“PIMP MY RIDE” JESUS CHANGE MY LIFE
II Korintus 5:17
“Pimp my ride” adalah salah satu acara di MTV. Acara ini tentang bagaimana seseorang menyerahkan mobilnya yang sudah sangat jelek ke tim dari “pimp my ride” untuk dibuat bagus kembali. Setelah tim ini menyelesaikan mobil tersebut biasanya pemilik mobil tadi menjadi terkagum-kagum. Bulan ini kita memasuki bulan “new creature” (ciptaan yang baru). Tetapi apa yang dilakukan oleh Tuhan lebih dahsyat daripada apa yang dilakukan oleh “pimp my ride”. Tuhan menjadikan setiap kita menjadi ciptaan yang baru, dan bahkan apa yang dilakukan oleh Tuhan tidak dapat kita bayangkan.
Kalau seorang suami ingin memberikan hadiah kepada istrinya maka dia akan memberikan sesuai dengan kemampuannya tetapi kalau seorang konglomerat ingin memberikan hadiah kepada seseorang maka dia akan memberikan sesuai dengan kemampuan yang ebih hebat dan sesuai dengan seleranya. Tuhan kita adalah Tuhan yang melebihi ribuan konglomerat sehingga kalau Dia memberikan kepada kita sesuatu, Dia akan memberikan sesuai dengan standarNya.
Dalam II Kor 5:17 dikatakan yang lama sudah berlalu, yang baru sudah datang. Mungkin kemarin kita merasa dikhianati atau mengalami kegagalan tetapi kita saat ini tidak hidup dimasa yang lalu karena yang baru sudah datang. Kita minta Yesus untuk mengubahkan hidup kita, maka jangan lagi kita hidup dibawah pengaruh masa lalu yang telah lewat. Wah 21:5 Tuhan berkata Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
Agar mobilnya bisa diubahkan, peserta “pimp my ride” harus melakukan:
1. Harus meminta/memohon
Roma 10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Seseorang yang ingin mobilnya diperbaiki harus memohon dengan mengisi suatu formulir dan juga memenuhi persyaratan-persyaratannya. Mungkin orang mengatakan kita ini orang Kristen tapi koq kehidupan kita seperti mobil lama yang jelek. Hal itu tidak jadi masalah kalau Tuhan berkenan maka Ia akan mengubahkan kita menjadi sesuatu yang baru. Kalau mungkin kru dari pimp my ride hanya dapat memperbaiki satu mobil dalam satu waktu sehingga tidak semua aplikasi akan diterima tetapi Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak terbatas, Dia sanggup mengubahkan setiap kita yang meminta kepadaNya tanpa ada batasnya.
2. Mereka harus menyerahkan kendali.
Roma 8:8-9
Ketika pemilik mobil yang meminta untuk mobilnya diperbaiki, maka ia akan menyerahkan kunci mobil sepenuhnya kepada kru dari “pimp my ride”. Setelah itu dia tidak mempunyai hak apa-apa untuk ikut mengatur. Begitu pula kalau kita telah menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, maka Tuhan mempunyai hak 100% untuk mengubahkan dan mempunyai kendali atas kita sesuai dengan kehendakNya.
3. Perubahan yang terjadi bukan seperti yang kita inginkan.
Matius 26:39
Perubahan yang dilakukan bukan sesuai dengan kehendak pemilik mobil tetapi sesuai dengan kehendak dari mekanik mobil karena dia sudah menyerahkan seutuhnya. Demikian juga dengan kita perubahan yang akan terjadi bukan sesuai dengan kehendak kita tetapi sesuai dengan kehendak Tuhan. Seringkali kita datang pada Tuhan dan meminta untuk dirubah seperti A atau seperti B dan bukan seperti kehendak Tuhan. Contoh di dalam Alkitab yang dapat kita lihat yaitu pada Kejadian 1 ketika Tuhan menciptakan Hawa, yang dilakukan oleh Adam adalah tidur (dibuat tidur). Ini semua karena Tuhan tidak mau Adam ikut campur dalam penciptaan Hawa.
4. Tetapi hasilnya akan selalu lebih baik dari yang kita inginkan.
I Kor 2:9
Maksud dari ayat tersebut diatas yaitu kalau kita menyerahkan semuanya kepada Tuhan, hasilnya akan lebih bagus daripada kalau kita ikut dalam mengatur Tuhan karena apa yang dirancangkan Tuhan jauh daripada pemikiran kita. Kalau “pimp my ride” merenovasi mobil lama menjadi mobil baru, tetapi Tuhan Yesus membuat manusia lama menjadi benar-benar manusia baru dan ini dampaknya lebih dahsyat. Karena itu dalam Roma 12:2 kata yang dipakai untuk perubahan itu adalah “metamorphosa”. “Metamorphosa” adalah perubahan bentuk dari ulat menjadi kepompong dan kemudian menjadi kupu-kupu. Orang Kristen seringkali berpikir bahwa dia sudah berubah tetapi sebenarnya perubahan itu dari ulat kecil menjadi ulat besar. Meta itu artinya tidak kelihatan. Untuk menjadi kupu-kupu, kita harus masuk dalam fase kepompong yaitu dimana kita tidak kelihatan karena berada didalam kepompong dan ketika tiba waktunya dia akan keluar dan menjadi kupu-kupu yang cantik. Inilah yang Tuhan ingin kerjakan dalam setiap kehidupan kita.
5. Ucapan syukur.
Roma 7:24-25
Sebenarnya dalam ayat-ayat sebelumnya Paulus menceritakan bagaimana dia hidup dibawah hukum dan ketika dia mengenal Kristus, dia sungguh mengucap syukur karena dia tidak perlu lagi hidup dibawah hukum. Dulu sebelum kita mengenal Tuhan, hidup kita juga berada dibawah hukum tetapi setelah kita mengenal Tuhan hidup kita berada di bawah anugerah.
Apa beda hidup dibawah hukum dan dibawah anugerah?
Hidup dibawah hukum itu perubahan berasal dari luar yaitu dengan mentaati hukum-hukum yang sudah ditetapkan dan harus ditaati. Tetapi kalau hidup dibawah anugerah itu perubahan berasal dari dalam yaitu kita mengasihi Tuhan karena Tuhan lebih dahulu mengasihi kita.
6. Tetapi masih butuh perawatan.
I Kor 9:27
Meskipun mobil yang jelek tadi sudah dirubah menjadi bagus tetapi tetap saja mobil tersebut memerlukan perawatan. Masalahnya seringkali orang Kristen mengalami “eforia” (jamahan Tuhan) sesaat. Kita tidak pernah merawat hidup kita didalam Tuhan. Paulus mengatakan “aku melatih/mendisiplin tubuhku”. Disiplin rohani sangat diperlukan misalnya dengan saat teduh, renungkan Firman Tuhan, berdoa.
Efesus 5:15-17
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Selasa, 01 April 2008
Manusia Baru
NEW CREATURE
Pada minggu yang lalu, kita sudah membahas tentang bagaimana menjadi manusia baru (sebagai ciptaan baru). Kekristenan kita harus menjadi kekristenan yang otentik jadi bukan hanya sekedar label kristen saja. Biarlah setiap orang disekeliling kita dapat merasakan dampak dari kekristenan kita. Untuk dapat berdampak, kita harus rela untuk mengalami perubahan dalam kehidupan kita. Kita harus tahu bahwa segala bentuk talenta yang sudah Tuhan taruh didalam kehidupan kita, itu adalah salah satu bentuk investasi Tuhan atas kita. Kita harus upayakan pengembangannya sehingga mendapatkan suatu hasil yang nyata khususnya untuk memberkati orang lain. Saya percaya bahwa Tuhan memberikan talenta kepada setiap orang dimana nanti pada saatnya, Dia akan meminta pertanggungjawaban atas talenta yang sudah Dia berikan kepada kita. Demi agar talenta itu dapat berkembang, kita harus merelakan diri kita untuk masuk dalam perubahan demi perubahan. Kita sering mendengar satu-satunya di dalam dunia ini yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Kalau kita tidak mau berubah maka kita akan ketinggalan dan juga akan sendirian.
Ketika Tuhan Yesus berada di kolam Bethesda (Yoh 5), Dia bertemu dengan seorang lumpuh yang 38 tahun duduk disitu untuk mendapat mujizat. Yesus mengetahui akan hal tersebut tetapi Dia malah bertanya “Maukah engkau sembuh?” Pertanyaan ini sebenarnya ganjil karena orang tersebut sedang menunggu ada mujizat yang datang kepadanya. Tetapi kalau kita melihat jawaban yang diberikan oleh pengemis tersebut, sebenarnya bukanlah jawaban tetapi malah pengemis itu mengutarakan keluhan-keluhannya. Dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang diberikan Tuhan kepadanya. Sebenarnya Tuhan mempunyai alasan kuat mengapa Dia bertanya seperti itu, yaitu kalau kita lihat latar belakangnya. Pada jaman itu seseorang pengemis harus mempunyai jubah pengemis (seperti surat ijin untuk mengemis) dan dia sudah bertahun-tahun memakai jubah seperti itu sehingga mungkin itu malah menjadi “zona nyaman” buat dia. Karena itu Yesus tidak mendoakan atau tumpang tangan atas orang tersebut tetapi Dia menyuruh orang tersebut untuk berdiri dan mengangkat tilamnya. Kalau orang itu tidak mau meninggalkan zona nyamannya maka dia tidak akan mendapatkan kesembuhan yang dia inginkan. Kalau kita betul-betul mau berubah maka kita harus merubah semua kebiasaan kita, gaya hidup dan juga yang paling sulit yaitu paradigma kita. Yang paling nyata bagaimana keadaan kita sebelum bertemu dengan Tuhan dan setelah pertemuan tersebut, seharusnya ada perbedaan yang kelihatan. Tetapi ternyata perubahan itu tidak cukup hanya pada saat itu saja karena perubahan itu juga berlangsung dari waktu ke waktu.
Kolose 3:5-11, judul perikop dari ayat ini adalah manusia baru. Surat ini ditulis oleh Paulus dan ditujukan kepada orang Kristen yaitu jemaat di Kolose. jadi ayat-ayat tersebut ini ditulis bukan untuk orang kafir tetapi untuk kita, jemaat Tuhan. Ada 3 perubahan yang harus terjadi dalam diri kita:
1. Perubahan Arah Kehidupan
Ay 5-7 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Kalau kita lihat akar dari semua perbuatan duniawi itu adalah keserakahan. Orang serakah itu adalah orang yang tidak pernah merasa cukup. Seringkali kita tidak sadar kita mengejar sesuatu untuk naik dan pada waktu kita masuk ke dalam gelanggang pertandingan yang lebih tinggi maka kita juga masuk dalam persyaratan yang juga lebih tinggi. yang berikutnya adalah penyembahan berhala. Kita tidak perlu meletakkan patung untuk memiliki berhala, gaya hidup juga bisa menjadi berhala yang tidak kelihatan. Kalau kita mau menjadi manusia baru, Alkitab mengatakan bahwa Arah kehidupan kita harus dirubah dari duniawi menjadi surgawi.
2. Perubahan Sikap.
Ay 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Kelakuan yang sudah kita lakukan selama ini harus dibuang/ditanggalkan. Seringkali orang Kristen mengatakan bahwa saya sudah berubah tapi sebenarnya bukan berubah tetapi hanya suatu renovasi karena perubahannya hanya ada pada kulitnya saja dan tidak secara menyeluruh. Kalau dikatakan menjadi baru maka itu dibangun mulai dari awal yaitu dari pondasinya sampai kepada seluruh bagian yang lain. Dan bukan bangunan/tampilan atasnya saja.
3. Perubahan Tujuan/Goal.
Ay 9-10 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya. Tujuan hidup orang Kristen hanya satu yaitu menjadi serupa dengan Kristus. Pertanyaannya bagaimana keadaan kita hari ini? bagaimana karakter dan gaya hidup kita? Apakah terdapat keserupaan dengan Kristus?
Hari ke sehari kita HARUS makin serupa dengan Dia. Itu sebabnya ini adalah merupakan proses seumur hidup, poses yang terus menerus di kerjakan Tuhan dalam hidup kita. Saat kita membuka diri dan merelakan Tuhan membentuk kita lewat berbagai hal, hidup kita pasti mengalami perubahan yang radikal.
Pada minggu yang lalu, kita sudah membahas tentang bagaimana menjadi manusia baru (sebagai ciptaan baru). Kekristenan kita harus menjadi kekristenan yang otentik jadi bukan hanya sekedar label kristen saja. Biarlah setiap orang disekeliling kita dapat merasakan dampak dari kekristenan kita. Untuk dapat berdampak, kita harus rela untuk mengalami perubahan dalam kehidupan kita. Kita harus tahu bahwa segala bentuk talenta yang sudah Tuhan taruh didalam kehidupan kita, itu adalah salah satu bentuk investasi Tuhan atas kita. Kita harus upayakan pengembangannya sehingga mendapatkan suatu hasil yang nyata khususnya untuk memberkati orang lain. Saya percaya bahwa Tuhan memberikan talenta kepada setiap orang dimana nanti pada saatnya, Dia akan meminta pertanggungjawaban atas talenta yang sudah Dia berikan kepada kita. Demi agar talenta itu dapat berkembang, kita harus merelakan diri kita untuk masuk dalam perubahan demi perubahan. Kita sering mendengar satu-satunya di dalam dunia ini yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Kalau kita tidak mau berubah maka kita akan ketinggalan dan juga akan sendirian.
Ketika Tuhan Yesus berada di kolam Bethesda (Yoh 5), Dia bertemu dengan seorang lumpuh yang 38 tahun duduk disitu untuk mendapat mujizat. Yesus mengetahui akan hal tersebut tetapi Dia malah bertanya “Maukah engkau sembuh?” Pertanyaan ini sebenarnya ganjil karena orang tersebut sedang menunggu ada mujizat yang datang kepadanya. Tetapi kalau kita melihat jawaban yang diberikan oleh pengemis tersebut, sebenarnya bukanlah jawaban tetapi malah pengemis itu mengutarakan keluhan-keluhannya. Dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang diberikan Tuhan kepadanya. Sebenarnya Tuhan mempunyai alasan kuat mengapa Dia bertanya seperti itu, yaitu kalau kita lihat latar belakangnya. Pada jaman itu seseorang pengemis harus mempunyai jubah pengemis (seperti surat ijin untuk mengemis) dan dia sudah bertahun-tahun memakai jubah seperti itu sehingga mungkin itu malah menjadi “zona nyaman” buat dia. Karena itu Yesus tidak mendoakan atau tumpang tangan atas orang tersebut tetapi Dia menyuruh orang tersebut untuk berdiri dan mengangkat tilamnya. Kalau orang itu tidak mau meninggalkan zona nyamannya maka dia tidak akan mendapatkan kesembuhan yang dia inginkan. Kalau kita betul-betul mau berubah maka kita harus merubah semua kebiasaan kita, gaya hidup dan juga yang paling sulit yaitu paradigma kita. Yang paling nyata bagaimana keadaan kita sebelum bertemu dengan Tuhan dan setelah pertemuan tersebut, seharusnya ada perbedaan yang kelihatan. Tetapi ternyata perubahan itu tidak cukup hanya pada saat itu saja karena perubahan itu juga berlangsung dari waktu ke waktu.
Kolose 3:5-11, judul perikop dari ayat ini adalah manusia baru. Surat ini ditulis oleh Paulus dan ditujukan kepada orang Kristen yaitu jemaat di Kolose. jadi ayat-ayat tersebut ini ditulis bukan untuk orang kafir tetapi untuk kita, jemaat Tuhan. Ada 3 perubahan yang harus terjadi dalam diri kita:
1. Perubahan Arah Kehidupan
Ay 5-7 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Kalau kita lihat akar dari semua perbuatan duniawi itu adalah keserakahan. Orang serakah itu adalah orang yang tidak pernah merasa cukup. Seringkali kita tidak sadar kita mengejar sesuatu untuk naik dan pada waktu kita masuk ke dalam gelanggang pertandingan yang lebih tinggi maka kita juga masuk dalam persyaratan yang juga lebih tinggi. yang berikutnya adalah penyembahan berhala. Kita tidak perlu meletakkan patung untuk memiliki berhala, gaya hidup juga bisa menjadi berhala yang tidak kelihatan. Kalau kita mau menjadi manusia baru, Alkitab mengatakan bahwa Arah kehidupan kita harus dirubah dari duniawi menjadi surgawi.
2. Perubahan Sikap.
Ay 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Kelakuan yang sudah kita lakukan selama ini harus dibuang/ditanggalkan. Seringkali orang Kristen mengatakan bahwa saya sudah berubah tapi sebenarnya bukan berubah tetapi hanya suatu renovasi karena perubahannya hanya ada pada kulitnya saja dan tidak secara menyeluruh. Kalau dikatakan menjadi baru maka itu dibangun mulai dari awal yaitu dari pondasinya sampai kepada seluruh bagian yang lain. Dan bukan bangunan/tampilan atasnya saja.
3. Perubahan Tujuan/Goal.
Ay 9-10 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya. Tujuan hidup orang Kristen hanya satu yaitu menjadi serupa dengan Kristus. Pertanyaannya bagaimana keadaan kita hari ini? bagaimana karakter dan gaya hidup kita? Apakah terdapat keserupaan dengan Kristus?
Hari ke sehari kita HARUS makin serupa dengan Dia. Itu sebabnya ini adalah merupakan proses seumur hidup, poses yang terus menerus di kerjakan Tuhan dalam hidup kita. Saat kita membuka diri dan merelakan Tuhan membentuk kita lewat berbagai hal, hidup kita pasti mengalami perubahan yang radikal.
Sabtu, 01 Maret 2008
Terbuka
“ O P E N ”
Saat ini kita merayakan kebangkitan Tuhan Yesus. Kalau pintu kubur saja tidak bisa menahan Tuhan Yesus untuk keluar dari kubur, saya percaya itu adalah langkah awal dimana pintu-pintu lain yang tertutup akan terbuka di dalam nama Tuhan Yesus.
Yohanes 20:19 “Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Kata terkunci (“closed”) adalah suatu kata yang membuat kita tidak nyaman karena segala sesuatu yang “closed” itu biasanya mengecewakan. Contoh: bisnis yang tertutup, keuangan yang tertutup atau demikian jugakalau kita sudah merencanakan bersama keluarga untuk berlibur ke suatu tempat tetapi ternyata pada waktu tersebut tempat itu tertulis “closed”. Murid-murid Yesus disini mengunci diri mereka di belakang pintu, karena mereka takut. Tetapi ada kabar baik bagi setiap kita bahwa pada waktu itu Yesus datang di tengah-tengah mereka dan berkata “Shalom”. Kata ini bukan cuma sekedar basa-basi saja tetapi dengan mengucapkan kata ini kita sebenarnya mengimpartasikan damai sejahtera dari Tuhan, dan impartasi tersebut mendatangkan kuasa yang menghancurkan segala ketakutan.
I Korintus 15:20-28 Kalau Yesus dikatakan sebagai Putra Sulung maka kita ini adalah saudara-saudaraNya sekandung yang mempunyai “DNA’ yang sama. Artinya kita mempunyai “potensi” yag sama lewat kebangkitan pintu kubur terbuka (OPEN), kata “OPEN” berbicara tentang pemerintahNya dalam hidup kita:
4 kebenaran tentang pemerintahannya:
• “The Opening of the Reign of the Christ” (pembukaan tentang pemerintahanNya)
Kebangkitan Kristus adalah suatu pembukaan tentang pemerintahannya, itu bukan berarti dulunya Dia bukan Raja. Dia adalah Raja yang kekal. Yohanes 1:1 dikatakan bahwa Firman itu turun ke dunia dan menjadi daging namanya Yesus Kristus. Ada perbedaan antara sebelum dan sesudah kebangkitanNya. sesudah kebangkitan Yesus menjadi:
o God-man
Alkitab berkata bahwa Dia bukan saja “Son of God” tetapi Dia juga “Son of Man”, maksudnya bahwa Dia adalah Allah yang benar-benar mengerti kita. Ketika Saulus menganiaya gerejaNya, Dia bertanya “Saulus, Saulus mengapa engkau menganiaya Aku?” Padahal saat itu Yesus sebenarnya Yesus sudah berada di Surga, disini bukti bahwa Yesus adalah “God-man” bahkan dikatakan di Alkitab kalau kita membenci saudara kita, itu berarti kita membenci Yesus. Dia adalah Allah yang mengerti kita.
o Mesias
Mesias itu artinya Juru Selamat, karena Dia telah jadi korban dan Dia menyelesaikannya. Dulu sebelum Dia menjadi korban, Dia adalah Raja yang berkuasa atas segalanya. Ketika Sadrakh, Mesakh, Abednego dimasukkan di dalam api dikatakan ada orang ke empat yang rupanya seperti dewa yang melindungi mereka sehingga mereka tidak hangus terbakar. Saat ini setelah Dia menjadi korban dan bangkit, Dia adalah Mesias, Immanuel, Tuhan beserta kita.
o PemerintahNya sekarang berdasarkan dari pekerjaan penebusanNya
Kalau kita lihat peraturan-peraturan yang ada di Perjanjian Lama, kita bisa menemukan begitu banyak peraturan yang harus dilakukan. Tetapi di dalam Perjanjian Baru dikatakan semuanya itu digenapi di dalam Kristus. Karena itu kita tidak lagi hidup di bawah penghukuman tetapi hidup di bawah anugerah.
• “The Presence of the Reign of the Christ” (kehadiran pemerintahanNya)
Ada sebagian orang yang berpikir bahwa Kerajaan Allah baru ada nanti pada jaman 1000 tahun, padahal saat ini Kerajaan itu sudah dinyatakan. Di dalam I Korintus 15:24 ayat tersebut mengatakan bahwa Dia sudah memerintah sekarang dan Dia memerintah untuk menang. Kolose 2:11-15 dalam ayat 15 dikatakan Dia menaklukkan para penguasa. Kehadiran pemerintahannya nyata bagi kita saat ini.
• “The Extent of the Reign of the Christ” (perluasan pemerintahanNya)
PemerintahanNya harus dinyatakan di bumi ini. Salah satu misi ROCK adalah “Exending the Kingdom” (memperluas Kerajaan Allah). Kita tidak lagi di masa dimana jemaat datang ke gereja hanya untuk minta sesuatu dari Tuhan. Kita sekarang hidup di jaman Kerajaan, jadi kita datang ke gereja untuk dilatih, untuk diperlengkapi, dan mengaktivasi roh kita untuk kemudian masuk ke “market place” dan mengaplikasikan KerajaanNya disitu. I Korintus 15:25 dikatakan Yesus ada di Surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu. PekerjaanNya sudah selesai 2000 tahun yang lalu, sekarang ini yang harus bekerja adalah kita (gerejaNya) untuk meneruskan dan menyelesaikannya.
• “The Necessity of the Reign of the Christ” (desakan/perlunya pemerintahanNya)
Matius 4:1-10 Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun dan diuji oleh Iblis. Ada 3 ujian Kerajaan yang harus dihadapi Yesus dan Dia menang:
o mengubah batu menjadi roti – ini berbicara mengenai Kingdom of Economy (Kerajaan Ekonomi/Keuangan) yaitu untuk kebutuhan tubuh
o menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah – ini berbicara mengenai Kingdom of Religion (Kerajan Agama/Bait Allah) yaitu untuk kebutuhan jiwa (rasa aman/ penghargaan/penerimaan/rasa kasih)
o Iblis menunjukkan seluruh dunia – ini berbicara mengenai Kingdom of Government/Politics (Kerajaan Pemerintahan/Politik)
Loren Cunningham menulis tentang 7 jalur utama dimana Gereja harus memanifestasikan KerajaanNya:
1. Family (keluarga)
2. Religion (kepercayaan)
3. Education (pendidikan)
4. Celebration (perayaan) – Art (seni) dan entertainment (dunia hiburan)
5. Public Communication/media (komunikasi umum/media)
6. Economy, business, science, technology (ekonomi, bisnis, ilmu pengetahuan & teknologi)
7. Government (pemerintahan)
Ada jutaan potensi yang Tuhan sudah berikan kepada setiap dari kita, yang mungkin kita sendiri tidak menyadari akan hal itu dan potensi tersebut harus kita pergunakan untuk memanifestasikan kerajaanNya. Amin
Saat ini kita merayakan kebangkitan Tuhan Yesus. Kalau pintu kubur saja tidak bisa menahan Tuhan Yesus untuk keluar dari kubur, saya percaya itu adalah langkah awal dimana pintu-pintu lain yang tertutup akan terbuka di dalam nama Tuhan Yesus.
Yohanes 20:19 “Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Kata terkunci (“closed”) adalah suatu kata yang membuat kita tidak nyaman karena segala sesuatu yang “closed” itu biasanya mengecewakan. Contoh: bisnis yang tertutup, keuangan yang tertutup atau demikian jugakalau kita sudah merencanakan bersama keluarga untuk berlibur ke suatu tempat tetapi ternyata pada waktu tersebut tempat itu tertulis “closed”. Murid-murid Yesus disini mengunci diri mereka di belakang pintu, karena mereka takut. Tetapi ada kabar baik bagi setiap kita bahwa pada waktu itu Yesus datang di tengah-tengah mereka dan berkata “Shalom”. Kata ini bukan cuma sekedar basa-basi saja tetapi dengan mengucapkan kata ini kita sebenarnya mengimpartasikan damai sejahtera dari Tuhan, dan impartasi tersebut mendatangkan kuasa yang menghancurkan segala ketakutan.
I Korintus 15:20-28 Kalau Yesus dikatakan sebagai Putra Sulung maka kita ini adalah saudara-saudaraNya sekandung yang mempunyai “DNA’ yang sama. Artinya kita mempunyai “potensi” yag sama lewat kebangkitan pintu kubur terbuka (OPEN), kata “OPEN” berbicara tentang pemerintahNya dalam hidup kita:
4 kebenaran tentang pemerintahannya:
• “The Opening of the Reign of the Christ” (pembukaan tentang pemerintahanNya)
Kebangkitan Kristus adalah suatu pembukaan tentang pemerintahannya, itu bukan berarti dulunya Dia bukan Raja. Dia adalah Raja yang kekal. Yohanes 1:1 dikatakan bahwa Firman itu turun ke dunia dan menjadi daging namanya Yesus Kristus. Ada perbedaan antara sebelum dan sesudah kebangkitanNya. sesudah kebangkitan Yesus menjadi:
o God-man
Alkitab berkata bahwa Dia bukan saja “Son of God” tetapi Dia juga “Son of Man”, maksudnya bahwa Dia adalah Allah yang benar-benar mengerti kita. Ketika Saulus menganiaya gerejaNya, Dia bertanya “Saulus, Saulus mengapa engkau menganiaya Aku?” Padahal saat itu Yesus sebenarnya Yesus sudah berada di Surga, disini bukti bahwa Yesus adalah “God-man” bahkan dikatakan di Alkitab kalau kita membenci saudara kita, itu berarti kita membenci Yesus. Dia adalah Allah yang mengerti kita.
o Mesias
Mesias itu artinya Juru Selamat, karena Dia telah jadi korban dan Dia menyelesaikannya. Dulu sebelum Dia menjadi korban, Dia adalah Raja yang berkuasa atas segalanya. Ketika Sadrakh, Mesakh, Abednego dimasukkan di dalam api dikatakan ada orang ke empat yang rupanya seperti dewa yang melindungi mereka sehingga mereka tidak hangus terbakar. Saat ini setelah Dia menjadi korban dan bangkit, Dia adalah Mesias, Immanuel, Tuhan beserta kita.
o PemerintahNya sekarang berdasarkan dari pekerjaan penebusanNya
Kalau kita lihat peraturan-peraturan yang ada di Perjanjian Lama, kita bisa menemukan begitu banyak peraturan yang harus dilakukan. Tetapi di dalam Perjanjian Baru dikatakan semuanya itu digenapi di dalam Kristus. Karena itu kita tidak lagi hidup di bawah penghukuman tetapi hidup di bawah anugerah.
• “The Presence of the Reign of the Christ” (kehadiran pemerintahanNya)
Ada sebagian orang yang berpikir bahwa Kerajaan Allah baru ada nanti pada jaman 1000 tahun, padahal saat ini Kerajaan itu sudah dinyatakan. Di dalam I Korintus 15:24 ayat tersebut mengatakan bahwa Dia sudah memerintah sekarang dan Dia memerintah untuk menang. Kolose 2:11-15 dalam ayat 15 dikatakan Dia menaklukkan para penguasa. Kehadiran pemerintahannya nyata bagi kita saat ini.
• “The Extent of the Reign of the Christ” (perluasan pemerintahanNya)
PemerintahanNya harus dinyatakan di bumi ini. Salah satu misi ROCK adalah “Exending the Kingdom” (memperluas Kerajaan Allah). Kita tidak lagi di masa dimana jemaat datang ke gereja hanya untuk minta sesuatu dari Tuhan. Kita sekarang hidup di jaman Kerajaan, jadi kita datang ke gereja untuk dilatih, untuk diperlengkapi, dan mengaktivasi roh kita untuk kemudian masuk ke “market place” dan mengaplikasikan KerajaanNya disitu. I Korintus 15:25 dikatakan Yesus ada di Surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu. PekerjaanNya sudah selesai 2000 tahun yang lalu, sekarang ini yang harus bekerja adalah kita (gerejaNya) untuk meneruskan dan menyelesaikannya.
• “The Necessity of the Reign of the Christ” (desakan/perlunya pemerintahanNya)
Matius 4:1-10 Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun dan diuji oleh Iblis. Ada 3 ujian Kerajaan yang harus dihadapi Yesus dan Dia menang:
o mengubah batu menjadi roti – ini berbicara mengenai Kingdom of Economy (Kerajaan Ekonomi/Keuangan) yaitu untuk kebutuhan tubuh
o menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah – ini berbicara mengenai Kingdom of Religion (Kerajan Agama/Bait Allah) yaitu untuk kebutuhan jiwa (rasa aman/ penghargaan/penerimaan/rasa kasih)
o Iblis menunjukkan seluruh dunia – ini berbicara mengenai Kingdom of Government/Politics (Kerajaan Pemerintahan/Politik)
Loren Cunningham menulis tentang 7 jalur utama dimana Gereja harus memanifestasikan KerajaanNya:
1. Family (keluarga)
2. Religion (kepercayaan)
3. Education (pendidikan)
4. Celebration (perayaan) – Art (seni) dan entertainment (dunia hiburan)
5. Public Communication/media (komunikasi umum/media)
6. Economy, business, science, technology (ekonomi, bisnis, ilmu pengetahuan & teknologi)
7. Government (pemerintahan)
Ada jutaan potensi yang Tuhan sudah berikan kepada setiap dari kita, yang mungkin kita sendiri tidak menyadari akan hal itu dan potensi tersebut harus kita pergunakan untuk memanifestasikan kerajaanNya. Amin
Hidup Yang Penuh Arti
Significant life
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati manusia. Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. Roma 14:17-19
Roma 14:17-19 menyatakan bahwa Kerajaan Allah bukan merupakan hal-hal jasmani (makan dan minum). Ada 3 aspek yang harus kita alami dalam kehidupan kita untuk dapat mengerti dan memahami akan Kerajaan Allah:
1. Kebenaran Firman Tuhan adalah Ya dan Amin. Firman Tuhan adalah kebenaran yang mutlak. Tidak ada kebenaran lain selain kebenaran Firman yang berasal dari Tuhan.
2. Damai Sejahtera Pemberian dari Tuhan yang tidak dapat dibeli oleh apapun. Dengan adanya kebenaran dalam hati dan kehidupan kita, maka damai sejahtera akan memenuhi hati kita.
3. Sukacita Dalam segala bersukacitalah. Sukacita adalah pertahanan yang ampuh dalam menghadapi serangan musuh. Dengan percaya akan firman Tuhan kita memiliki damai sejahtera dan oleh karena kedamaian kita memiliki sukacita. Seseorang yang memiliki sukacita sejati di dalam hatinya tidak mudah untuk dikalahkan. Oleh sebab itu musuh selalu berusaha untuk mencuri sukacita kita.
Ketika ketiga aspek ini diaplikasikan dalam kehidupan kita, maka dampaknya bagi kehidupan kita adalah:
Ay. 18 kita memiliki kehidupan yang berarti yaitu kehidupan yang melayani.
a) Berkenan pada Allah berkenan kepada Allah berbicara tentang favor, kuasa, berkat, kemuliaan dan lain-lain.
b) Dihormati manusia menjadi orang layak untuk dihormati, bukan karena harta atau kedudukan, akan tetapi karena benar dia layak untuk dihormati.
Himbauan:
Marilah kita dalam minggu yang baru ini mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan juga sesuatu yang berguna untuk saling membangun. Tuhan Yesus memberkati.
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati manusia. Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. Roma 14:17-19
Roma 14:17-19 menyatakan bahwa Kerajaan Allah bukan merupakan hal-hal jasmani (makan dan minum). Ada 3 aspek yang harus kita alami dalam kehidupan kita untuk dapat mengerti dan memahami akan Kerajaan Allah:
1. Kebenaran Firman Tuhan adalah Ya dan Amin. Firman Tuhan adalah kebenaran yang mutlak. Tidak ada kebenaran lain selain kebenaran Firman yang berasal dari Tuhan.
2. Damai Sejahtera Pemberian dari Tuhan yang tidak dapat dibeli oleh apapun. Dengan adanya kebenaran dalam hati dan kehidupan kita, maka damai sejahtera akan memenuhi hati kita.
3. Sukacita Dalam segala bersukacitalah. Sukacita adalah pertahanan yang ampuh dalam menghadapi serangan musuh. Dengan percaya akan firman Tuhan kita memiliki damai sejahtera dan oleh karena kedamaian kita memiliki sukacita. Seseorang yang memiliki sukacita sejati di dalam hatinya tidak mudah untuk dikalahkan. Oleh sebab itu musuh selalu berusaha untuk mencuri sukacita kita.
Ketika ketiga aspek ini diaplikasikan dalam kehidupan kita, maka dampaknya bagi kehidupan kita adalah:
Ay. 18 kita memiliki kehidupan yang berarti yaitu kehidupan yang melayani.
a) Berkenan pada Allah berkenan kepada Allah berbicara tentang favor, kuasa, berkat, kemuliaan dan lain-lain.
b) Dihormati manusia menjadi orang layak untuk dihormati, bukan karena harta atau kedudukan, akan tetapi karena benar dia layak untuk dihormati.
Himbauan:
Marilah kita dalam minggu yang baru ini mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan juga sesuatu yang berguna untuk saling membangun. Tuhan Yesus memberkati.
Jumat, 01 Februari 2008
Menghancurkan "Tikus-Tikus" Dalam Kehidupan
I Samuel 6: 4-5 Sesudah itu bertanyalah mereka: "Apakah tebusan salah yang harus kami bayar kepada-Nya?" Jawab mereka: "Menurut jumlah raja-raja kota orang Filistin, lima borok emas dan lima tikus emas, sebab tulah yang sama menimpa kamu sekalian dan raja-raja kotamu.
Jadi buatlah gambar borok-borokmu dan gambar tikus yang merusak tanahmu, dan sampaikanlah hormatmu kepada Allah Israel. Mungkin Ia akan mengangkat dari padamu, dari pada allahmu dan dari pada tanahmu tangan-Nya yang menekan dengan berat. Borok berbicara tentang penyakit, tikus itu berbicara tentang hama, tikus itu menghancurkan tanah, mencuri, dan memakan sedikit demi sedikit sampai habis. Tikus ternyata sangat berbahaya sekali tetapi Firman memberikan hikmat apa yang harus kita lakukan untuk menghancurkannya :
1. Mengawasi kehidupan kita - Mengamati (Watch)
I Timotius 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau. Tikus itu berkembang biak di tempat kotor, tempat-tempat dimana banyak sampah berserakan, mereka tumbuh dan tinggal di situ. Secara rohani, tikus berbicara tentang roh jahat. Roh jahat ini tinggal di tempat yang “kotor” itu sebabnya kita harus menjaga kehidupan kita. Firman Tuhan dalam I Timotius berkata tidak hanya mengenai kepemimpinan tetapi juga berbicara secara pribadi untuk kehidupan kita. Di dalam posisi kepemimpinan diterangkan bagaimana kita harus mengawasi semua ajaran yang kita berikan kepada jemaat, tetapi untuk setiap kita bicara tentang “pesan” apa yang kita sampaikan lewat hidup kita. Contoh: bagaimana dan cara kita tersenyum itu dapat memberkati orang tetapi dapat juga membuat orang tersinggung. Kita harus mengawasi kehidupan kita supaya bersih, bukan hanya lingkungan atau apa yang ada di sekeliling kita saja. Kalau dulu kita pergi ke bengkel, kita akan melihat banyak onderdil yang berserakan dan juga oli yang berserakan tetapi sekarang sudah berbeda semua onderdil tertata rapi, karyawan-karyawannya memakai seragam dan bahkan kalau ada tamu disambut dengan baik dan dipersilahkan duduk di tempat yang baik. Adanya kebersihan dan juga pelayanan yang baik menarik banyak pelanggan. Sebenarnya manusia itu diciptakan untuk hidup di tempat yang bersih dan bukan di tempat yang kotor. Daud meminta Tuhan bahkan untuk menjaga perkataannya.
Mzm 141: 3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!
2. Menjaga kehidupan - Memperingatkan (Warn)
I Petrus 5:8-9 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Matius 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. Kita harus menjaga kehidupan kita karena kita tahu bahwa tikus itu pandai, kalau kita lengah sedikit dia bisa masuk dan tikus itu binatang yang berkembang-biaknya sangat cepat sekali. Misalnya kita lengah dalam membaca Alkitab karena terlambat bangun pagi dan kita berpikir “yah nanti siang saja lalu nanti malam saja dan akhirnya 1 hari terlewati”. Kita tidak bisa meminta agar waktu itu diulangi, karena waktu akan pergi begitu saja dan tidak mungkin dapat diulangi. Kalau kita tidak bisa menjaga waktu yang Tuhan berikan kepada kita, maka kita akan menyesal dikemudian hari. Kita harus sadar dan mengingatkan diri kita senantiasa, khususnya dalam doa-doa, Paulus memberi nasehat Kolose 4:2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.
3. Menghancurkan Iblis - Memerangi (War)
Jangan kompromi dengan dosa. Berhala apapun itu harus dihancurkan, keintiman tidak bisa terjadi kalau ada berhala. Suami istri tidak bisa intim kalau ada apa pun atau siapa pun diantara mereka. Kita dengan Tuhan juga tidak bisa intim kalau ada penghalang-penghalang. Apapun penghalang itu “ketakutan” atau “masalah” dalam hidup kita, tidak boleh menguasai diri kita. Yak 4:6-8 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
Kita diberi kuasa untuk mengalahkan musuh-musuh kita (Iblis). Ada 3 kunci untuk mendapatkan kuasa tersebut yaitu:
- “humility” (kerendahan hati)
- “intimacy” (keintiman)
- “purity” (tahir/kemurnian)
4. Hidup Dalam Hikmat - Bijaksana (Wisdom)
Tikus ternyata binatang yang tergolong cerdas karena itu seringkali digunakan dalam beberapa penelitian. Tikus yang dimasukkan didalam kotak “maze” (kotak yang berselang-seling) setelah beberapa kali “trial and error” (mencoba-coba), dia akan menemukan jalan keluarnya. Iblis itu ciptaan yang sudah tua dan dia ada lebih dulu dari kita jadi kita perlu hikmat dari Allah untuk mengalahkannya. Masalahnya orang sering berpikir jadi orang pintar saja cukup. Pandai dan bijaksana itu berbeda, orang pandai belum tentu bijak tetapi orang bijak itu pasti pandai.
Kitab Amsal memberikan janji yang luar biasa bagi setiap orang yang hidup dalam hikmat.
Amsal 3:13-16
Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata; apa pun yang kau inginkan, tidak dapat menyamainya. Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
Jadi buatlah gambar borok-borokmu dan gambar tikus yang merusak tanahmu, dan sampaikanlah hormatmu kepada Allah Israel. Mungkin Ia akan mengangkat dari padamu, dari pada allahmu dan dari pada tanahmu tangan-Nya yang menekan dengan berat. Borok berbicara tentang penyakit, tikus itu berbicara tentang hama, tikus itu menghancurkan tanah, mencuri, dan memakan sedikit demi sedikit sampai habis. Tikus ternyata sangat berbahaya sekali tetapi Firman memberikan hikmat apa yang harus kita lakukan untuk menghancurkannya :
1. Mengawasi kehidupan kita - Mengamati (Watch)
I Timotius 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau. Tikus itu berkembang biak di tempat kotor, tempat-tempat dimana banyak sampah berserakan, mereka tumbuh dan tinggal di situ. Secara rohani, tikus berbicara tentang roh jahat. Roh jahat ini tinggal di tempat yang “kotor” itu sebabnya kita harus menjaga kehidupan kita. Firman Tuhan dalam I Timotius berkata tidak hanya mengenai kepemimpinan tetapi juga berbicara secara pribadi untuk kehidupan kita. Di dalam posisi kepemimpinan diterangkan bagaimana kita harus mengawasi semua ajaran yang kita berikan kepada jemaat, tetapi untuk setiap kita bicara tentang “pesan” apa yang kita sampaikan lewat hidup kita. Contoh: bagaimana dan cara kita tersenyum itu dapat memberkati orang tetapi dapat juga membuat orang tersinggung. Kita harus mengawasi kehidupan kita supaya bersih, bukan hanya lingkungan atau apa yang ada di sekeliling kita saja. Kalau dulu kita pergi ke bengkel, kita akan melihat banyak onderdil yang berserakan dan juga oli yang berserakan tetapi sekarang sudah berbeda semua onderdil tertata rapi, karyawan-karyawannya memakai seragam dan bahkan kalau ada tamu disambut dengan baik dan dipersilahkan duduk di tempat yang baik. Adanya kebersihan dan juga pelayanan yang baik menarik banyak pelanggan. Sebenarnya manusia itu diciptakan untuk hidup di tempat yang bersih dan bukan di tempat yang kotor. Daud meminta Tuhan bahkan untuk menjaga perkataannya.
Mzm 141: 3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!
2. Menjaga kehidupan - Memperingatkan (Warn)
I Petrus 5:8-9 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Matius 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. Kita harus menjaga kehidupan kita karena kita tahu bahwa tikus itu pandai, kalau kita lengah sedikit dia bisa masuk dan tikus itu binatang yang berkembang-biaknya sangat cepat sekali. Misalnya kita lengah dalam membaca Alkitab karena terlambat bangun pagi dan kita berpikir “yah nanti siang saja lalu nanti malam saja dan akhirnya 1 hari terlewati”. Kita tidak bisa meminta agar waktu itu diulangi, karena waktu akan pergi begitu saja dan tidak mungkin dapat diulangi. Kalau kita tidak bisa menjaga waktu yang Tuhan berikan kepada kita, maka kita akan menyesal dikemudian hari. Kita harus sadar dan mengingatkan diri kita senantiasa, khususnya dalam doa-doa, Paulus memberi nasehat Kolose 4:2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.
3. Menghancurkan Iblis - Memerangi (War)
Jangan kompromi dengan dosa. Berhala apapun itu harus dihancurkan, keintiman tidak bisa terjadi kalau ada berhala. Suami istri tidak bisa intim kalau ada apa pun atau siapa pun diantara mereka. Kita dengan Tuhan juga tidak bisa intim kalau ada penghalang-penghalang. Apapun penghalang itu “ketakutan” atau “masalah” dalam hidup kita, tidak boleh menguasai diri kita. Yak 4:6-8 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
Kita diberi kuasa untuk mengalahkan musuh-musuh kita (Iblis). Ada 3 kunci untuk mendapatkan kuasa tersebut yaitu:
- “humility” (kerendahan hati)
- “intimacy” (keintiman)
- “purity” (tahir/kemurnian)
4. Hidup Dalam Hikmat - Bijaksana (Wisdom)
Tikus ternyata binatang yang tergolong cerdas karena itu seringkali digunakan dalam beberapa penelitian. Tikus yang dimasukkan didalam kotak “maze” (kotak yang berselang-seling) setelah beberapa kali “trial and error” (mencoba-coba), dia akan menemukan jalan keluarnya. Iblis itu ciptaan yang sudah tua dan dia ada lebih dulu dari kita jadi kita perlu hikmat dari Allah untuk mengalahkannya. Masalahnya orang sering berpikir jadi orang pintar saja cukup. Pandai dan bijaksana itu berbeda, orang pandai belum tentu bijak tetapi orang bijak itu pasti pandai.
Kitab Amsal memberikan janji yang luar biasa bagi setiap orang yang hidup dalam hikmat.
Amsal 3:13-16
Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata; apa pun yang kau inginkan, tidak dapat menyamainya. Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
Power of Attitude
Bulan yang pertama adalah bulan hati dan bulan yang kedua ini adalah bulan sikap. Didalam bulan hati, kita banyak berbicara mengenai hati dan Alkitab mengatakan jagalah hatimu karena dari situlah terpancar kehidupan terjemahan lain mengatakan guard your heart with all your dilligent yaitu dengan segala kerajinanmu. Kalau Alkitab mengatakan dengan kerajinan itu berarti hati itu sangat penting sekali dan kalau Firman Tuhan mengatakan tentang hati itu tidak hanya mengatakan tentang perasaan (emosi) tetapi itu sebetulnya berbicara tentang mind heart. Ada kesinambungan yang tidak dapat dipisahkan antara pikiran kita dan hati kita. Semuanya itu berkaitan satu sama lain dalam fungsinya. Dan apa yang dihasilkan dari fungsi itu akan menghasilkan sikap kita (attitude). Karena itu kalau seseorang hatinya diubahkan maka sikapnya juga pasti berubah. Sikap kita memainkan peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan ataupun kegagalan kita.
Attitude determine altitude (sikap menentukan ketinggian). Orang disenangi atau orang tidak disenangi itu tergantung dari sikap kita. Sikap itu bisa menghancurkan dan juga bisa membangun diri kita. Orang yang pemikirannya negative sesuai penelitian dikatakan bahwa kesehatannya lebih buruk dibandingkan orang yang positive. Alkitab mengatakan hati yang gembira adalah obat tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Hidup itu tidak pernah lepas dari masalah, tetapi banyak orang yang berpikir bahwa dia adalah orang mempunyai masalah yang paling berat padahal ada banyak yang mempunyai masalah lebih berat tetapi dapat mempunyai sikap yang baik.
Attitude bisa menyembuhkan kita tetapi juga bisa menghancurkan kita. 95% sikap kita dihasilkan dari diri kita dan bukan karena lingkungan di sekitar kita. Bulan ini adalah bulan sikap, mari kita ubah sikap kita menjadi baru yang dulunya negative menjadi positive atau lebih tepatnya mengubah sikap yang salah menjadi benar.
Efesus 4:21-24
Didalam dunia ini yang masuk didalam berita selalu hal-hal yang tidak baik sehingga tanpa kita sadari kita masuk dalam hal-hal yang negative. Di dalam suatu Kerajaan pasti ada yang namanya School of Royalty (Sekolah Kebangsawanan) yang mengajarkan bagaimana harus bersikap sebagai pangeran dan putri kerajaan. Wilson Churchill mengangkat topinya kepada seorang wanita yang bukan wanita baik-baik ketika dia ditanya oleh anggota kongres mengapa dia melakukan hal tersebut, dengan mudah Wilson Churchill mengatakan saya melakukan hal tersebut bukan karena siapa dia tetapi karena siapa saya, I’m a genteleman. Orang bisa saja jahat terhadap kita tetapi kita tetap bersikap baik kepada dia. Yesus memberikan rumus yang sangat sederhana yaitu apa yang engkau ingin orang perbuat kepada dirimu, lakukanlah itu kepada mereka. Kesombongan bisa dilawan dengan kerendahan hati.
FAKTA MENGENAI SIKAP
1. Sikap kita itu menyatakan siapa diri kita sebenarnya. Ams 23:7
Karakter inti kita adalah sikap kita. Sebagaimana manusia berpikir didalam hatinya, begitulah ia.
Mat 15:16
Seseorang dapat memanipulasi sikapnya tetapi apabila tekanan dating maka sifat aslinya akan terlihat. Biarlah Roh Kudus mengubahkan sikap kita. Jangan biarkan sikap orang lain mempengaruhi sikap kita. Alasan kita bersikap buruk karena sebenarnya kita sudah bersikap buruk didalam hati kita dan bukan karena apa yang terjadi di sekeliling kita.
2. Sikap kita menentukan keberhasilan atau kegagalan.
Dalam hal ini adalah hubungan kita dengan manusia dan hubungan kita dengan Tuhan.
Kain mempunyai hubungan yang tidak baik dengan saudaranya lalu dengan Tuhan. Kain mempunyai roh pemberontakan. Tuhan bertanya kepada Kain mengapa hatimu panas …. mengapa wajahmu muram …. Satu kekeliruan akan diikuti dengan kekeliruan yang lain. Sikap itu juga menentukan suatu generasi. Generasi dari Kain semuanya menjadi pemberontak sedangkan generasi Set (pengganti dari Habil) dikatakan sebagai Godly generation.
3. Sikap kita adalah pilihan kita.
Kehormatan kita tidak tergantung dengan orang lain atau apa yang ada disekitar kita. Victor Frankle ketika dipermalukan di kamp konsentrasi mengatakan mereka dapat menyobek pakaian saya tetapi tidak dapat menyobek kehormatan saya. Mulut yang terlalu manis yang selalu memuji-muji itu juga tidak bias dipercaya. Kita bias memilih memilih sikap apa yang akan kita ambil dan dari pilihan itu kita akan menjalani hari-hari yang sesuai dengan keputusan kita tadi. Alkitab mengatakan kita tidak berjalan dengan apa yang kita lihat tetapi dengan iman kita. Petrus dan Yudas mendapatkan pengampunan dari Tuhan. Perbedaannya Petrus menerima pengampunan itu sedangkan Yudas tidak menerima pengampunan itu bahkan menghukum dirinya sendiri. Kalaupun kita menghadapi kesukaran dalam hidup kita seberapa besar kesukaran dan tekanan itu kalau kita punya sikap yang baik dan benar, problem itu akan jadi berkat buat kita. Amin.
Attitude determine altitude (sikap menentukan ketinggian). Orang disenangi atau orang tidak disenangi itu tergantung dari sikap kita. Sikap itu bisa menghancurkan dan juga bisa membangun diri kita. Orang yang pemikirannya negative sesuai penelitian dikatakan bahwa kesehatannya lebih buruk dibandingkan orang yang positive. Alkitab mengatakan hati yang gembira adalah obat tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Hidup itu tidak pernah lepas dari masalah, tetapi banyak orang yang berpikir bahwa dia adalah orang mempunyai masalah yang paling berat padahal ada banyak yang mempunyai masalah lebih berat tetapi dapat mempunyai sikap yang baik.
Attitude bisa menyembuhkan kita tetapi juga bisa menghancurkan kita. 95% sikap kita dihasilkan dari diri kita dan bukan karena lingkungan di sekitar kita. Bulan ini adalah bulan sikap, mari kita ubah sikap kita menjadi baru yang dulunya negative menjadi positive atau lebih tepatnya mengubah sikap yang salah menjadi benar.
Efesus 4:21-24
Didalam dunia ini yang masuk didalam berita selalu hal-hal yang tidak baik sehingga tanpa kita sadari kita masuk dalam hal-hal yang negative. Di dalam suatu Kerajaan pasti ada yang namanya School of Royalty (Sekolah Kebangsawanan) yang mengajarkan bagaimana harus bersikap sebagai pangeran dan putri kerajaan. Wilson Churchill mengangkat topinya kepada seorang wanita yang bukan wanita baik-baik ketika dia ditanya oleh anggota kongres mengapa dia melakukan hal tersebut, dengan mudah Wilson Churchill mengatakan saya melakukan hal tersebut bukan karena siapa dia tetapi karena siapa saya, I’m a genteleman. Orang bisa saja jahat terhadap kita tetapi kita tetap bersikap baik kepada dia. Yesus memberikan rumus yang sangat sederhana yaitu apa yang engkau ingin orang perbuat kepada dirimu, lakukanlah itu kepada mereka. Kesombongan bisa dilawan dengan kerendahan hati.
FAKTA MENGENAI SIKAP
1. Sikap kita itu menyatakan siapa diri kita sebenarnya. Ams 23:7
Karakter inti kita adalah sikap kita. Sebagaimana manusia berpikir didalam hatinya, begitulah ia.
Mat 15:16
Seseorang dapat memanipulasi sikapnya tetapi apabila tekanan dating maka sifat aslinya akan terlihat. Biarlah Roh Kudus mengubahkan sikap kita. Jangan biarkan sikap orang lain mempengaruhi sikap kita. Alasan kita bersikap buruk karena sebenarnya kita sudah bersikap buruk didalam hati kita dan bukan karena apa yang terjadi di sekeliling kita.
2. Sikap kita menentukan keberhasilan atau kegagalan.
Dalam hal ini adalah hubungan kita dengan manusia dan hubungan kita dengan Tuhan.
Kain mempunyai hubungan yang tidak baik dengan saudaranya lalu dengan Tuhan. Kain mempunyai roh pemberontakan. Tuhan bertanya kepada Kain mengapa hatimu panas …. mengapa wajahmu muram …. Satu kekeliruan akan diikuti dengan kekeliruan yang lain. Sikap itu juga menentukan suatu generasi. Generasi dari Kain semuanya menjadi pemberontak sedangkan generasi Set (pengganti dari Habil) dikatakan sebagai Godly generation.
3. Sikap kita adalah pilihan kita.
Kehormatan kita tidak tergantung dengan orang lain atau apa yang ada disekitar kita. Victor Frankle ketika dipermalukan di kamp konsentrasi mengatakan mereka dapat menyobek pakaian saya tetapi tidak dapat menyobek kehormatan saya. Mulut yang terlalu manis yang selalu memuji-muji itu juga tidak bias dipercaya. Kita bias memilih memilih sikap apa yang akan kita ambil dan dari pilihan itu kita akan menjalani hari-hari yang sesuai dengan keputusan kita tadi. Alkitab mengatakan kita tidak berjalan dengan apa yang kita lihat tetapi dengan iman kita. Petrus dan Yudas mendapatkan pengampunan dari Tuhan. Perbedaannya Petrus menerima pengampunan itu sedangkan Yudas tidak menerima pengampunan itu bahkan menghukum dirinya sendiri. Kalaupun kita menghadapi kesukaran dalam hidup kita seberapa besar kesukaran dan tekanan itu kalau kita punya sikap yang baik dan benar, problem itu akan jadi berkat buat kita. Amin.
Selasa, 01 Januari 2008
Jagalah Hatimu
(GUARDING YOUR HEART)
Tahun ini adalah the year of new beginning. Memang angka 7 adalah angka yang sempurna dan angka 8 adalah angka suatu awal yang baru. Saya percaya bahwa ada level yang baru, tingkatan yang baru, dimensi yang baru yang Tuhan mau kerjakan dalam kehidupan kita. Pada tahun yang lalu kita banyak bicara mengenai menakhlukkan, mengenai dominion, mengenai Kingly authority (otoritas Kerajaan). Kita sadar bahwa setiap daripada kita diberi kuasa dan musuh yang paling besar yang hadir kita hadapi adalah diri kita sendiri. Ketika Musa mati dan Yosua menggantikan untuk memasuki tanah yang Tuhan janjikan – tanah Kanaan. Yosua adalah generasi yang baru tetapi masih merasakan akan generasi yang lama sehingga dia adalah orang yang cukup mengerti bagaimana sifat Israel yang akan dibawanya untuk memasuki tanah Kanaan sesuai dengan perintah Tuhan kepadanya. Kata yang dipakai untuk mengambil-alih adalah possess the land. Untuk mencapai tanah itu ada bagian yang juga harus kita kerjakan, dan bagian itu adalah percaya. Untuk menikmati tanah perjanjian, Yosua harus mengalami berbagai-bagai rintangan dan halangan. Dalam Yosua 1, beberapa kali Tuhan mengatakan untuk tidak berkecil hati, jangan takut. Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri karena itu tema bulan ini adalah new heart.
Yeremia 17:9 Betapa liciknya hati lebih licik dari segala sesuatu. Tahun yang lalu kita tutup dengan menyembah Allah yang benar supaya kita tidak hidup dalam penipuan. Hati itu lebih licik dari segala sesuatu, hatinya sudah membatu siapakah yang dapat mengetahuinya, itulah keadaan hati manusia menurut Firman Allah. Seringkali didalam konseling terutama konseling keluarga, si istri bercerita saya kira saya kenal suami saya ternyata saya tidak kenal suami saya, saya tidak menyangka dia melakukan itu. Karena itu hati kita perlu diperbaharui senantiasa, kita perlu memelihara hati kita. Di dalam Firman Tuhan dikatakan bagaimana pentingnya kita untuk memelihara atau memperhatikan hati kita.
Mat 15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Tuhan itu tidak pernah berubah dan Dia mengubahkan kita dari dalam ke luar (from inside out). Kita tidak akan pernah bisa berubah kalau dari luar ke dalam. Perjanjian Lama itu adalah hukum dan hukum itu berusaha mengubahkan manusia dari luar ke dalam. Peraturan itu baik tapi kalau hati tidak diubahkan maka akan tetap ada yang namanya pelanggaran. Ada seorang istri yang berkata kepada saya, “saya harus menjaga suami saya pak kalau tidak dia bisa hilang, yah mau bagaimana lagi kita kan sudah menikah”. Hal ini bukan sesuatu yang mudah, bahkan Alkitab mengatakan ini adalah usaha menjaring angin, usaha yang sia-sia dan sangat melelahkan. Tetapi begitu suaminya dijamah Tuhan dan hidup dalam pertobatan, semuanya diubahkan.
Saya akan tunjukkan betapa pentingnya memiliki hati yang baru. Kemarin saya diminta oleh ROCK Mojokerto untuk berbicara mengenai Kingdom Paradigm (paradigma kerajaan). Paradigma kerajaan ini sangat berhubungan dengan hati. Paradigma adalah cara pandang kita terhadap segala sesuatu, cara kita memandang rekan kita, cara kita memandang keluarga kita, cara kita memandang suami/istri dan anak-anak kita, cara kita memandang pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, cara kita memandang relationship/hubungan kita dengan siapa pun, cara kita memandang keuangan/ekonomi kita, cara kita memandang Tuhan dan hubungannya dengan hidup kita, cara kita memandang setiap aspek dalam kehidupan kita, itu akan menentukan apakah kita akan menang atau kalah. Paradigma yang diubahkan dimulai dari perubahan hati, sebab kalau hati kita diubahkan maka seluruh aspek kehidupan kita akan diubahkan. Waktu hati kita diubahkan, maka cara bicara kita menjadi lain.
Lukas 6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik, dari perbendaharaan hatinya yang baik. Orang yang jahat akan mengeluarkan harta yang jahat. Karena yang keluar dari mulutnya keluar dari hatinya. Tuhan hanya membedakan manusia yaitu yang baik dan yang jahat. Perkataan itu penting, perkataan itu punya kuasa untuk mengubah karena itu perhatikan apa yang keluar dari mulutmu.
Amsal mengatakan Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan (Guard your heart). Kita harus selalu memperhatikan keadaan hati kita oleh karena apa yang ditulis dalam Yeremia tadi. Amsal mengatakan kita harus menjaga dengan segala kewaspadaan terutama pada setiap ucapan, bahasa, kalimat yang kita keluarkan. Orang yang sedang marah tidak bisa berbicara lemah lembut tetapi orang yang bisa menguasai diri, dia masih bisa menjaga hatinya dan menahan perkataannya. Jaga hati itu tidak mudah terutama bagi yang temperamental. Karena sebagaimana hati kita seperti itu juga hidup kita, dunia medis sudah membuktikan bahwa hati yang gembira adalah obat.
Hati yang baru itu adalah karya Tuhan karena Dia yang menciptakannya.
Amsal 15:13 Hati yang gembira membuat muka yang berseri-seri. ‘Muka’ disini maksudnya adalah warna wajah dan warna wajah itu yang menunjukkan bagaimana hati kita.
Tahun ini adalah the year of new beginning. Memang angka 7 adalah angka yang sempurna dan angka 8 adalah angka suatu awal yang baru. Saya percaya bahwa ada level yang baru, tingkatan yang baru, dimensi yang baru yang Tuhan mau kerjakan dalam kehidupan kita. Pada tahun yang lalu kita banyak bicara mengenai menakhlukkan, mengenai dominion, mengenai Kingly authority (otoritas Kerajaan). Kita sadar bahwa setiap daripada kita diberi kuasa dan musuh yang paling besar yang hadir kita hadapi adalah diri kita sendiri. Ketika Musa mati dan Yosua menggantikan untuk memasuki tanah yang Tuhan janjikan – tanah Kanaan. Yosua adalah generasi yang baru tetapi masih merasakan akan generasi yang lama sehingga dia adalah orang yang cukup mengerti bagaimana sifat Israel yang akan dibawanya untuk memasuki tanah Kanaan sesuai dengan perintah Tuhan kepadanya. Kata yang dipakai untuk mengambil-alih adalah possess the land. Untuk mencapai tanah itu ada bagian yang juga harus kita kerjakan, dan bagian itu adalah percaya. Untuk menikmati tanah perjanjian, Yosua harus mengalami berbagai-bagai rintangan dan halangan. Dalam Yosua 1, beberapa kali Tuhan mengatakan untuk tidak berkecil hati, jangan takut. Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri karena itu tema bulan ini adalah new heart.
Yeremia 17:9 Betapa liciknya hati lebih licik dari segala sesuatu. Tahun yang lalu kita tutup dengan menyembah Allah yang benar supaya kita tidak hidup dalam penipuan. Hati itu lebih licik dari segala sesuatu, hatinya sudah membatu siapakah yang dapat mengetahuinya, itulah keadaan hati manusia menurut Firman Allah. Seringkali didalam konseling terutama konseling keluarga, si istri bercerita saya kira saya kenal suami saya ternyata saya tidak kenal suami saya, saya tidak menyangka dia melakukan itu. Karena itu hati kita perlu diperbaharui senantiasa, kita perlu memelihara hati kita. Di dalam Firman Tuhan dikatakan bagaimana pentingnya kita untuk memelihara atau memperhatikan hati kita.
Mat 15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Tuhan itu tidak pernah berubah dan Dia mengubahkan kita dari dalam ke luar (from inside out). Kita tidak akan pernah bisa berubah kalau dari luar ke dalam. Perjanjian Lama itu adalah hukum dan hukum itu berusaha mengubahkan manusia dari luar ke dalam. Peraturan itu baik tapi kalau hati tidak diubahkan maka akan tetap ada yang namanya pelanggaran. Ada seorang istri yang berkata kepada saya, “saya harus menjaga suami saya pak kalau tidak dia bisa hilang, yah mau bagaimana lagi kita kan sudah menikah”. Hal ini bukan sesuatu yang mudah, bahkan Alkitab mengatakan ini adalah usaha menjaring angin, usaha yang sia-sia dan sangat melelahkan. Tetapi begitu suaminya dijamah Tuhan dan hidup dalam pertobatan, semuanya diubahkan.
Saya akan tunjukkan betapa pentingnya memiliki hati yang baru. Kemarin saya diminta oleh ROCK Mojokerto untuk berbicara mengenai Kingdom Paradigm (paradigma kerajaan). Paradigma kerajaan ini sangat berhubungan dengan hati. Paradigma adalah cara pandang kita terhadap segala sesuatu, cara kita memandang rekan kita, cara kita memandang keluarga kita, cara kita memandang suami/istri dan anak-anak kita, cara kita memandang pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, cara kita memandang relationship/hubungan kita dengan siapa pun, cara kita memandang keuangan/ekonomi kita, cara kita memandang Tuhan dan hubungannya dengan hidup kita, cara kita memandang setiap aspek dalam kehidupan kita, itu akan menentukan apakah kita akan menang atau kalah. Paradigma yang diubahkan dimulai dari perubahan hati, sebab kalau hati kita diubahkan maka seluruh aspek kehidupan kita akan diubahkan. Waktu hati kita diubahkan, maka cara bicara kita menjadi lain.
Lukas 6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik, dari perbendaharaan hatinya yang baik. Orang yang jahat akan mengeluarkan harta yang jahat. Karena yang keluar dari mulutnya keluar dari hatinya. Tuhan hanya membedakan manusia yaitu yang baik dan yang jahat. Perkataan itu penting, perkataan itu punya kuasa untuk mengubah karena itu perhatikan apa yang keluar dari mulutmu.
Amsal mengatakan Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan (Guard your heart). Kita harus selalu memperhatikan keadaan hati kita oleh karena apa yang ditulis dalam Yeremia tadi. Amsal mengatakan kita harus menjaga dengan segala kewaspadaan terutama pada setiap ucapan, bahasa, kalimat yang kita keluarkan. Orang yang sedang marah tidak bisa berbicara lemah lembut tetapi orang yang bisa menguasai diri, dia masih bisa menjaga hatinya dan menahan perkataannya. Jaga hati itu tidak mudah terutama bagi yang temperamental. Karena sebagaimana hati kita seperti itu juga hidup kita, dunia medis sudah membuktikan bahwa hati yang gembira adalah obat.
Hati yang baru itu adalah karya Tuhan karena Dia yang menciptakannya.
Amsal 15:13 Hati yang gembira membuat muka yang berseri-seri. ‘Muka’ disini maksudnya adalah warna wajah dan warna wajah itu yang menunjukkan bagaimana hati kita.
Langganan:
Postingan (Atom)