Setiap hari dalam hidup kita selalu terjadi perjumpaan, dengan keluarga – teman – rekan sekerja – bahkan orang lain yang tidak pernah kita jumpai sebelumnya. Lewat perjumpaan yang terjadi bisa dihasilkan dampak yang positif tetapi bisa juga dihasilkan dampak yang negatif. Dampak yang dihasilkan bisa dangkal, tetapi bisa juga dalam tergantung dari perjumpaan seperti apa yang kita alami. Yang saya maksudkan adalah kualitas perjumpaan itu, seberapa penting perjumpaan itu buat kita dan yang terpenting dengan siapa kita berjumpa.
Kalau hari ini anda berjumpa dengan seorang figur misalkan entah itu artis terkenal, tokoh masyarakat, orang terkenal, pendeta yang diurapi, dan sebagainya tentu saja perjumpaan ini menjadi sangat berarti. Pertanyaannya hari ini bagaimana kalau kita berjumpa dengan Tuhan sendiri. Tuhan yang dasyat pencipta langit dan bumi, pribadi yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga. Seringkali saat kita berjumpa dengan seorang manusia (biasa) yang kebetulan terkenal kita akan bangga. Kita menceritakannya, mengenangnya, bahkan seringkali hal ini berdampak sampai pada mengubah masa depan kita.
Salah satu presiden USA Bill Clinton menceritakan perjumpaannya dengan Kennedy yang waktu itu menjadi presiden. Dia mengenang bahwa lewat pertemuan itu dia terinspirasi dan bertekad ingin menjadi presiden suatu saat. Buat Clinton perjumpaan itu mengubah hidupnya bahkan masa depannya. Sekali lagi bayangkan bagaimana perjumpaan kita dengan Tuhan. Saya begitu yakin akan terjadi perubahan demi perubahan yang anda tidak akan pernah bisa bayangkan. Banyak hamba Tuhan yang mengungkapkan dampak perjumpaan itu dengan mengatakan: “…anda tidak pernah sama lagi…”
Alkitab begitu banyak mencatat perjumpaan demi perjumpaan antara Tuhan dengan manusia biasa dan mengubah mereka menjadi manusia luar biasa. Abraham mengalami perjumpaan yang menjadikan dia sahabat Tuhan. Yakub berjumpa dengan Tuhan yang mengubah identitasnya sekaligus masa depannya. Musa mengalami perjumpaan yang membuat dia menjadi sangat lembut. Gideon berjumpa dengan Tuhan yang mengubah citra dirinya. Elia berjumpa dengan Tuhan yang dasyat dalam kuasaNya. Yesaya mengalami perjumpaan yang membuat dia mengerti siapa Raja yang sesungguhnya. Yeremia, Yehezkiel, Daniel, Maria Magdalena, Petrus, Paulus dan seterusnya, daftar ini bisa diteruskan dengan berbagai dampak dalam hidup setiap mereka.
Sekarang bagaimana dengan anda, “do you experience God encounters?” Sudahkah anda mengalaminya? LawatanNya, perjumpaan dengan diriNya secara pribadi. Sekali lagi minggu yang baru ini miliki kerinduan akan perjumpaan dengan Dia, Paulus berkata: “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus” (Fil 3:12). Kejar Dia dengan sungguh-sungguh, saya percaya anda akan mengalami pengalaman yang berbeda, you will never be the same again. Tuhan Yesus memberkati !!!
Sabtu, 01 Juli 2006
Brave Heart
Hidup dikeadaan seperti hari-hari ini sangat dibutuhkan sikap hati yang kuat, berani dan pantang menyerah. Judul yang kita pakai ini pernah dipakai juga sebagai judul film yang sangat terkenal. Ceritanya dibangun dari sejarah kerajaan Scotland (Skotlandia) yang dijajah dan diperbudak oleh kerajaan England (Inggris). Dilukiskan bagaimana rakyat Skotlan kehilangan apa yang sebenarnya merupakan hak mereka. Mereka kehilangan banyak hal, mulai dari harga diri – kebebasan – penghidupan yang layak – kebanggaan – dan sebagainya. Mereka tidak berdaya dan tidak tahu harus berbuat apa-apa. Hal ini lebih diperparah oleh sikap raja mereka yang tidak mau tahu kepentingan rakyatnya dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Keadaan ini membuat rakyat Skotlandia benar-benar terpuruk dan seperti tidak punya masa depan sama sekali.
Sampai satu hari seorang pemuda Skotlandia yang bernama William Wallis kembali ke daerahnya. William adalah putra seorang pejuang Skotlan yang kembali ke daerahnya setelah di didik baik secara intelektual maupun ilmu perang oleh pamannya. Melihat keadaan bangsanya yang terpuruk dan diperlakukan dengan tidak pantas oleh musuh-musuh mereka, dia bangkit dan bertindak. Tentu saja awalnya apa yang dilakukan William tidak terlalu mendapatkan dukungan. Tetapi karena dia memiliki “mental baja” (brave heart), pada akhirnya itu menulari rekan-rekan sebangsanya dan mereka mencatat sejarah yang luar biasa. William pada akhirnya memang harus mati (karena dikhianati rajanya sendiri) tetapi dia tetap tidak mau menyerah. Akibatnya sampai hari ini apa dilakukannya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak gampang menyerah dalam perjuangan.
Saya tidak tahu bagaimana keadaan saudara hari ini, tapi kalau anda sedang menghadapi pergumulan – jangan gampang menyerah. Kita bahkan punya sumber inspirasi yang jauh lebih dasyat dari William Wallis yaitu Tuhan Yesus. Dia yang mengerjakan misi BapaNya, membawa Kerajaan Allah ada di bumi ini seperti di sorga. Dia yang tidak pernah kompromi sekalipun harus mati di atas kayu salib. Tetapi Dia yang juga bangkit mengalahkan kematian, yang berarti pengharapan yang tidak ada habis-habisnya bagi mereka yang percaya kepada Dia. Filipi 2: 5-8 berkata: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesataraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
Apa yang sudah Yesus lakukan menjadi dasar bagi kita untuk menjalani kehidupan ini dengan keberanian. Intinya adalah mentalitas, sewaktu kita punya mental yang benar (Mentalitas Kerajaan Sorga), kita akan melihat situasi dan kondisi kita akan mengalami perubahan kearah yang labih baik. Kita bukan hanya sanggup mengubah keadaan kita tetapi juga akan menginspirasi orang lain untuk keadaan mereka juga diubahkan. Jangan takut terhadap goncangan, karena segala sesuatu memang harus digoncangkan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Dan berita baiknya kita berada di dalam kerajaan yang tidak tergoncangkan itu yaitu Kerajaan Allah sendiri. Karena itu minggu yang baru ini saya mau katakan: “be brave, be strong” sebab Tuhan Allahmu menyertai engkau senantiasa.
Sampai satu hari seorang pemuda Skotlandia yang bernama William Wallis kembali ke daerahnya. William adalah putra seorang pejuang Skotlan yang kembali ke daerahnya setelah di didik baik secara intelektual maupun ilmu perang oleh pamannya. Melihat keadaan bangsanya yang terpuruk dan diperlakukan dengan tidak pantas oleh musuh-musuh mereka, dia bangkit dan bertindak. Tentu saja awalnya apa yang dilakukan William tidak terlalu mendapatkan dukungan. Tetapi karena dia memiliki “mental baja” (brave heart), pada akhirnya itu menulari rekan-rekan sebangsanya dan mereka mencatat sejarah yang luar biasa. William pada akhirnya memang harus mati (karena dikhianati rajanya sendiri) tetapi dia tetap tidak mau menyerah. Akibatnya sampai hari ini apa dilakukannya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak gampang menyerah dalam perjuangan.
Saya tidak tahu bagaimana keadaan saudara hari ini, tapi kalau anda sedang menghadapi pergumulan – jangan gampang menyerah. Kita bahkan punya sumber inspirasi yang jauh lebih dasyat dari William Wallis yaitu Tuhan Yesus. Dia yang mengerjakan misi BapaNya, membawa Kerajaan Allah ada di bumi ini seperti di sorga. Dia yang tidak pernah kompromi sekalipun harus mati di atas kayu salib. Tetapi Dia yang juga bangkit mengalahkan kematian, yang berarti pengharapan yang tidak ada habis-habisnya bagi mereka yang percaya kepada Dia. Filipi 2: 5-8 berkata: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesataraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
Apa yang sudah Yesus lakukan menjadi dasar bagi kita untuk menjalani kehidupan ini dengan keberanian. Intinya adalah mentalitas, sewaktu kita punya mental yang benar (Mentalitas Kerajaan Sorga), kita akan melihat situasi dan kondisi kita akan mengalami perubahan kearah yang labih baik. Kita bukan hanya sanggup mengubah keadaan kita tetapi juga akan menginspirasi orang lain untuk keadaan mereka juga diubahkan. Jangan takut terhadap goncangan, karena segala sesuatu memang harus digoncangkan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Dan berita baiknya kita berada di dalam kerajaan yang tidak tergoncangkan itu yaitu Kerajaan Allah sendiri. Karena itu minggu yang baru ini saya mau katakan: “be brave, be strong” sebab Tuhan Allahmu menyertai engkau senantiasa.
Tujuan Tuhan Bagi Kita
Filipi 3:12-14
“Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Tidak ada seorangpun diantara kita yang sempurna, tetapi kita semua sedang menuju kepada kesempurnaan. Kita bisa hidup dan menjadi orang percaya saat ini semata-mata karena kasih karunia Allah. Kita harus terus bergerak maju, dan melupakan apa yang telah ada di belakang kita (masa lalu). Mungkin kita pernah mengalami peristiwa yang memalukan, kegagalan, penyakit, akan tetapi semua itu sudah terjadi dan menjadi masa lalu kita yang harus kita lupakan karena kita telah masuk dalam masa yang baru (masa sekarang dan masa depan). Jangan terintimidasi dengan hal-hal dimasa lalu, karena dengan terfokus pada masa lalu kita tidak akan mengalami kemajuan dalam kehidupan kita. Saat ini adalah waktunya untuk kita melihat dan terus maju untuk menangkap masa depan yang tersedia didepan kita. Pertahanan yang paling baik adalah menyerang, oleh karena itu kita harus terus dan terus bergerak maju menuju masa depan.
Jika kehidupan kita tidak memiliki goal / tujuan dan tidak terus bergerak maju maka kita tidak akan mendapat apa-apa dalam hidup kita. Yeremia 29:11, janji Allah bagi kita, yakni rancangan masa depan yang sejahtera dan penuh pengharapan.
Setiap orang percaya harus tahu apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam kehidupan kita.
Tujuan Tuhan bagi kita adalah:
1. Efesus 2:19 – Tuhan mau kita harus menjadi anggota keluarga Allah. Kita bukanlah orang asing, melainkan saudara sedarah, sebab kita telah ditebus oleh darah Kristus dan dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Perjanjian ini merupakan perjanjian yang tidak dapat dibatalkan oleh apapun juga. Kita tidak pernah sendirian sebab kita memiliki keluarga yang selalu menerima kita. Menjadi anggota dalam suatu keluarga sangatlah penting, sebab:
• Anak dilatih, dididik dan dibersarkan didalam keluarga. Tanpa keluarga anak akan menjadi liar. Kebanyakan orang hidup tanpa aturan sebab dalam hidupnya ia tidak mengenal dan tidak diberikan aturan.
• Warisan hanya diberikan kepada anggota keluarga. Berkat keturunan dijamin pasti akan diturunkan kepada mereka yang adalah anggota keluarga.
2. 1 Timotius 4:12 – Kita harus menjadi teladan karakter Kristus. Dalam kehidupan kita, kita harus menjadi model dari karakter Krsitus. Kita harus mengenakkan Kristus dalam kehidupan kita setiap hari, melalui pemenuhan Roh Kudus dan dalam kebenaran firman Tuhan. Sehingga dunia dapat melihat adanya perbedaan dalam hidup kita, sebab karakter Kristus hidup di dalam kita. Oleh sebab itu diperlukan adanya pertumbuhan yang sempurna dalam kehidupan kita.
3. 1 Petrus 4:10 – Kita harus menjadi pelayan dari kasih karunia. Dunia tidak mengerti akan kasih karunia, sebab dunia menilai dengan prestise, prestasi, dan hal-hal lain yang fana. Sedangkan Tuhan melihat kita dengan kasih karuniaNya. Oleh sebab itu jangan pernah memandang rendah diri anda, sebab anda berharga dimata Tuhan. Kita harus terus belajar dan melatih diri kita, mempersiapkan diri menjadi yang terbaik untuk melayani Tuhan. Kita harus menjadi orang percaya yang rendah hati dan bukan rendah diri.
4. 2 Korintus 5:19-20 – Kita harus menjadi utusan Kristus, yang mewakili kerajaanNya dimuka bumi. Kita harus selalu bersaksi kepada dunia, menyaksikan kebaikan dan kebenaran Tuhan dalam kehidupan kita. Tugas kita adalah bersaksi dan Roh Kuduslah yang bertugas untuk menginsyafkan dunia.
Yohanes 4:23,24 – Kita harus menjadi penyembah-penyembah yang benar dalam Roh dan Kebenaran. Tuhan ingin kita membesarkan namaNya dengan menjadi penyembah yang benar. Penyembah yang benar tidak hanya dengan pujian, melainkan juga melakukan kebenaran dan hidup dalam kasih.
“Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Tidak ada seorangpun diantara kita yang sempurna, tetapi kita semua sedang menuju kepada kesempurnaan. Kita bisa hidup dan menjadi orang percaya saat ini semata-mata karena kasih karunia Allah. Kita harus terus bergerak maju, dan melupakan apa yang telah ada di belakang kita (masa lalu). Mungkin kita pernah mengalami peristiwa yang memalukan, kegagalan, penyakit, akan tetapi semua itu sudah terjadi dan menjadi masa lalu kita yang harus kita lupakan karena kita telah masuk dalam masa yang baru (masa sekarang dan masa depan). Jangan terintimidasi dengan hal-hal dimasa lalu, karena dengan terfokus pada masa lalu kita tidak akan mengalami kemajuan dalam kehidupan kita. Saat ini adalah waktunya untuk kita melihat dan terus maju untuk menangkap masa depan yang tersedia didepan kita. Pertahanan yang paling baik adalah menyerang, oleh karena itu kita harus terus dan terus bergerak maju menuju masa depan.
Jika kehidupan kita tidak memiliki goal / tujuan dan tidak terus bergerak maju maka kita tidak akan mendapat apa-apa dalam hidup kita. Yeremia 29:11, janji Allah bagi kita, yakni rancangan masa depan yang sejahtera dan penuh pengharapan.
Setiap orang percaya harus tahu apa yang menjadi tujuan Tuhan dalam kehidupan kita.
Tujuan Tuhan bagi kita adalah:
1. Efesus 2:19 – Tuhan mau kita harus menjadi anggota keluarga Allah. Kita bukanlah orang asing, melainkan saudara sedarah, sebab kita telah ditebus oleh darah Kristus dan dilahirkan kembali oleh Roh Kudus. Perjanjian ini merupakan perjanjian yang tidak dapat dibatalkan oleh apapun juga. Kita tidak pernah sendirian sebab kita memiliki keluarga yang selalu menerima kita. Menjadi anggota dalam suatu keluarga sangatlah penting, sebab:
• Anak dilatih, dididik dan dibersarkan didalam keluarga. Tanpa keluarga anak akan menjadi liar. Kebanyakan orang hidup tanpa aturan sebab dalam hidupnya ia tidak mengenal dan tidak diberikan aturan.
• Warisan hanya diberikan kepada anggota keluarga. Berkat keturunan dijamin pasti akan diturunkan kepada mereka yang adalah anggota keluarga.
2. 1 Timotius 4:12 – Kita harus menjadi teladan karakter Kristus. Dalam kehidupan kita, kita harus menjadi model dari karakter Krsitus. Kita harus mengenakkan Kristus dalam kehidupan kita setiap hari, melalui pemenuhan Roh Kudus dan dalam kebenaran firman Tuhan. Sehingga dunia dapat melihat adanya perbedaan dalam hidup kita, sebab karakter Kristus hidup di dalam kita. Oleh sebab itu diperlukan adanya pertumbuhan yang sempurna dalam kehidupan kita.
3. 1 Petrus 4:10 – Kita harus menjadi pelayan dari kasih karunia. Dunia tidak mengerti akan kasih karunia, sebab dunia menilai dengan prestise, prestasi, dan hal-hal lain yang fana. Sedangkan Tuhan melihat kita dengan kasih karuniaNya. Oleh sebab itu jangan pernah memandang rendah diri anda, sebab anda berharga dimata Tuhan. Kita harus terus belajar dan melatih diri kita, mempersiapkan diri menjadi yang terbaik untuk melayani Tuhan. Kita harus menjadi orang percaya yang rendah hati dan bukan rendah diri.
4. 2 Korintus 5:19-20 – Kita harus menjadi utusan Kristus, yang mewakili kerajaanNya dimuka bumi. Kita harus selalu bersaksi kepada dunia, menyaksikan kebaikan dan kebenaran Tuhan dalam kehidupan kita. Tugas kita adalah bersaksi dan Roh Kuduslah yang bertugas untuk menginsyafkan dunia.
Yohanes 4:23,24 – Kita harus menjadi penyembah-penyembah yang benar dalam Roh dan Kebenaran. Tuhan ingin kita membesarkan namaNya dengan menjadi penyembah yang benar. Penyembah yang benar tidak hanya dengan pujian, melainkan juga melakukan kebenaran dan hidup dalam kasih.
Kamis, 01 Juni 2006
Speak What You Seek
Beritahulah dan kemukakanlah alasanmu … (Yesaya 45:21)
Jika anda ingin hidup berkemenangan, anda harus memperkatakan perkataan iman yang positif dan mendeklarasikan apa yang Tuhan katakan mengenai keadaanmu. Filipi 4:13 mengatakan bahwa kita dapat melakukan apa saya didalam Kristus yang menguatkan kita. Tidak peduli apakah anda merasa tidak berkualitas dan tidak sesuai, teatpi Yesus berjanji untuk menguatkan dan memampukan diri anda.
Ketika masalah datang, apa yang anda katakan mengenai keadaanmu? Apakah anda mendeklarasikan bahwa anda adalah pemenang didalam Kristus?
Semua orang bisa berpikir dan bersikap positif jika segala sesuatu dalam keadaan baik-baik saja. Akan tetapi respon anda terhadap masalah tersebut itulah yang akan membentuk atau menghancurkan diri anda. Apa yang ada katakan disaat dalam tekanan dan masalah akan berdampak langsung pada hasilnya. Jangan melihat keadaanmu dengan mata jasmani. Lihatlah dan berpeganglah pada kebenaran firman Tuhan. Deklarasikan kebeneranNya kepada masalahmu, dan terus lakukan sampai fakta yang ada menjadi sejalur dengan firman Tuhan. Buatlah keputusan hari ini bahwa anda akan melampaui segala masalah yang saat ini sedang anda hadapi – sekarang waktunya!!
Jika anda ingin hidup berkemenangan, anda harus memperkatakan perkataan iman yang positif dan mendeklarasikan apa yang Tuhan katakan mengenai keadaanmu. Filipi 4:13 mengatakan bahwa kita dapat melakukan apa saya didalam Kristus yang menguatkan kita. Tidak peduli apakah anda merasa tidak berkualitas dan tidak sesuai, teatpi Yesus berjanji untuk menguatkan dan memampukan diri anda.
Ketika masalah datang, apa yang anda katakan mengenai keadaanmu? Apakah anda mendeklarasikan bahwa anda adalah pemenang didalam Kristus?
Semua orang bisa berpikir dan bersikap positif jika segala sesuatu dalam keadaan baik-baik saja. Akan tetapi respon anda terhadap masalah tersebut itulah yang akan membentuk atau menghancurkan diri anda. Apa yang ada katakan disaat dalam tekanan dan masalah akan berdampak langsung pada hasilnya. Jangan melihat keadaanmu dengan mata jasmani. Lihatlah dan berpeganglah pada kebenaran firman Tuhan. Deklarasikan kebeneranNya kepada masalahmu, dan terus lakukan sampai fakta yang ada menjadi sejalur dengan firman Tuhan. Buatlah keputusan hari ini bahwa anda akan melampaui segala masalah yang saat ini sedang anda hadapi – sekarang waktunya!!
Make A Plan
Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu (Amsal 16:3)
Agar dapat memenuhi tujuan Ilahi dalam hidup anda, anda harus membuat rencana yang sesuai dengan tujuan Allah dan tetap fokus untuk melakukan rencana yang ada. Bangun setiap hari dengan mengetahui kemana anda mengarah, arah mana yang anda ambil dan apa yang ingin anda capai – kemudian bertahanlah didalamnya. Jangan ijinkan hambatan dan kesibukan anda membawa anda keluar dari dari jalur. Tanyakan pada diri anda, apakah yang saya lakukan membawa saya maju mengarah kepada tujuan ilahi? Apakah yang saya lakukan ini adalah rencana Allah yang sebenarnya bagi saya? Ataukah saya hanya terkesan sibuk akan tetapi tidak melakukan halyang berguna?
Amsal 4:25 berkata, “Biarlah matamu memandang terus kedepan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang kekanan dan kekiri, jauhkan kakimu dari kejahatan.”
Jangan biarkan dirimu hilang fokus dan menghabiskan waktu dan tenagamu pada hal-hal yang tidak membantumu mencapai tujuan Ilahi dalam hidupmu.
Ingatlah bahwa Rencana Allah diberkati, dan ketika anda berjalan dalam rancanganNya dalam hidupmu, maka anda akan mengalami kelimpahan dalam segala hal yang dikerjakan tanganmu.
Agar dapat memenuhi tujuan Ilahi dalam hidup anda, anda harus membuat rencana yang sesuai dengan tujuan Allah dan tetap fokus untuk melakukan rencana yang ada. Bangun setiap hari dengan mengetahui kemana anda mengarah, arah mana yang anda ambil dan apa yang ingin anda capai – kemudian bertahanlah didalamnya. Jangan ijinkan hambatan dan kesibukan anda membawa anda keluar dari dari jalur. Tanyakan pada diri anda, apakah yang saya lakukan membawa saya maju mengarah kepada tujuan ilahi? Apakah yang saya lakukan ini adalah rencana Allah yang sebenarnya bagi saya? Ataukah saya hanya terkesan sibuk akan tetapi tidak melakukan halyang berguna?
Amsal 4:25 berkata, “Biarlah matamu memandang terus kedepan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang kekanan dan kekiri, jauhkan kakimu dari kejahatan.”
Jangan biarkan dirimu hilang fokus dan menghabiskan waktu dan tenagamu pada hal-hal yang tidak membantumu mencapai tujuan Ilahi dalam hidupmu.
Ingatlah bahwa Rencana Allah diberkati, dan ketika anda berjalan dalam rancanganNya dalam hidupmu, maka anda akan mengalami kelimpahan dalam segala hal yang dikerjakan tanganmu.
Original
Kalau ada tiruan yang bisa diterima cuma ada satu yaitu waktu Tuhan menciptakan manusia serupa dan segambar dengan diriNya sendiri (Kej 1:26). Kalau ada yang lain mungkin tiruan terhadap sesuatu yang baik, seperti meniru sikap yang baik atau meneladani sesuatu yang mulia. Selain dari peristiwa di atas semua bentuk menjiplak atau meniru adalah merupakan sesuatu yang tidak pantas dilakukan. Mulai dari sesuatu yang terlihat sederhana seperti meniru pernyataan seseorang yang diakui sebagai miliknya. Atau menulis kembali tulisan yang pernah dikerjakan orang lain. Sampai kepada sesuatu yang parah seperti menjiplak hasil karya seseorang. Atau memproduksi ulang hak intelektual orang lain dalam bentuk apapun.
Jujur saja memang meniru jauh lebih gampang daripada melahirkan sendiri karya asli dari diri kita. Sebab meniru tidak membutuhkan pemikiran yang mendalam seperti “mencipta.” Meniru juga tidak membutuhkan harga yang mahal baik dari segi uang, tenaga maupun waktu. Alkitab menulis dalam Amsal 9:17, “Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya.” Perhatikan apa yang firman katakan mencuri (baca:meniru) itu sesuatu yang menyenangkan. Tidak heran ada banyak orang senang bahkan sangat menikmati saat menjiplak karya orang lain. Kita semua mengerti saat membeli karya imitasi, kita merasakan sensasi tersendiri dalam diri kita.
Meskipun meniru adalah sesuatu yang sangat menyenangkan, kita juga tahu perilaku ini dapat mempermalukan kita saat semuanya terungkap. Dan sejujurnya kalau bisa mendapatkan yang asli, tentu saja kita akan lebih senang dan bangga. Karena itu meskipun kita diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan, kita tetap dilahirkan secara orijinal. Tidak ada seorangpun manusia di atas muka bumi ini yang memiliki kemiripan dalam skala seratus persen. Saya tidak tahu bagaimana nantinya kalau teknologi kloning berhasil dengan uji coba manusia. Tetapi meskipun demikian saya tetap yakin akan keaslian masing-masing individu manusia. Paling tidak adanya perbedaan dalam hal karakter, kepribadian, tindak-tanduk dan sikap kita.
Melihat kebenaran di atas, kita harus mulai belajar untuk fokus kepada orijinalitas dan bukan pada perilaku meniru. Saat kita masih “anak-anak” mungkin kita banyak meniru karena memang kita masih belajar. Tetapi saat kita mulai dewasa maka kita akan mulai menjadi diri kita sendiri. Orang yang paling malang nasibnya adalah mereka yang seumur hidupnya selalu mencoba meniru. Meniru gaya orang lain misalnya (dipaksakan/“gak nyambung”) adalah sesuatu yang melelahkan dan kita tampak aneh, karena kita tidak didesain untuk bergaya seperti itu. Saat kita kembali kepada orijinalitas yang kita miliki, kita jadi lebih rileks karena memang seperti itulah kita. Semuanya akan mengalir secara natural, tidak ada unsure yang dipaksakan sedikitpun.
Kenyataan lainnya adalah karena kita mirip/seperti Tuhan yang adalah “Kreator,” maka kepada kita juga diberikan kemampuan mencipta. Ada suatu kekuatan dalam DNA kita yang “diturunkan” (Bhs Inggris: Origin), yang kalau kita manifestasikan akan menghasilkan banyak hal-hal yang luar biasa. Lihat saja apa yang ada disekitar kita, gedung-gedung besar, bangunan-bangunan bersejarah, mobil-mobil, alat-alat komunikasi, dan sebagainya. Jujur dari mana semuanya itu dating kalau bukan dari kreatifitas yang ada dalam diri manusia. Semuanya itu diawali oleh sebuah ide original hasil “mimpi” seseorang yang memiliki angan-angan yang besar. Orang tersebut kemudian mau membayar harga agar ide “gila” tersebut itu tercipta dan …. Apa yang sekarang kita lihat tercipta.
Saya percaya ada begitu banyak hal yang Tuhan sudah taruh di dalam diri kita sejak kita dilahirkan. Tinggal apakah kita mau membawanya keluar dari diri kita dan membuat itu menjadi nyata. Jangan takut untuk mimpi dan memiliki angan-angan yang besar. Jangan takut untuk dilecehkan bahkan dianggap gila untuk sesuatu yang besar. Jngan biarkan ketakutan kita tentang apa kata orang menghalangi kreatifitas yang Tuhan taruh dalam diri kita. Jangan biarkan anda mati dengan membawa semua kreatifitas itu tanpa ada satupun yang jadi kenyataan. Minggu yang baru saya berdoa sesuatu yang baru Tuhan mulai kerjakan, sesuatu yang sebelumnya belum pernah anda lakukan. Feel it……and….do it, let it happen.
Jujur saja memang meniru jauh lebih gampang daripada melahirkan sendiri karya asli dari diri kita. Sebab meniru tidak membutuhkan pemikiran yang mendalam seperti “mencipta.” Meniru juga tidak membutuhkan harga yang mahal baik dari segi uang, tenaga maupun waktu. Alkitab menulis dalam Amsal 9:17, “Air curian manis, dan roti yang dimakan dengan sembunyi-sembunyi lezat rasanya.” Perhatikan apa yang firman katakan mencuri (baca:meniru) itu sesuatu yang menyenangkan. Tidak heran ada banyak orang senang bahkan sangat menikmati saat menjiplak karya orang lain. Kita semua mengerti saat membeli karya imitasi, kita merasakan sensasi tersendiri dalam diri kita.
Meskipun meniru adalah sesuatu yang sangat menyenangkan, kita juga tahu perilaku ini dapat mempermalukan kita saat semuanya terungkap. Dan sejujurnya kalau bisa mendapatkan yang asli, tentu saja kita akan lebih senang dan bangga. Karena itu meskipun kita diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan, kita tetap dilahirkan secara orijinal. Tidak ada seorangpun manusia di atas muka bumi ini yang memiliki kemiripan dalam skala seratus persen. Saya tidak tahu bagaimana nantinya kalau teknologi kloning berhasil dengan uji coba manusia. Tetapi meskipun demikian saya tetap yakin akan keaslian masing-masing individu manusia. Paling tidak adanya perbedaan dalam hal karakter, kepribadian, tindak-tanduk dan sikap kita.
Melihat kebenaran di atas, kita harus mulai belajar untuk fokus kepada orijinalitas dan bukan pada perilaku meniru. Saat kita masih “anak-anak” mungkin kita banyak meniru karena memang kita masih belajar. Tetapi saat kita mulai dewasa maka kita akan mulai menjadi diri kita sendiri. Orang yang paling malang nasibnya adalah mereka yang seumur hidupnya selalu mencoba meniru. Meniru gaya orang lain misalnya (dipaksakan/“gak nyambung”) adalah sesuatu yang melelahkan dan kita tampak aneh, karena kita tidak didesain untuk bergaya seperti itu. Saat kita kembali kepada orijinalitas yang kita miliki, kita jadi lebih rileks karena memang seperti itulah kita. Semuanya akan mengalir secara natural, tidak ada unsure yang dipaksakan sedikitpun.
Kenyataan lainnya adalah karena kita mirip/seperti Tuhan yang adalah “Kreator,” maka kepada kita juga diberikan kemampuan mencipta. Ada suatu kekuatan dalam DNA kita yang “diturunkan” (Bhs Inggris: Origin), yang kalau kita manifestasikan akan menghasilkan banyak hal-hal yang luar biasa. Lihat saja apa yang ada disekitar kita, gedung-gedung besar, bangunan-bangunan bersejarah, mobil-mobil, alat-alat komunikasi, dan sebagainya. Jujur dari mana semuanya itu dating kalau bukan dari kreatifitas yang ada dalam diri manusia. Semuanya itu diawali oleh sebuah ide original hasil “mimpi” seseorang yang memiliki angan-angan yang besar. Orang tersebut kemudian mau membayar harga agar ide “gila” tersebut itu tercipta dan …. Apa yang sekarang kita lihat tercipta.
Saya percaya ada begitu banyak hal yang Tuhan sudah taruh di dalam diri kita sejak kita dilahirkan. Tinggal apakah kita mau membawanya keluar dari diri kita dan membuat itu menjadi nyata. Jangan takut untuk mimpi dan memiliki angan-angan yang besar. Jangan takut untuk dilecehkan bahkan dianggap gila untuk sesuatu yang besar. Jngan biarkan ketakutan kita tentang apa kata orang menghalangi kreatifitas yang Tuhan taruh dalam diri kita. Jangan biarkan anda mati dengan membawa semua kreatifitas itu tanpa ada satupun yang jadi kenyataan. Minggu yang baru saya berdoa sesuatu yang baru Tuhan mulai kerjakan, sesuatu yang sebelumnya belum pernah anda lakukan. Feel it……and….do it, let it happen.
Shavuot Pentecost
Kisah 1: 5-8
Kisah 2: 1-4, 12-18; 32-33
Apakah itu Pentakosta?
Kata Pentakosta berasal dari kata Penta yang berarti 50. Dalam tradisi orang Yahudi, mereka merayakan hari raya Shavuot, yang dirayakan 2 hari setelah Pesach (Paskah), yaitu pada hari ke enam bulan Shivan; dan berlangsung salama 7 minggu (49hari). Pada hari yang ke 50 mereka merayakan Shavuot atau dikenal juga dengan nama Pesta Tuaian, atau hari raya buah sulung, Di hari ini, orang Israel merayakan bagaimana Tuhan telah memberkati mereka, dan bagaimana mereka melihat apa yan gmereka tanam berbuah, dan ap ayang mereka lakukan berhasil. Dan pada saat perayaan itu berlangsung, di Sinagoga, kitab Rut dibacakan untuk mengingat masa-masa tuaian. Dan ketika mereka pulang kerumah, mereka akan makan kue keju dan kue madu untuk mengingatkan mereka bagaimana Tuhan membawa mereka dari perbudakan masuk ke tanah yang berlimpah susu dan madu. Sebelum dikusi Torah, madu di oleskan ke mulut bayi dan anak-anak untuk menyatakan belajar Torah itu manis. Juga untuk mengingat bagaimana Musa menerima 10 Perintah Allah di Sinai.
Perjanjian lama menekankan atau berfokus pada Firman, akan tetapi dalam perjanjian baru, ketika 120 pengikut Yesus dilawat oleh Roh kudus, perjanjian baru menekankan pada kehidupan Roh. Firman dan Roh berjalan bersama dan harus ada keseimbangan. Kita harus selalu bersiap sedia, sebab seringkali Tuhan melawat kita di saat yang tidak terduga!! Sama juga dengan kedatanganNya yang kedua kali, tidak ada yang tahu, oleh sebab itu kita harus bersiap sedia dan menjaga hati agar ketika IA datang kita didapatiNya setia.
3 tempat utama Yesus:
• Betlehem berarti Allah Bersama kita. (Yesus lahir)
• Calvary berarti Allah bagi kita. (Yesus mati)
• Pentecost berarti Allah di dalam kita. (Yesus naik ke sorga)
Kisah 19:2 tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Roh Kudus? Diri kita adalah bait Roh Kudus, oleh karena itu kita harus menjaga hati dan diri kita, dan juga tinggal di dalam DIA.
I. Janji Pentakosta
- Apa janji Pentakosta? – “Diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Lukas 24:29)
Janji Pentakosta. Dalam kotbah Petrus – “Janji akan Roh Kudus diperuntukkan kepada semua orang yang menerima panggilan dan pertobatan. “(Kisah 2:38-39)
II. Tujuan dari Pentakosta
Tujuan dari Pentakosta adalah – PENUAIAN --
(SHAVOUT – The Feast of Harvest/ Perayaan Penuaian)
Tuaian jiwa-jiwa adalah Hati dari Pentakosta (Yoel 2:23-27).
Dua hal yang penting untuk penuaian:
1. Hujan awal, mempersiapkan tanah untuk menaburkan benih.
2. Hujan akhir, mempersiapkan tanaman untuk menjadi matang dan siap dituai.
Yoel 3:9
Hujan Roh Kudus mempersiapkan buah di dunia ini untuk siap dituai. Sekarang waktunya semakin sempit, begitu banyak tuaian yang harus dituai!! Tujuan Pentakosta tidak lain, tetapi tuaian jiwa-jiwa. Jika kita dipenuhi Roh kudus, dan kuasaNya ada didalam kita, maka kita akan memanifestasikan kuasanya dan menjadi saksi bagi dunia.
III. Kekuatan Pentakosta
(Kisah 1:8) Kamu akan menerima kuasa
ay. 4,5 → dibaptis Roh Kudus
POWER : Dunamis / Dunamos
1. Dinamis (lawan Statis membosankan & membuat tidur)
2. Dinamit (ledakan & kekuatan untuk menghancurkan) – jika Roh kudus ada di dalam kita, maka segala area kehidupan kita yang keras dan tidak benar akan dihancurkan; dijadikanNya baru, dan berbuah)
3. Dinamo (memproduksi arus listrik menyalakan lampu) – Jika Roh kudus ada didalam kita maka ada arus listrik dalam hidup kita, tidak perlu lagi untuk dipompa untuk menyala; karena sekali menyala, akan terus menyala!!
(Kisah 2: 17-18 ; Yoel 2:28-29)
Kita harus memiliki kuasa Roh Kudus hari ini!! Banyak gereja masa kini yang kehilangan kuasa Roh Kudus. Gereja menjadi agamawi dan tidak rohani. Kerohanian bukanlah Agama!!
Religion/Agama : orang yang tidak kenal Tuhan berbicara dengan orang lain yang juga tidak kenal Tuhan tentang orang yang mengenal Tuhan. Yesus datang bukan membawa Agama, tetapi Yesus datang membawa Roh Kudus; sehingga menjadikan kita Rohani dan bukan Agamawi.
Hakim 16:18-21 – Simson adalah seorang yang diurapi Tuhan, akan tetapi ia kenakan-kanaknan (tidak bertumbuh). Orang yang diurapi Tuhan tidak memiliki rasa takut akan apapun, karena perlindungan Tuhan ada atasnya. Akan tetapi jika ia tidak dewasa dan tidak mau bertumbuh maka Roh Tuhan dapat pergi meninggalkan dia, sebab Roh Kudus adalah Pribadi. Dan ini yang terjadi pada Simson, Roh kudus meninggalkan dirinya. Simson terbujuk oleh Delilah untuk tidur dipangkuannya, dan kemudian rambutnya dicukur, sehingga Simson kehilangan kekuatannya dan ia:
1. Ditundukkan oleh bujuk rayu musuh (ay.19)
2. Terjebak rutinitas (“seperti yg sudah-sudah”) (ay.20a)
3. Tidak menyadari akan hadirat Tuhan (ay.20b)
4. Tertawan musuh (ay.21)
5. Tidak memiliki Visi (matanya dicungkil) (ay.21)
6. Hidup dan tinggal dalam daerah kekuasaan musuh (ay.21)
7. Mengalami perbudakan (ay.21)
8. Bekerja untuk musuh (ay.21) Tidak ada masa depan
Akan tetapi hari ini adalah saat Tuhan melakukan Restorasi!! Tuhan memulihkan kuasa Roh Kudus bagi gerejaNya.
IV. Mempraktekkan pengalaman Pentakosta
Kisah 2: 41-47
Apa yang mereka alami setelah Roh Kudus tinggal di dalam hidup kita:
Ay. 41 (Repentance) -- mereka memberi diri untuk dibatis dan bertobat sungguh-sungguh.
Bersedia dan mau untuk menerima dan merubah hidup kita.
Ay. 42 (Worship) -- mereka berkumpul bersekutu dan berdoa dan menyembah
Ay. 43 \(Sign & wonder) – karunia-karunia Roh Kudus akan dimanifestasikan dalam hidup kita
Ay. 44,45 (Generous Living) – hidup dengan kemurahan hati, menjadi berkat bagi orang lain
Ay. 46,47a (Harmonious Living) – hidup dengan tekun dan sehati
Ay. 47b (Witnessing) – hidup sebagai saksi Kristus
Kisah 2: 1-4, 12-18; 32-33
Apakah itu Pentakosta?
Kata Pentakosta berasal dari kata Penta yang berarti 50. Dalam tradisi orang Yahudi, mereka merayakan hari raya Shavuot, yang dirayakan 2 hari setelah Pesach (Paskah), yaitu pada hari ke enam bulan Shivan; dan berlangsung salama 7 minggu (49hari). Pada hari yang ke 50 mereka merayakan Shavuot atau dikenal juga dengan nama Pesta Tuaian, atau hari raya buah sulung, Di hari ini, orang Israel merayakan bagaimana Tuhan telah memberkati mereka, dan bagaimana mereka melihat apa yan gmereka tanam berbuah, dan ap ayang mereka lakukan berhasil. Dan pada saat perayaan itu berlangsung, di Sinagoga, kitab Rut dibacakan untuk mengingat masa-masa tuaian. Dan ketika mereka pulang kerumah, mereka akan makan kue keju dan kue madu untuk mengingatkan mereka bagaimana Tuhan membawa mereka dari perbudakan masuk ke tanah yang berlimpah susu dan madu. Sebelum dikusi Torah, madu di oleskan ke mulut bayi dan anak-anak untuk menyatakan belajar Torah itu manis. Juga untuk mengingat bagaimana Musa menerima 10 Perintah Allah di Sinai.
Perjanjian lama menekankan atau berfokus pada Firman, akan tetapi dalam perjanjian baru, ketika 120 pengikut Yesus dilawat oleh Roh kudus, perjanjian baru menekankan pada kehidupan Roh. Firman dan Roh berjalan bersama dan harus ada keseimbangan. Kita harus selalu bersiap sedia, sebab seringkali Tuhan melawat kita di saat yang tidak terduga!! Sama juga dengan kedatanganNya yang kedua kali, tidak ada yang tahu, oleh sebab itu kita harus bersiap sedia dan menjaga hati agar ketika IA datang kita didapatiNya setia.
3 tempat utama Yesus:
• Betlehem berarti Allah Bersama kita. (Yesus lahir)
• Calvary berarti Allah bagi kita. (Yesus mati)
• Pentecost berarti Allah di dalam kita. (Yesus naik ke sorga)
Kisah 19:2 tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Roh Kudus? Diri kita adalah bait Roh Kudus, oleh karena itu kita harus menjaga hati dan diri kita, dan juga tinggal di dalam DIA.
I. Janji Pentakosta
- Apa janji Pentakosta? – “Diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Lukas 24:29)
Janji Pentakosta. Dalam kotbah Petrus – “Janji akan Roh Kudus diperuntukkan kepada semua orang yang menerima panggilan dan pertobatan. “(Kisah 2:38-39)
II. Tujuan dari Pentakosta
Tujuan dari Pentakosta adalah – PENUAIAN --
(SHAVOUT – The Feast of Harvest/ Perayaan Penuaian)
Tuaian jiwa-jiwa adalah Hati dari Pentakosta (Yoel 2:23-27).
Dua hal yang penting untuk penuaian:
1. Hujan awal, mempersiapkan tanah untuk menaburkan benih.
2. Hujan akhir, mempersiapkan tanaman untuk menjadi matang dan siap dituai.
Yoel 3:9
Hujan Roh Kudus mempersiapkan buah di dunia ini untuk siap dituai. Sekarang waktunya semakin sempit, begitu banyak tuaian yang harus dituai!! Tujuan Pentakosta tidak lain, tetapi tuaian jiwa-jiwa. Jika kita dipenuhi Roh kudus, dan kuasaNya ada didalam kita, maka kita akan memanifestasikan kuasanya dan menjadi saksi bagi dunia.
III. Kekuatan Pentakosta
(Kisah 1:8) Kamu akan menerima kuasa
ay. 4,5 → dibaptis Roh Kudus
POWER : Dunamis / Dunamos
1. Dinamis (lawan Statis membosankan & membuat tidur)
2. Dinamit (ledakan & kekuatan untuk menghancurkan) – jika Roh kudus ada di dalam kita, maka segala area kehidupan kita yang keras dan tidak benar akan dihancurkan; dijadikanNya baru, dan berbuah)
3. Dinamo (memproduksi arus listrik menyalakan lampu) – Jika Roh kudus ada didalam kita maka ada arus listrik dalam hidup kita, tidak perlu lagi untuk dipompa untuk menyala; karena sekali menyala, akan terus menyala!!
(Kisah 2: 17-18 ; Yoel 2:28-29)
Kita harus memiliki kuasa Roh Kudus hari ini!! Banyak gereja masa kini yang kehilangan kuasa Roh Kudus. Gereja menjadi agamawi dan tidak rohani. Kerohanian bukanlah Agama!!
Religion/Agama : orang yang tidak kenal Tuhan berbicara dengan orang lain yang juga tidak kenal Tuhan tentang orang yang mengenal Tuhan. Yesus datang bukan membawa Agama, tetapi Yesus datang membawa Roh Kudus; sehingga menjadikan kita Rohani dan bukan Agamawi.
Hakim 16:18-21 – Simson adalah seorang yang diurapi Tuhan, akan tetapi ia kenakan-kanaknan (tidak bertumbuh). Orang yang diurapi Tuhan tidak memiliki rasa takut akan apapun, karena perlindungan Tuhan ada atasnya. Akan tetapi jika ia tidak dewasa dan tidak mau bertumbuh maka Roh Tuhan dapat pergi meninggalkan dia, sebab Roh Kudus adalah Pribadi. Dan ini yang terjadi pada Simson, Roh kudus meninggalkan dirinya. Simson terbujuk oleh Delilah untuk tidur dipangkuannya, dan kemudian rambutnya dicukur, sehingga Simson kehilangan kekuatannya dan ia:
1. Ditundukkan oleh bujuk rayu musuh (ay.19)
2. Terjebak rutinitas (“seperti yg sudah-sudah”) (ay.20a)
3. Tidak menyadari akan hadirat Tuhan (ay.20b)
4. Tertawan musuh (ay.21)
5. Tidak memiliki Visi (matanya dicungkil) (ay.21)
6. Hidup dan tinggal dalam daerah kekuasaan musuh (ay.21)
7. Mengalami perbudakan (ay.21)
8. Bekerja untuk musuh (ay.21) Tidak ada masa depan
Akan tetapi hari ini adalah saat Tuhan melakukan Restorasi!! Tuhan memulihkan kuasa Roh Kudus bagi gerejaNya.
IV. Mempraktekkan pengalaman Pentakosta
Kisah 2: 41-47
Apa yang mereka alami setelah Roh Kudus tinggal di dalam hidup kita:
Ay. 41 (Repentance) -- mereka memberi diri untuk dibatis dan bertobat sungguh-sungguh.
Bersedia dan mau untuk menerima dan merubah hidup kita.
Ay. 42 (Worship) -- mereka berkumpul bersekutu dan berdoa dan menyembah
Ay. 43 \(Sign & wonder) – karunia-karunia Roh Kudus akan dimanifestasikan dalam hidup kita
Ay. 44,45 (Generous Living) – hidup dengan kemurahan hati, menjadi berkat bagi orang lain
Ay. 46,47a (Harmonious Living) – hidup dengan tekun dan sehati
Ay. 47b (Witnessing) – hidup sebagai saksi Kristus
Langganan:
Postingan (Atom)