangat menyengat, kegelapan yang paling gelap, ratap dan kertak gigi. Saya berani menjamin tidak ada seorangpun dari kita yang mau ada di sana. Neraka adalah tempat yang paling mengerikan di seluruh alam semesta ini dan sekali lagi itu sangat nyata.

Kita semuanya sebenarnya tidak diciptakan untuk ada di neraka dan neraka juga tidak diciptakan untuk kita. Manusia sejak awalnya diciptakan untuk berada di taman eden, kejatuhan Adam dan Hawa lah yang membuat manusia terusir dari taman eden. Itu sebabnya mengapa Yesus mati bagi dosa-dosa kita, tujuannya adalah agar kita diselamatkan dari neraka. Rencana Allah hanya satu dan Dia tidak berubah dulu sekarang dan selama-lamanya. Kalau sejak dulu Dia ingin kita ada di eden sekarangpun Dia menginginkan kita suatu saat berada di eden. Hanya saja maukah kita sungguh–sungguh hidup dalam pertobatan yang sejati. Sebab mengaku dan percaya saja bukan jaminan selama kita tidak menunjukkan buah-buah pertobatan secara nyata.

Firman Tuhan dalam kitab Efesus 4:1 - 5:13 menuliskan dengan tegas dan jelas tentang buah pertobatan. Khusus dalam Efesus 5:5 dikatakan: “Karena itu ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.” Alkitab tidak mengajarkan kepada kita anugerah murahan, yaitu suatu pemikiran yang mengatakan tidak masalah jatuh bangun dalam dosa sebab keselamatan kita sudah dijamin. Memang benar bahwa keselamatan adalah anugerah oleh iman. Tetapi banyak dari kita seringkali lupa bahwa anugerah juga memberikan kemampuan untuk kita menang atas dosa. Anugerah mengubah seorang teroris menjadi rasul dan menjadikan dia pekerja paling keras di ladang Kristus yang menghasilkan banyak jiwa dan memperluas Kerajaan Allah.

Hari ini sekali lagi saya mengajak kita semua merenungkan kehidupan kita sebagai orang percaya. Pertanyaannya? Seberapa dalam kita benci dosa?, seberapa jauh kita lewat anugerah berusaha hidup dalam kebenaran?, seberapa serius kita menjalani panggilan Tuhan dalam hidup kita? Semua pertanyaan ini memang sesuatu yang sangat “klasik.” Tapi saya tidak mau kita habiskan hidup kita dalam kekekalan di neraka, saya mau satu hari kita semua berjumpa dalam sukacita, damai sejahtera dan kemuliaan dalam kerajaannya yang kekal. Tuhan memberkati !!

Rabu, 01 Agustus 2007

Kunci Kemenangan Daud

MAZMUR 62

Ay 1-3 Daud mulai dengan PENGAKUAN (bukan keluhan), meskipun ada masalah
Ay 4-5 Daud menghadapi musuh-musuh yang menekan

Kunci kemenangan:
Ay 6 Daud mengulangi PENGAKUAN

Daud tenang karena dengan Tuhan, dia dapat:

a. Kepastian (ay 7) “aku tidak goyah”
b. Perlindungan (ay 8) “tempat perlindungan”
c. Dapat dipercaya (ay 9) “percayalah padanya”

Karenanya orang prcaya pada:
1. Manusia (ay 10)
2. Harta (ay 11)
d. Berkuasa (ay 9) “kuasa dari Allah …”
e. Kesetiaan dan keadilan (ay 13)

Selasa, 01 Mei 2007

Menjadi Teladan Yang Baik

1 Tim 4:11-12
Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Rasul Paulus berkata demikian kepada Timotius, seorang gembala yang masih muda. Setiap pemimpin, apakah itu pemimpin gereja atau di mana saja, memiliki suatu tanggung jawab. Tidak peduli siapa diri Anda, orang lain sedang memperhatikan Anda dan terpengaruh oleh teladan hidup Anda. Tidak diragukan lagi jika banyak orang telah menjadi teladan / contoh yang buruk bagi para saudara seiman bahkan kadang-kadang menjadi teladan yang buruk bagi umat percaya yang masih lemah iman atau yang baru bertobat / lahir baru. Tidak ada alasan apa pun juga yang bisa membenarkan perbuatan Anda untuk berhak memandang rendah orang lain; apakah karena sedang mengalami hari yang buruk atau karena terlalu banyak disakiti di masa lalu sehingga sekarang menjadi pribadi yang over sensitif.

Ada perkataan bijak yang berbunyi, “seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang mengetahui suatu jalan, kemudian melangkah ke jalan tersebut dan menunjukkan jalan itu.” Jadi, tidak cukup dengan hanya mengetahui jalannya saja. Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” dan Yesus telah melakukannya. Rasul Paulus berkata, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya….” Ini berarti bahwa usia muda bukanlah alasan untuk tidak sanggup menjadi teladan yang baik. Lalu, bagaimana caranya untuk menjadi teladan yang baik?

1. Menjadi teladan melalui perkataan
Dalam Kolose 4:6 ditulis, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Melalui perkataan yang positif dan membangun, kita menjadi teladan yang baik bagi orang lain dan sekaligus menjadi berkat lewat perkataan kita.

2. Menjadi teladan melalui cara hidup
“Orang benar akan hidup oleh iman" (Roma 1:17, Habakuk 2:4). Iman adalah dasar kehidupan umat percaya. Cara hidup dengan iman merupakan teladan yang baik yang dapat kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari ketika menghadapi situasi apapun juga.

3. Menjadi teladan melalui cara kita mengasihi orang lain
Yoh 13:35 menulis, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." Kita menjadi saksi Kristus bagi orang lain melalui kasih yang kita nyatakan dalam perbuatan nyata. Perbuatan kasih adalah teladan baik yang perlu kita lakukan karena Yesus telah terlebih dahulu mengasihi kita.

4. Menjadi teladan melalui perbuatan iman
Abraham adalah teladan orang beriman (Roma 4:18-22). Perbuatan imannya nyata ketika ia tetap percaya dan tidak bimbang akan janji Tuhan walaupun tubuhnya sudah sangat lemah, usianya sudah sangat tua dan rahim Sara telah tertutup. Menjadi teladan iman yaitu jika kita hidup dan melakukan perbuatan iman.

5. Menjadi teladan melalui hidup kudus
Fil 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Memiliki pikiran yang kudus adalah awal untuk kita dapat hidup dalam kekudusan, menjaga kekudusan dan menjadi contoh nyata bagi orang lain.
Perbuatan kita sehari-hari secara langsung / tidak langsung sangat berpengaruh terhadap orang lain. Terutama bagi para pemimpin, menjadi teladan yang baik sangatlah mempengaruhi karakter orang-orang yang dipimpinNya. Yesus telah menjadi teladan yang baik melalui perkataan maupun perbuatan. Kita pun bisa menjadi teladan yang baik melalui perkataan, cara hidup, cara kita mengasihi orang lain, melalui perbuatan iman dan melalui hidup kudus. Jika kita melakukannya, hidup kita telah menjadi saksi Kristus yang hidup dan nyata di tengah dunia.